BIAK, Koranpapua.id- Ledakan bom sisa Perang Dunia II di kompleks Perumahan Nelayan, Jalan Walter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Minggu 31 Mei 2026, menyisakan duka bagi warga sekitar.
Berdasarkan informasi terakhir menyebutkan, selain lima orang meninggal dan tiga warga lainnya hilang, juga mengakibatkan 55 warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Mereka terdiri dari tiga balita dan 52 orang dewasa
Untuk mensterilkan lokasi ledakan tersebut, tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satbrimob Polda Papua bertolak ke Biak.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito di Jayapura, Senin, 1 Mei 2026 mengatakan, kedatangan tim Jibom ke Biak untuk memastikan tidak terdapat benda berbahaya lainnya yang berpotensi mengancam keselamatan petugas maupun masyarakat sekitar.
Termasuk melakukan penyisiran secara menyeluruh karena masih dimungkinkan terdapat benda-benda berbahaya lainnya di sekitar lokasi ledakan.
Fokus utama penanganan yang dilakukan Polda Papua melalui Polres Biak Numfor saat ini adalah mengamankan lokasi kejadian, membantu penanganan para korban, serta melakukan pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan.
Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan melalui koordinasi bersama Pemerintah Daerah, Basarnas, TNI-Polri, tenaga kesehatan, dan komunitas nelayan setempat.
Polda Papua juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap benda-benda mencurigakan yang diduga merupakan sisa peninggalan perang.
Cahyo mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Biak Numfor dan daerah lainnya yang memiliki sejarah peninggalan Perang Dunia II, apabila menemukan benda yang mencurigakan agar tidak disentuh, dipindahkan, ataupun dibongkar.
“Segera laporkan ke kantor kepolisian terdekat, baik Polsek maupun Polres, agar dapat ditangani dengan cepat,” pesannya.
Berdasarkan data yang diperoleh hingga Senin, tercatat lima orang meninggal dunia akibat ledakan tersebut, yakni Deflin Raubaba (41), Moris Raubaba (24), Karmila Ayorbaba (25), Israel Raubaba (7), dan Isril Raubaba (5).
Saat ini, seluruh jenazah korban telah dievakuasi dan berada di RSUD Biak untuk proses identifikasi serta penanganan lebih lanjut.
Sesuai hasil koordinasi dengan keluarga korban dan pemerintah setempat, direncanakan seluruh korban yang meninggal di dunia akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Surido, Distrik Biak Kota.
Sementara itu, tiga orang lainnya hingga saat ini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan, Yulianus Raubaba (26), Lai Madura (45), dan Anis Marandof (27).
Selain korban meninggal dan yang masih dalam pencarian, sebanyak 19 orang dilaporkan mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis.
Ledakan itu juga mengakibatkan 12 bangunan rusak, terdiri dari tiga bangunan rusak ringan, yakni dua unit rumah dan satu gereja, serta sembilan bangunan mengalami kerusakan parah, dengan empat rumah hancur total. (Redaksi)







