TIMIKA, Koranpapua.id- Sebanyak 33 siswa angkatan pertama SMK Negeri 6 Mimika resmi dilepas untuk mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) Tahun Pelajaran 2026/2027, Sabtu 18 Juli 2026.
Pelepasan peserta PKL mengusung tema “Melangkah dengan Ilmu, Berproses dengan Semangat, Berkolaborasi dengan Industri dalam Kemitraan Pembelajaran”.
Pelaksanaan PKL ini sebagai bentuk komitmen sekolah dalam menyiapkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja.
Kepala SMKN 6 Mimika, Albertus Alto Mandare, mengatakan kegiatan PKL merupakan bagian dari kurikulum wajib Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Kegiatan ini harus diikuti seluruh peserta didik sebagai wahana pembelajaran langsung di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
“Siswa akan menjalani PKL selama satu semester atau setara 736 jam pembelajaran di industri,” ujar Albertus kepada Koranpapua.id di sela-sela acara pelepasan itu.
Menurutnya, pelaksanaan PKL angkatan pertama ini menjadi tonggak penting bagi SMKN 6 Mimika, karena berhasil menjalin kemitraan dengan delapan perusahaan dan industri yang siap membimbing para siswa.
Delapan mitra industri tersebut meliputi, PT Sriwijaya Air, Hotel Grand Tembaga, Horison Ultima Timika, Horison Diana Hotel, Front One Hotel Papua Lestari, Swiss-Belinn Timika, PT Puncak Jaya Papua dan PT Pelni.
Albertus menjelaskan, peserta PKL berasal dari tiga program keahlian, yaitu Kuliner, Perhotelan dan Usaha Layanan Pariwisata.
Sebelum diterjunkan ke industri, para siswa telah mendapatkan pembelajaran berbasis industri melalui kelas industri serta pembekalan kompetensi di sekolah.
“PKL menjadi tempat bagi siswa untuk menerapkan seluruh kompetensi yang telah dipelajari di sekolah dalam situasi kerja yang nyata sesuai standar operasional prosedur (SOP) di dunia usaha dan dunia industri,” katanya.
Ia berharap para siswa tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun karakter sebagai tenaga kerja profesional.
“Kami berpesan agar siswa menjaga kesehatan, disiplin, mampu beradaptasi dengan budaya kerja, mematuhi seluruh aturan perusahaan, serta menunjukkan etika kerja yang baik. Hal-hal itu menjadi bekal penting untuk masa depan mereka,” ujarnya.
Apresiasi untuk Dunia Industri
Albertus menyampaikan apresiasi kepada seluruh perusahaan yang telah membuka pintu bagi siswa SMKN 6 Mimika.
Menurutnya, dukungan dunia industri sangat membantu sekolah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Mimika.
“Kami berterima kasih kepada seluruh mitra industri yang telah memberikan kesempatan belajar kepada siswa kami,” ungkap Albertus.
Menurutnya, industri tidak hanya menerima peserta PKL, tetapi juga berperan aktif membimbing mereka agar memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.
Ia menjelaskan, proses menjalin kerja sama dilakukan dengan mendatangi langsung manajemen perusahaan untuk memperkenalkan program keahlian yang dimiliki SMKN 6 Mimika sekaligus membangun kemitraan pembelajaran.
“Syukur kepada Tuhan, seluruh mitra menyambut dengan sangat baik. Ini menjadi awal yang positif bagi sekolah kami untuk terus memperluas jaringan kerja sama dengan dunia industri,” ujarnya.
Albertus menambahkan, pelaksanaan PKL mengacu pada Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang menetapkan PKL sebagai mata pelajaran wajib dalam pendidikan vokasi.
Optimistis Lulusan Terserap Dunia Kerja

Sementara itu, Pengawas Jenjang SMK Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Sutiati, S.Pd, menegaskan bahwa PKL merupakan bagian dari kurikulum yang tidak dapat diabaikan oleh peserta didik.
“PKL adalah program kurikulum. Semua siswa wajib mengikuti karena menjadi salah satu syarat penyelesaian pendidikan di SMK,” ungkapnya.
Menurut Sutiati, keterlibatan hotel-hotel dan perusahaan besar di Mimika menjadi bukti bahwa dunia industri mulai memberikan kepercayaan kepada SMKN 6 Mimika.
Ia berharap seluruh peserta PKL nantinya dapat direkrut menjadi tenaga kerja setelah menyelesaikan masa praktik.
“Harapan kami tentu seluruh peserta PKL bisa terserap di dunia kerja. Saya optimistis karena komunikasi antara sekolah dan pihak industri sudah terjalin sangat baik,” ujarnya.
Sutiati juga memberikan apresiasi terhadap perkembangan SMKN 6 Mimika yang dinilainya sangat pesat meski masih tergolong sekolah baru.
“Perkembangan SMKN 6 Mimika luar biasa. Dari minggu ke minggu selalu ada kemajuan. Kepala sekolah memiliki semangat tinggi dan didukung guru-guru yang bekerja dengan luar biasa,” puji Sutiati.
Dengan pelepasan angkatan pertama ini, SMKN 6 Mimika berharap kemitraan DUDI terus berkembang sehingga semakin banyak lulusan yang memiliki kompetensi, pengalaman kerja, serta mampu bersaing di pasar kerja nasional. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru








