ADVERTISEMENT
Senin, Juni 8, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

32 Persen Warga Papua Tengah Masih Kekurangan Pangan, Tertinggi di Indonesia Timur

Ketika pola konsumsi terlalu bertumpu pada beras, daerah akan semakin rentan terhadap gangguan distribusi dan tingginya biaya logistik.

2 Juni 2026
0
32 Persen Warga Papua Tengah Masih Kekurangan Pangan, Tertinggi di Indonesia Timur

Slamet, Anggota Komisi IV DPR RI. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

JAKARTA, Koranpapua.id- Di balik Hari Pancasila tanggal 1 Juni 2026, makna sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, sepertinya belum diwujudkan melalui pemenuhan hak dasar masyarakat terhadap pangan.

Hal itu dapat dilihat dari masih tingginya angka ketidakcukupan konsumsi pangan di sejumlah provinsi di Indonesia Timur.

ADVERTISEMENT

Hal itu disampaikan Slamet, Anggota Komisi IV DPR RI dalam keterangannya di Jakarta seperti dilansir, Selasa 2 Juni 2026.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Menurut Slamet, secara nasional prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan tahun 2025 berada pada angka 7,89 persen.

Baca Juga

Pemindahan Tersangka OPM Junis Murib ke Timika Dikawal Ketat Satgas Korpasgat

Provinsi Papua Tengah Tercatat Inflasi Tertinggi Sebesar 0,52 Persen

Namun sejumlah daerah di Indonesia Timur menunjukkan kondisi jauh lebih memprihatinkan.

Ia menyebutkan, untuk Provinsi Papua Tengah mencapai 32,30 persen dengan Indeks Ketahanan Pangan (IKP) 41,6.

Sementara Papua Pegunungan 28,72 persen dengan IKP 31,9, Maluku 30,54 persen dengan IKP 57,17, Maluku Utara 27,83 persen dengan IKP 58,27, dan Papua 26,11 persen dengan IKP 57,4.

“Masih tingginya angka ketidakcukupan konsumsi pangan dan rendahnya IKP di sejumlah provinsi di Indonesia Timur menunjukkan akses pangan yang adil dan merata masih menjadi tantangan besar,” kata Slamet.

Slamet menilai persoalan pangan di kawasan timur Indonesia bukan hanya soal produksi, tetapi juga akses, distribusi, dan kemampuan masyarakat memperoleh pangan yang cukup dan bergizi.

Salah satu akar masalah yang disoroti adalah tingginya ketergantungan masyarakat pada beras sebagai satu-satunya komoditas pangan utama.

Padahal, Indonesia Timur memiliki beragam sumber pangan lokal seperti sagu, talas, umbi-umbian, jagung, dan pisang yang selama ratusan tahun menjadi sandaran hidup masyarakat.

Ketika pola konsumsi terlalu bertumpu pada beras, daerah akan semakin rentan terhadap gangguan distribusi dan tingginya biaya logistik.

Karena itu, Slamet mendorong gerakan kembali ke pangan lokal sebagai strategi memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Pangan lokal bukan makanan kelas dua, tetapi sumber ketahanan pangan yang telah terbukti menopang kehidupan masyarakat secara turun-temurun,” tegasnya.

“Semangat Pancasila mengajarkan keadilan, termasuk keadilan dalam pembangunan pangan yang menghargai potensi dan kearifan lokal setiap daerah,” pungkasnya.

Karena itu, pengembangan pangan lokal harus menjadi bagian penting dari strategi menurunkan ketidakcukupan pangan dan memperkuat ketahanan pangan. (Redaksi)

‘

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Pemindahan Tersangka OPM Junis Murib ke Timika Dikawal Ketat Satgas Korpasgat

Pemindahan Tersangka OPM Junis Murib ke Timika Dikawal Ketat Satgas Korpasgat

8 Juni 2026
Provinsi Papua Tengah Tercatat Inflasi Tertinggi Sebesar 0,52 Persen

Provinsi Papua Tengah Tercatat Inflasi Tertinggi Sebesar 0,52 Persen

8 Juni 2026
Kejari Mimika Dalami Dugaan Korupsi Proyek Tujuh Rumah, Dua ASN Sudah Diperiksa

Kejari Mimika Dalami Dugaan Korupsi Proyek Tujuh Rumah, Dua ASN Sudah Diperiksa

8 Juni 2026
Lemasa Ajak Dialog Selesaikan Polemik Pengelolaan Besi Bekas Freeport

Lemasa Ajak Dialog Selesaikan Polemik Pengelolaan Besi Bekas Freeport

8 Juni 2026
Pembakaran Gedung SD Yapis oleh KKB, Kerugian Mencapai Rp2 Miliar

Pembakaran Gedung SD Yapis oleh KKB, Kerugian Mencapai Rp2 Miliar

8 Juni 2026
Bupati Mimika Terima Laporan Oknum Pejabat Mabuk Miras di Kantor, Mengulangi Lagi Dicopot

Bupati Mimika Terima Laporan Oknum Pejabat Mabuk Miras di Kantor, Mengulangi Lagi Dicopot

8 Juni 2026

POPULER

  • Atasi Ketimpangan Tenaga Pengajar, Disdik Mimika Atur Penempatan Guru Demi Pemerataan

    PPDB 2026 Wajib Melalui Empat Jalur, Kadisdik Mimika Ingatkan Tidak Boleh Terima Titipan Pejabat

    593 shares
    Bagikan 237 Tweet 148
  • Prihatin! Satu Siswa SMP di Kota Timika Positif Narkotika

    572 shares
    Bagikan 229 Tweet 143
  • Pembakaran Gedung SD Yapis oleh KKB, Kerugian Mencapai Rp2 Miliar

    557 shares
    Bagikan 223 Tweet 139
  • Bersembunyi di Timika, Pelaku Pencabulan Anak di Sikka Berhasil Ditangkap

    616 shares
    Bagikan 246 Tweet 154
  • SD Inpres Timika II Gelar Education Expo 2026, Tampilkan Inovasi Berbasis Kearifan Lokal Papua

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Pelajar SMP Negeri dan Swasta di Papua Tengah Bebas Biaya Pendidikan, Berlaku Tahun Ini

    849 shares
    Bagikan 340 Tweet 212
  • Freeport Kelola Tailing Bernilai Guna, Anggaran Tembus Rp200–300 Juta Dolar per Tahun

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
Next Post
Jalin Kedekatan dengan Warga Puncak Jaya, Satgas ODC-2026 Gelar Patroli Jalan Kaki

Jalin Kedekatan dengan Warga Puncak Jaya, Satgas ODC-2026 Gelar Patroli Jalan Kaki

Papua Episentrum Utama Kasus Malaria di Indonesia, Total Capai 674.046 Kasus

Papua Episentrum Utama Kasus Malaria di Indonesia, Total Capai 674.046 Kasus

Tadi Pagi Wilayah Nduga Diguncang Gempa 4.4 Magnitudo

Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Wilayah Sarmi

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id