ADVERTISEMENT
Minggu, September 6, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Ratusan Buruh Sawit di Iwaka-Mimika Mengadu Tiga Bulan Hidup Tanpa Listrik, Upah Rp100 Ribu Sehari

“Apabila tuntutan tidak direspon perusahaan, ia memastikan para pekerja bersama LEMASA akan melanjutkan aksi demo ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Dinas Tanaman Pangan Mimika”.

21 Juli 2026
0
Ratusan Buruh Sawit di Iwaka-Mimika Mengadu Tiga Bulan Hidup Tanpa Listrik, Upah Rp100 Ribu Sehari

Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (LEMASA), Sem Bukaleng. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Ratusan karyawan PT Karya Bella Vita, perusahaan pengelola perkebunan kelapa sawit di Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, turun ke jalan menyuarakan keresahan mereka.

Dalam aksi damai yang digelar Senin 20 Juli 2026, para pekerja mengungkap sederet persoalan yang mereka hadapi selama mengabdi di perusahaan tersebut.

ADVERTISEMENT

Di antaranya, selama tiga bulan hidup dalam kegelapan, karena listrik perumahan padam selama hampir tiga bulan, rumah dinas yang rusak, hingga upah yang dinilai sudah tidak lagi mencukupi kebutuhan hidup.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Aspirasi para pekerja tersebut diterima langsung oleh Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (LEMASA), Sem Bukaleng, yang kemudian menyampaikan bahwa kondisi para karyawan sudah memerlukan perhatian serius dari pihak perusahaan.

Baca Juga

Satgas Pasgat Belanja Hasil Bumi Warga Nduga, Dorong Ekonomi Lokal

YLBH Papua Tengah Apresiasi Polres Mimika dan TNI Tertibkan 9 Warga di Kwamki Narama

“Mesin genset yang dipakai sekarang merupakan peninggalan saat perusahaan masih dikelola PT PAL. Karena sudah rusak, selama hampir tiga bulan lampu di perumahan karyawan tidak menyala pada malam hari,” ujar Sem kepada Koranpapua.id, Selasa 21 JUli 2026.

Sem yang ditemui di sela-sela kegiatan Pelatihan Manajemen Sanggar Kebudayaan dan Seni Amungme dan Kamoro di Loresa SP3, mengatakan padamnya listrik selama berbulan-bulan membuat ratusan pekerja beserta keluarganya harus menjalani aktivitas malam dalam kondisi gelap.

Karena itu, salah satu tuntutan utama para karyawan adalah agar perusahaan segera mengganti genset yang rusak sehingga pasokan listrik kembali normal.

Rumah Rusak dan Upah Dinilai Tak Layak

Selain persoalan listrik, para pekerja juga menyoroti kondisi rumah dinas yang disebut sudah banyak mengalami kerusakan dan tidak lagi layak ditempati.

Di sisi lain, persoalan kesejahteraan menjadi tuntutan terbesar dalam aksi tersebut. Para buruh meminta upah harian dinaikkan dari Rp100 ribu menjadi Rp200 ribu.

Mereka juga berharap agar upah timbangan buah kelapa sawit dinaikkan dari Rp1.000 menjadi Rp5.000 per kilogram.

Menurut Sem, tuntutan tersebut muncul karena para pekerja merasa penghasilan yang diterima saat ini tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Mereka menyampaikan bahwa penghasilan sekarang tidak sebanding dengan kebutuhan hidup. Mereka harus membiayai makan, pendidikan anak, dan kebutuhan keluarga lainnya. Karena itu mereka meminta ada kenaikan upah,” katanya.

Sem mengungkapkan, berdasarkan pengakuan para pekerja, pendapatan mereka saat ini hanya berkisar Rp1 juta hingga Rp2,5 juta per bulan.

Jumlah tersebut dinilai jauh lebih rendah dibandingkan saat perkebunan masih dikelola PT PAL, di mana pendapatan karyawan disebut bisa mencapai Rp4 juta hingga Rp5 juta per bulan.

LEMASA Temui Manajemen Perusahaan

Usai menerima aspirasi para pekerja, Sem mengaku langsung menemui manajemen PT Karya Bella Vita untuk menyampaikan seluruh tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut.

Ia berharap perusahaan tidak mengabaikan keluhan para pekerja dan segera mengambil langkah konkret.

“Harapan kami perusahaan segera memberikan jawaban dan memenuhi tuntutan para pekerja. Mereka hanya meminta hak-hak dasar agar bisa hidup lebih layak,” ujarnya.

