ADVERTISEMENT
Selasa, September 15, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

Pencari Kerja Lokal Mimika Galang Seribu Rupiah, Sindir Lambannya Perda Perlindungan Tenaga Kerja

Aksi tersebut menjadi bentuk desakan kepada DPRK dan Pemerintah Kabupaten Mimika agar segera menghadirkan aturan yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja lokal.

7 Agustus 2026
0
Pencari Kerja Lokal Mimika Galang Seribu Rupiah, Sindir Lambannya Perda Perlindungan Tenaga Kerja

Aksi Gerakan Seribu Rupiah yang digelar Asosiasi Pencari Kerja Lokal Carstensz Mimika Papua (APELCAMI) di Jalan Cenderawasih (foto: rill/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Puluhan pencari kerja lokal di Mimika melakukan aksi simbolik dengan menggalang uang seribu rupiah dari masyarakat, Jumat 7 Agustus 2026.

Aksi tersebut menjadi bentuk desakan kepada DPRK dan Pemerintah Kabupaten Mimika agar segera menghadirkan aturan yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja lokal.

ADVERTISEMENT

Aksi Gerakan Seribu Rupiah yang digelar Asosiasi Pencari Kerja Lokal Carstensz Mimika Papua (APELCAMI) di Jalan Cenderawasih, dekat lampu merah SP2 itu mengusung pesan “Modal Bikin Perda/Perdasus Perlindungan dan Pemberdayaan Pencaker Lokal”.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Koordinator Lapangan APELCAMI, Geelvin Kafiar, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan karena persoalan pencari kerja lokal hingga kini belum mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Baca Juga

Debu dan Asap Meningkat, Amungsa Faudesen Bagikan Masker ke Warga Mimika

20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penyanderaan Jila Akhirnya Dievakuasi ke Timika

“Pemerintah jangan terus tidur. Jangan hanya memberikan retorika dan janji manis. Sudah saatnya bekerja nyata dengan menghadirkan Perda yang melindungi pencari kerja lokal,” tegas Geelvink.

Ia menyebut, banyak masyarakat lokal masih kesulitan mendapatkan pekerjaan meski aktivitas investasi di Mimika terus berkembang.

Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan kebijakan khusus agar masyarakat setempat mendapat kesempatan yang lebih besar.

“Kami bukan mencari panggung. Kami mencari solusi. Kalau pencari kerja lokal diberi kesempatan bekerja, ekonomi Mimika ikut bergerak dan angka kriminalitas bisa ditekan,” ujarnya.

Sementara itu, anggota APELCAMI, Uly Rumbararar, mengatakan uang yang terkumpul dari aksi tersebut akan digunakan untuk membantu penyusunan draf Peraturan Daerah (Perda) bersama akademisi dari Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura.

“Kami sedang membangun kerja sama dengan akademisi untuk menyusun draf Perda. Setelah itu kami akan mendorong agar DPRK segera membahas dan mengesahkannya,” katanya.

Uly mengungkapkan, berdasarkan data APELCAMI, jumlah pencari kerja lokal di Mimika diperkirakan mencapai sekitar 14 ribu orang. Padahal, Mimika merupakan salah satu daerah dengan investasi terbesar di Papua.

“Kami merasa seperti orang asing di tanah sendiri. Investasi terus masuk, tetapi keadilan dan transparansi dalam perekrutan tenaga kerja lokal belum kami rasakan,” ungkapnya.

APELCAMI berharap DPRK Mimika dan Pemkab Mimika segera mengambil langkah nyata melalui regulasi yang dapat menjamin keterlibatan tenaga kerja lokal dalam berbagai sektor pekerjaan.

Pantauan Koranpapua.id, aksi tersebut mendapat perhatian dari masyarakat. Sejumlah warga yang melintas turut memberikan dukungan dengan menyumbangkan uang dalam aksi penggalangan tersebut.

Melalui aksi sederhana mengumpulkan seribu rupiah, APELCAMI ingin menyampaikan pesan bahwa persoalan tenaga kerja lokal membutuhkan keberpihakan dan langkah nyata dari pemerintah. (*)

Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Debu dan Asap Meningkat, Amungsa Faudesen Bagikan Masker ke Warga Mimika

Debu dan Asap Meningkat, Amungsa Faudesen Bagikan Masker ke Warga Mimika

14 September 2026
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penyanderaan Jila Akhirnya Dievakuasi ke Timika

20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penyanderaan Jila Akhirnya Dievakuasi ke Timika

14 September 2026
Pemkab Mimika Desak OPD Tuntaskan Penyaluran Dana Otsus DTI 2026

Pemkab Mimika Desak OPD Tuntaskan Penyaluran Dana Otsus DTI 2026

14 September 2026
Pemkab Mimika Siapkan 7.000 Hektare Lahan untuk Pengembangan Pertanian

Pemkab Mimika Kembali Optimalkan 500 Hektare Sawah Lama, Genjot Produksi Padi

14 September 2026
Pemkab Mimika Siapkan 7.000 Hektare Lahan untuk Pengembangan Pertanian

Pemkab Mimika Siapkan 7.000 Hektare Lahan untuk Pengembangan Pertanian

14 September 2026
Korban Penyanderaan di Jila Dievakuasi ke Timika, Kapolda: Trauma Masih Terlihat

Korban Penyanderaan di Jila Dievakuasi ke Timika, Kapolda: Trauma Masih Terlihat

14 September 2026

POPULER

  • Muhammad Ramadhani Meninggal,Keluarga Palang Jalan

    Muhammad Ramadhani Meninggal,Keluarga Palang Jalan

    617 shares
    Bagikan 247 Tweet 154
  • Bermodal Nomor Togel, 3 Pelaku Hipnotis Korban dan Kuras Uang di Sentani

    604 shares
    Bagikan 242 Tweet 151
  • Tiga Petugas Tewas Ditembak OTK Saat Distribusi Bahan Pangan di Jayawijaya

    572 shares
    Bagikan 229 Tweet 143
  • Polisi Beberkan Kronologi Penembakan Tiga Pegawai Dinas Pertanian di Jayawijaya

    564 shares
    Bagikan 226 Tweet 141
  • Penikaman di KM 10 Mimika Diduga Dipicu Rokok, Polisi Buru Pelaku

    554 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Pria Ditemukan Tewas di Jalan Kelimutu Timika, Motor dan HP Diduga Dibawa Pelaku

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Kronologi Penikaman Ramadhani, Polisi Selidiki Motif

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
Next Post
Aktivis HAM Tantang Kapolres Mimika: Berani Tegas di Kwamki Narama dan Tuntaskan Kasus Pembunuhan oleh Oknum Polisi 

Aktivis HAM Tantang Kapolres Mimika: Berani Tegas di Kwamki Narama dan Tuntaskan Kasus Pembunuhan oleh Oknum Polisi 

Aktivis HAM Tantang Kapolres Mimika: Berani Tegas di Kwamki Narama dan Tuntaskan Kasus Pembunuhan oleh Oknum Polisi 

14 Ribu Pencaker Lokal Menganggur, APELCAMI Tagih Keadilan: Mimika Dipenuhi Investasi, Tapi Anak Daerah Jadi Penonton

Aktivis HAM Tantang Kapolres Mimika: Berani Tegas di Kwamki Narama dan Tuntaskan Kasus Pembunuhan oleh Oknum Polisi 

38 Tahun Menanti Pengakuan Negara, 75 Pasangan OAP di Ohotya Akhirnya Kantongi Akta Perkawinan

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id