TIMIKA, Koranpapua.id- AKBP Alredo Agustinus Rumbiak yang baru menjabat sebagai Kapolres Mimika, didorong agar mengedepankan pendekatan humanis dan membangun komunikasi intensif dengan tokoh adat serta seluruh elemen masyarakat di wilayah itu.
Dorongan ini disampaikan Wakil Ketua I Lemasko Bidang Hubungan Pemerintah dan Masyarakat, Marianus Maknaipeku kepada Koranpapua.id, Jumat 17 Juli 2026.
Marianus mengatakan, dengan pendekatan bersama tokoh adat dan tokoh masyarakat Mimika, bertujuan untuk sama-sama saling mendukung dan berkomitmen menjaga keamanan dan kedamaian di wilayah hukum Polres Mimika.
Marianus juga menyampaikan apresiasi atas penunjukan Kapolres Mimika yang baru. Ia mengucapkan selamat datang dan berharap pemimpin muda tersebut mampu membawa semangat baru dalam menjaga situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Mimika.
“Kami dari Lemasko mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas kepada Kapolres Mimika yang baru. Kami berharap beliau dapat menjalankan tugas dengan baik dan membawa perubahan positif bagi keamanan di Kabupaten Mimika,” ujar Marianus.
Namun demikian, Marianus menilai Kapolres baru perlu segera membangun komunikasi dengan masyarakat adat.
Menurutnya, dalam waktu sekitar satu bulan ke depan perlu digelar pertemuan bersama tokoh adat, kepala suku, dua suku besar di Mimika, serta perwakilan suku-suku Papua maupun non-Papua yang tinggal di daerah tersebut.
Pertemuan itu, kata dia, penting sebagai ruang dialog untuk menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini berkembang di masyarakat, sekaligus memberikan masukan kepada Kapolres agar memiliki gambaran utuh mengenai kondisi sosial di Mimika.
“Kami ingin duduk bersama memberikan masukan dan berdiskusi. Banyak catatan lama maupun persoalan baru yang perlu diketahui Kapolres agar dapat bekerja lebih optimal,” katanya.
Marianus menegaskan, seorang Kapolres tidak cukup hanya menjalankan tugas secara formal, tetapi harus aktif membangun kedekatan dengan masyarakat.
“Kalau Kapolres baru datang lalu hanya diam, itu tidak bisa. Harus turun, mendengar masyarakat, dan membangun komunikasi,” tegasnya.
Marianus juga meminta Kapolres baru mencontoh pola pendekatan yang diterapkan Kapolres sebelumnya.
Menurutnya, keberhasilan menjaga stabilitas keamanan tidak hanya ditentukan oleh penegakan hukum, tetapi juga kemampuan membangun kepercayaan masyarakat adat.
“Belajarlah dari Kapolres terdahulu. Pendekatannya kepada masyarakat adat sangat baik sehingga setiap isu keamanan cepat diketahui dan bisa segera diselesaikan. Anggotanya juga aktif bekerja sama dengan masyarakat,” ujarnya.
Marianus berharap pengalaman Kapolres baru yang pernah bertugas di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi tidak membuat pola penanganan keamanan di Mimika menjadi terlalu represif.
Ia meminta pendekatan yang lebih mengedepankan dialog dan pembinaan masyarakat.
“Kami tidak menginginkan pendekatan yang justru membuat masyarakat merasa resah. Mimika membutuhkan pemimpin yang lebih bijaksana, lebih cerdas membaca situasi, dan dekat dengan masyarakat kecil,” katanya.
Dikatakan, pola komunikasi yang baik akan membantu kepolisian lebih cepat menangani berbagai persoalan, mulai dari penyalahgunaan narkotika, pencurian, hingga gangguan keamanan lainnya.
“Kami berharap kehadiran Kapolres baru benar-benar membawa dampak bagi terciptanya perdamaian di Mimika. Keamanan tidak cukup dibangun dengan penegakan hukum, tetapi juga dengan kepercayaan masyarakat kepada polisi,” tutup Marianus. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru









