TIMIKA, Koranpapua.id– Puluhan pencari kerja lokal di Mimika melakukan aksi simbolik dengan menggalang uang seribu rupiah dari masyarakat, Jumat 7 Agustus 2026.
Aksi tersebut menjadi bentuk desakan kepada DPRK dan Pemerintah Kabupaten Mimika agar segera menghadirkan aturan yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja lokal.
Aksi Gerakan Seribu Rupiah yang digelar Asosiasi Pencari Kerja Lokal Carstensz Mimika Papua (APELCAMI) di Jalan Cenderawasih, dekat lampu merah SP2 itu mengusung pesan “Modal Bikin Perda/Perdasus Perlindungan dan Pemberdayaan Pencaker Lokal”.
Koordinator Lapangan APELCAMI, Geelvin Kafiar, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan karena persoalan pencari kerja lokal hingga kini belum mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
“Pemerintah jangan terus tidur. Jangan hanya memberikan retorika dan janji manis. Sudah saatnya bekerja nyata dengan menghadirkan Perda yang melindungi pencari kerja lokal,” tegas Geelvink.
Ia menyebut, banyak masyarakat lokal masih kesulitan mendapatkan pekerjaan meski aktivitas investasi di Mimika terus berkembang.

Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan kebijakan khusus agar masyarakat setempat mendapat kesempatan yang lebih besar.
“Kami bukan mencari panggung. Kami mencari solusi. Kalau pencari kerja lokal diberi kesempatan bekerja, ekonomi Mimika ikut bergerak dan angka kriminalitas bisa ditekan,” ujarnya.
Sementara itu, anggota APELCAMI, Uly Rumbararar, mengatakan uang yang terkumpul dari aksi tersebut akan digunakan untuk membantu penyusunan draf Peraturan Daerah (Perda) bersama akademisi dari Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura.
“Kami sedang membangun kerja sama dengan akademisi untuk menyusun draf Perda. Setelah itu kami akan mendorong agar DPRK segera membahas dan mengesahkannya,” katanya.
Uly mengungkapkan, berdasarkan data APELCAMI, jumlah pencari kerja lokal di Mimika diperkirakan mencapai sekitar 14 ribu orang. Padahal, Mimika merupakan salah satu daerah dengan investasi terbesar di Papua.
“Kami merasa seperti orang asing di tanah sendiri. Investasi terus masuk, tetapi keadilan dan transparansi dalam perekrutan tenaga kerja lokal belum kami rasakan,” ungkapnya.
APELCAMI berharap DPRK Mimika dan Pemkab Mimika segera mengambil langkah nyata melalui regulasi yang dapat menjamin keterlibatan tenaga kerja lokal dalam berbagai sektor pekerjaan.
Pantauan Koranpapua.id, aksi tersebut mendapat perhatian dari masyarakat. Sejumlah warga yang melintas turut memberikan dukungan dengan menyumbangkan uang dalam aksi penggalangan tersebut.
Melalui aksi sederhana mengumpulkan seribu rupiah, APELCAMI ingin menyampaikan pesan bahwa persoalan tenaga kerja lokal membutuhkan keberpihakan dan langkah nyata dari pemerintah. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru







