ADVERTISEMENT
Selasa, September 22, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

Pencari Kerja Lokal Mimika Galang Seribu Rupiah, Sindir Lambannya Perda Perlindungan Tenaga Kerja

Aksi tersebut menjadi bentuk desakan kepada DPRK dan Pemerintah Kabupaten Mimika agar segera menghadirkan aturan yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja lokal.

7 Agustus 2026
0
Pencari Kerja Lokal Mimika Galang Seribu Rupiah, Sindir Lambannya Perda Perlindungan Tenaga Kerja

Aksi Gerakan Seribu Rupiah yang digelar Asosiasi Pencari Kerja Lokal Carstensz Mimika Papua (APELCAMI) di Jalan Cenderawasih (foto: rill/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Puluhan pencari kerja lokal di Mimika melakukan aksi simbolik dengan menggalang uang seribu rupiah dari masyarakat, Jumat 7 Agustus 2026.

Aksi tersebut menjadi bentuk desakan kepada DPRK dan Pemerintah Kabupaten Mimika agar segera menghadirkan aturan yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja lokal.

ADVERTISEMENT

Aksi Gerakan Seribu Rupiah yang digelar Asosiasi Pencari Kerja Lokal Carstensz Mimika Papua (APELCAMI) di Jalan Cenderawasih, dekat lampu merah SP2 itu mengusung pesan “Modal Bikin Perda/Perdasus Perlindungan dan Pemberdayaan Pencaker Lokal”.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Koordinator Lapangan APELCAMI, Geelvin Kafiar, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan karena persoalan pencari kerja lokal hingga kini belum mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Baca Juga

Cegah Permukiman Kumuh, Pemkab Mimika Dorong Penataan Sejak Dini

Dukung Smart Governance, Pemkab Mimika Mulai Wajibkan OPD Gunakan Tanda Tangan Elektronik

“Pemerintah jangan terus tidur. Jangan hanya memberikan retorika dan janji manis. Sudah saatnya bekerja nyata dengan menghadirkan Perda yang melindungi pencari kerja lokal,” tegas Geelvink.

Ia menyebut, banyak masyarakat lokal masih kesulitan mendapatkan pekerjaan meski aktivitas investasi di Mimika terus berkembang.

Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan kebijakan khusus agar masyarakat setempat mendapat kesempatan yang lebih besar.

“Kami bukan mencari panggung. Kami mencari solusi. Kalau pencari kerja lokal diberi kesempatan bekerja, ekonomi Mimika ikut bergerak dan angka kriminalitas bisa ditekan,” ujarnya.

Sementara itu, anggota APELCAMI, Uly Rumbararar, mengatakan uang yang terkumpul dari aksi tersebut akan digunakan untuk membantu penyusunan draf Peraturan Daerah (Perda) bersama akademisi dari Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura.

“Kami sedang membangun kerja sama dengan akademisi untuk menyusun draf Perda. Setelah itu kami akan mendorong agar DPRK segera membahas dan mengesahkannya,” katanya.

Uly mengungkapkan, berdasarkan data APELCAMI, jumlah pencari kerja lokal di Mimika diperkirakan mencapai sekitar 14 ribu orang. Padahal, Mimika merupakan salah satu daerah dengan investasi terbesar di Papua.

“Kami merasa seperti orang asing di tanah sendiri. Investasi terus masuk, tetapi keadilan dan transparansi dalam perekrutan tenaga kerja lokal belum kami rasakan,” ungkapnya.

APELCAMI berharap DPRK Mimika dan Pemkab Mimika segera mengambil langkah nyata melalui regulasi yang dapat menjamin keterlibatan tenaga kerja lokal dalam berbagai sektor pekerjaan.

Pantauan Koranpapua.id, aksi tersebut mendapat perhatian dari masyarakat. Sejumlah warga yang melintas turut memberikan dukungan dengan menyumbangkan uang dalam aksi penggalangan tersebut.

