ADVERTISEMENT
Kamis, Mei 21, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim Info Terkini

Longsor di Keerom Akibatkan Jalan Trans Papua Putus Total, Distribusi Bahan Makanan Terhenti

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, sehingga diimbau kepada pengguna jalan untuk tidak memaksakan diri melintas di area longsor”.

20 April 2026
0
Longsor di Keerom Akibatkan Jalan Trans Papua Putus Total, Distribusi Bahan Makanan Terhenti

Ilustrasi (foto: Genereted AI/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

KEEROM, Koranpapua.id- Jalan Trans Papua tepatnya di Kampung Kalimo, Distrik Waris, Kabupaten Keerom kini terputus akibat longsor yang terjadi di sepanjang wilayah itu, Senin 20 April 2026.

Kondisi ini mengakibatkan seluruh kendaraan baik roda dua maupun roda empat terhenti di ujung titik longsor dan tidak bisa melanjutkan perjalanan.

ADVERTISEMENT

Kapolsek Waris Iptu Kamaludin, S.Sos bersama anggotanya dan tim dari Kementerian PUPR Provinsi Papua, langsung melakukan peninjauan ke lokasi longsor.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dari hasil monitoring, diketahui bahwa badan jalan mengalami patahan dan terputus dengan kedalaman kurang lebih 50 meter dan panjang sekitar 50 meter.

Baca Juga

Satgas Yon Parako 466 Pasgat dan Satgas ODC Ringkus Wadanyon HSSBI Kodap XVI di Yahukimo

Tidak Semata Limbah, Potensi Sumber Daya: Pemkab Mimika Dorong Pemanfaatan Tailing Freeport Secara Berkelanjutan

Kondisi ini menyebabkan akses lalu lintas di ruas Jalan Trans Papua lumpuh total dan tidak dapat dilalui oleh seluruh jenis kendaraan, termasuk kendaraan logistik dan ambulans.

Titik longsor yang baru ini, berada sekitar 300 meter dari titik kerusakan sebelumnya yang masih dalam tahap perbaikan.

Kondisi tanah yang labil dan faktor cuaca menjadi kendala utama sehingga penanganan di titik longsor terbaru belum dapat dilakukan secara maksimal oleh pihak terkait.

Kapolsek Waris bersama tim juga meninjau jalur alternatif yang berada di Kampung Sach.

Berdasarkan informasi masyarakat setempat, jalur tersebut tembus hingga Kampung Bompay, namun saat ini kondisinya sudah tertutup hutan dan belum dapat difungsikan secara optimal.

Akibat terputusnya akses utama tersebut, masyarakat yang hendak bepergian menuju Jayapura maupun Wamena terpaksa menggunakan jalur alternatif melalui Warlef.

Meski demikian jalur ini hanya dapat dilalui kendaraan kecil dengan waktu tempuh yang lumayan lama.

Sementara itu, kendaraan besar tidak dapat melintas, sehingga terjadi antrean panjang di kedua sisi lokasi longsor.

Hingga saat ini, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Proses penanganan masih terus dilakukan oleh Kementerian PUPR dan Basarnas, dengan tetap memperhatikan kondisi keamanan dan stabilitas tanah di lokasi kejadian.

Kapolsek Waris Iptu Kamaludin, menyampaikan, pihaknya akan melakukan pengamanan dan monitoring secara intensif di sekitar lokasi longsor.

Ia juga menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, sehingga diimbau kepada pengguna jalan untuk tidak memaksakan diri melintas di area longsor.

“Kondisi tanah masih sangat labil dan berpotensi terjadi longsor susulan, jadi sebaiknya masyarakat dan pengguna jalan untuk bersabar,” ujarnya.

Kapolsek Waris juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, instansi teknis, serta masyarakat adat setempat guna mencari solusi terbaik.

Termasuk membuka akses jalan alternatif agar distribusi kebutuhan pokok dan bahan makananan ke wilayah terdampak tetap lancar. (Redaksi)

 

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Uskup Timika Ingatkan Lindungi Tanah Adat dan Waspada Kejahatan Digital  

Uskup Timika Ingatkan Lindungi Tanah Adat dan Waspada Kejahatan Digital  

21 Mei 2026
Satgas Damai Cartenz Tangkap Terduga Wadanyon HSSBI di Yahukimo

Satgas Yon Parako 466 Pasgat dan Satgas ODC Ringkus Wadanyon HSSBI Kodap XVI di Yahukimo

21 Mei 2026
Pesparawi Nasional XIV di Manokwari Diproyeksi Dihadiri 10 Ribu Peserta

Pesparawi Nasional XIV di Manokwari Diproyeksi Dihadiri 10 Ribu Peserta

21 Mei 2026
Tidak Semata Limbah, Potensi Sumber Daya: Pemkab Mimika Dorong Pemanfaatan Tailing Freeport Secara Berkelanjutan

Tidak Semata Limbah, Potensi Sumber Daya: Pemkab Mimika Dorong Pemanfaatan Tailing Freeport Secara Berkelanjutan

21 Mei 2026
148 Puskesmas di Papua Tengah hanya 12 Persen yang Miliki Sembilan Jenis Nakes Lengkap

148 Puskesmas di Papua Tengah hanya 12 Persen yang Miliki Sembilan Jenis Nakes Lengkap

21 Mei 2026
Puluhan Satwa Endemik Papua Diamankan Barantin Makasar

Puluhan Satwa Endemik Papua Diamankan Barantin Makasar

21 Mei 2026

POPULER

  • Larangan Pemutaran Film Pesta Babi, Ini Pernyataan Kapendam XVII/Cenderawasih

    Larangan Pemutaran Film Pesta Babi, Ini Pernyataan Kapendam XVII/Cenderawasih

    560 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • YPMAK dan UPN “Veteran” Yogyakarta Kolaborasi Kembangkan SDM Unggul Masyarakat Tujuh Suku di Mimika

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Pdt. Anton Wamang Klarifikasi Peristiwa Penembakan di Tembagapura: ‘TNI Tidak Terlibat Kematian Putri Saya’

    550 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Gubernur Matius Fakhiri: Tiga Penyakit Ini Pembunuh Terbesar Orang Asli Papua

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • SMI-KP Kota Studi Nabire Gelar Mimbar Bebas, Tolak Rencana Pemekaran DOB di Wilayah Paniai

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Menyemai Benih Calon Imam Katolik Amungme dan Kamoro di Kaki Gunung Lokon

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Pengisian Jabatan: ASN OAP Harus Mampu Bersaing Jangan Bergantung Afirmasi Otsus

    519 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Pemprov Rilis Jumlah Penduduk Papua Tengah 1,38 Juta Jiwa, Kabupaten Mimika Terbanyak

Pemprov Rilis Jumlah Penduduk Papua Tengah 1,38 Juta Jiwa, Kabupaten Mimika Terbanyak

Uskup Timika Mgr. Bernardus Bofitwos Tegas Menolak Perluasan Perkebunan Sawit dan PSN

Perkuat Misi YPPK, Uskup Timika: Ide Sudah Didiskusikan, Saatnya Bersinergi Nyata

Wapres Gibran Tinjau Sentra Pendidikan Mimika, Antonius Welerubun: Langkah Awal Perkuat Pembangunan Sektor Pendidikan

Wapres Gibran Tinjau Sentra Pendidikan Mimika, Antonius Welerubun: Langkah Awal Perkuat Pembangunan Sektor Pendidikan

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id