Ancam Demo ke Disnaker dan Dinas Perkebunan

Sem menegaskan bahwa LEMASA mendukung penuh aksi yang dilakukan para karyawan.

Apabila tuntutan tidak direspon perusahaan, ia memastikan para pekerja bersama LEMASA akan melanjutkan aksi demo ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Mimika.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu turun tangan untuk memastikan perusahaan memenuhi hak-hak normatif para pekerja sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau tuntutan ini tidak direspons, kami akan membawa persoalan ini ke Disnaker dan Dinas Perkebunan. Kami ingin pemerintah ikut memastikan hak-hak pekerja benar-benar dipenuhi,” tegas Sem.

Hingga berita ini diterbitkan, Koranpapua.id masih berupaya menghubungi manajemen PT Karya Bella Vita untuk memperoleh tanggapan resmi atas tuntutan yang disampaikan para karyawan. (*)

Penulis: Ril Minggu

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Bupati Mimika Lantik 18 Koordinator KONI Distrik, Pembinaan Atlet Didorong hingga Kampung

Satgas Pasgat Belanja Hasil Bumi Warga Nduga, Dorong Ekonomi Lokal

5 September 2026
Bupati Mimika Lantik 18 Koordinator KONI Distrik, Pembinaan Atlet Didorong hingga Kampung

YLBH Papua Tengah Apresiasi Polres Mimika dan TNI Tertibkan 9 Warga di Kwamki Narama

5 September 2026
Bupati Mimika Lantik 18 Koordinator KONI Distrik, Pembinaan Atlet Didorong hingga Kampung

Bupati Mimika Lantik 18 Koordinator KONI Distrik, Pembinaan Atlet Didorong hingga Kampung

5 September 2026
Dinkes Mimika Gelar Aksi Bergizi di SMPN 8, Cegah Anemia Sejak Remaja

Dinkes Mimika Gelar Aksi Bergizi di SMPN 8, Cegah Anemia Sejak Remaja

5 September 2026
Aksi Bergizi di SMPN 8 Mimika: Sekolah Tegaskan Komitmen Cegah Anemia Sejak Remaja

Aksi Bergizi di SMPN 8 Mimika: Sekolah Tegaskan Komitmen Cegah Anemia Sejak Remaja

5 September 2026
Dinkes Mimika Kampanyekan Hidup Sehat Tanpa Rokok dan Vape di SMPN 8

DPO Kasus Penembakan di Puncak Ditangkap Satgas Damai Cartenz

5 September 2026

POPULER

  • APELCAMI Soroti Peserta Pelatihan OAP, Nama Peserta 2025 Kembali Muncul

    APELCAMI Soroti Peserta Pelatihan OAP, Nama Peserta 2025 Kembali Muncul

    599 shares
    Bagikan 240 Tweet 150
  • Rentetan Pembunuhan Kembali Hantui Mimika, YLBH Desak Polisi Bertindak, Kesbangpol Bergerak

    596 shares
    Bagikan 238 Tweet 149
  • Dikejar Avanza Hitam, Pria Diserang Tiga Orang di Jalan Freeport Lama Timika

    584 shares
    Bagikan 234 Tweet 146
  • Terendus di Panti Asuhan, Begini Kronologi Penangkapan Mantan Bupati Minahasa Utara di Timika

    561 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • 2 Tahun Buron Korupsi Rp20 Miliar, Eks Bupati Minut Diciduk di Timika

    550 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Dua Orang Tewas dalam Kecelakaan Mobil Terbakar di Ring Road Jayapura

    544 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Dana Pembangunan TK Fajar Baru Muare Mimika Disorot, Bendahara dan Kepala Sekolah Beda Keterangan

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
Next Post
Tembus Pedalaman Papua, Satgas Pasgat Koroway Batu Layani Pengobatan Gratis dan Edukasi Kesehatan

Tembus Pedalaman Papua, Satgas Pasgat Koroway Batu Layani Pengobatan Gratis dan Edukasi Kesehatan

BPKP Papua Tengah Dorong RSUD Mimika Wujudkan Tata Kelola BLUD yang Bersih dan Akuntabel

BPKP Papua Tengah Dorong RSUD Mimika Wujudkan Tata Kelola BLUD yang Bersih dan Akuntabel

Lomba Yospan Meriahkan HUT Papua Tengah ke-4, Gubernur Meki Janjikan Rp130 Juta untuk Juara Pertama

Lomba Yospan Meriahkan HUT Papua Tengah ke-4, Gubernur Meki Janjikan Rp130 Juta untuk Juara Pertama

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id