Melalui aksi sederhana mengumpulkan seribu rupiah, APELCAMI ingin menyampaikan pesan bahwa persoalan tenaga kerja lokal membutuhkan keberpihakan dan langkah nyata dari pemerintah. (*)

Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Cegah Permukiman Kumuh, Pemkab Mimika Dorong Penataan Sejak Dini

Cegah Permukiman Kumuh, Pemkab Mimika Dorong Penataan Sejak Dini

22 September 2026
Dukung Smart Governance, Pemkab Mimika Mulai Wajibkan OPD Gunakan Tanda Tangan Elektronik

Dukung Smart Governance, Pemkab Mimika Mulai Wajibkan OPD Gunakan Tanda Tangan Elektronik

22 September 2026
10 Rumah Layak Huni di Kampung Nawaripi Tetap untuk Warga Setempat, Ini Penjelasan Dinas

10 Rumah Layak Huni di Kampung Nawaripi Tetap untuk Warga Setempat, Ini Penjelasan Dinas

22 September 2026
Mimika Punya 11 Kawasan Kumuh, Pemkab Hanya Bisa Intervensi Tiga, Ini Daftarnya

Mimika Punya 11 Kawasan Kumuh, Pemkab Hanya Bisa Intervensi Tiga, Ini Daftarnya

22 September 2026
Pemkab Mimika Dorong TTE untuk Percepat Administrasi Pemerintahan

Pemkab Mimika Dorong TTE untuk Percepat Administrasi Pemerintahan

22 September 2026
Guru Seni Mimika Didorong Jadi Garda Terdepan Pelestarian Budaya Lokal

Guru Seni Mimika Didorong Jadi Garda Terdepan Pelestarian Budaya Lokal

22 September 2026

POPULER

  • Kecelakaan Tunggal di Depan Katedral Tiga Raja Timika, Pengendara Motor Tewas

    Kecelakaan Tunggal di Depan Katedral Tiga Raja Timika, Pengendara Motor Tewas

    543 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
  • Ketua Lemasa Sem Bukaleng Soroti Eksekusi Tanah SP 2, Minta Mediasi Dibuka Kembali

    538 shares
    Bagikan 215 Tweet 135
  • Di Tanah Kaya Emas, Kisah Benediktus, Pelajar di Mimika yang Mendulang demi Baju Sekolah

    528 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Demerina Menangis Saat Hendak Bercerita, Trauma Usai 20 Hari Disandera KKB

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
  • Diburu Berbulan-bulan, TN Terduga Pelaku Kekerasan Seksual di Kali Wania Ditangkap Polisi

    525 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • Pengemudi Lajuran Aris Sanda Tewas, Ditemukan dalam Mobil yang Terbakar

    521 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • PN Timika Eksekusi Lahan Sengketa di SP 2, Bangunan di Atas Tanah Dibongkar

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Aktivis HAM Tantang Kapolres Mimika: Berani Tegas di Kwamki Narama dan Tuntaskan Kasus Pembunuhan oleh Oknum Polisi 

Aktivis HAM Tantang Kapolres Mimika: Berani Tegas di Kwamki Narama dan Tuntaskan Kasus Pembunuhan oleh Oknum Polisi 

Aktivis HAM Tantang Kapolres Mimika: Berani Tegas di Kwamki Narama dan Tuntaskan Kasus Pembunuhan oleh Oknum Polisi 

14 Ribu Pencaker Lokal Menganggur, APELCAMI Tagih Keadilan: Mimika Dipenuhi Investasi, Tapi Anak Daerah Jadi Penonton

Aktivis HAM Tantang Kapolres Mimika: Berani Tegas di Kwamki Narama dan Tuntaskan Kasus Pembunuhan oleh Oknum Polisi 

38 Tahun Menanti Pengakuan Negara, 75 Pasangan OAP di Ohotya Akhirnya Kantongi Akta Perkawinan

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id