ADVERTISEMENT
Jumat, November 6, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

Mimika Punya 11 Kawasan Kumuh, Pemkab Hanya Bisa Intervensi Tiga, Ini Daftarnya

“Jadi permukiman kumuh itu bukan hanya dilihat dari rumah kumuhnya, tidak. Jadi semua terintegrasi di situ, dari jalannya, kemudian lingkungannya, kemudian apalagi drainasenya,” katanya.

22 September 2026
0
Mimika Punya 11 Kawasan Kumuh, Pemkab Hanya Bisa Intervensi Tiga, Ini Daftarnya

Kepala DPKPP Kabupaten Mimika, Abriyanti Nuhuyanan. (foto: Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Mimika mencatat terdapat 11 kawasan yang masuk dalam kategori permukiman kumuh di Mimika.

Namun, berdasarkan pembagian kewenangan penanganan, pemerintah kabupaten hanya dapat melakukan intervensi pada kawasan dengan luasan di bawah 10 hektare.

Kepala DPKPP Kabupaten Mimika, Abriyanti Nuhuyanan, mengatakan dari data kawasan kumuh yang telah ditetapkan pemerintah daerah, terdapat tiga kawasan dengan luasan yang berada dalam kewenangan pemerintah kabupaten, yakni Pomako seluas 3,60 hektare, Sempan 8,01 hektare, dan Nawaripi 6,06 hektare.

“Jadi SK daerah kumuh itu bisa diintervensi oleh kami dari kabupaten kalau itu luasannya di bawah 10 hektar. Di atas 10 hektar sampai dengan 15 itu harus diintervensi oleh pemerintah provinsi, sementara di atas 15 hektar itu intervensinya pusat,” kata Abriyanti disela sosialisasi penyadaran publik tentang pencegahan tumbuh dan berkembangnya permukiman kumuh di Timika, Selasa 22 September 2026.

Baca Juga

Satgas Pasgat Kenyam Beli Hasil Kebun Warga, Pererat Hubungan dengan Masyarakat Nduga

BRIDA Mimika Usung Dua Inovasi di IGA 2026, Ini Manfaatnya

Namun, dari tiga kawasan tersebut lanjut dia, Pemkab Mimika saat ini baru dapat melakukan intervensi di Sempan dan Nawaripi. Kawasan Pomako belum dapat ditangani karena persoalan status tanah.

“Dari tiga lokasi ini, yang bisa kita intervensi adalah dua lokasi Sempan dengan Nawaripi, karena di Pemako ini terkait dengan status tanahnya, kita tidak bisa intervensi di situ,” ujarnya.

Abriyanti menjelaskan, penetapan suatu kawasan sebagai permukiman kumuh tidak hanya didasarkan pada kondisi rumah. Penilaiannya mencakup kondisi kawasan secara keseluruhan, termasuk jalan, lingkungan, dan drainase.

“Jadi permukiman kumuh itu bukan hanya dilihat dari rumah kumuhnya, tidak. Jadi semua terintegrasi di situ, dari jalannya, kemudian lingkungannya, kemudian apalagi drainasenya,” katanya.

Ia menyebut penetapan kawasan kumuh dilakukan berdasarkan sejumlah persyaratan dan kajian, termasuk kajian dalam dokumen RP2KPKP.

Berdasarkan data DPKPP, sejumlah kawasan yang masuk kategori permukiman kumuh antara lain Pomako, Hangaitji SP2, Pasar Sentral, Kwamki Baru, Kebun Sirih, Kawasan Perintis, Inauga, Sempan, dan Nawaripi.

Abriyanti mengatakan pembagian kewenangan tersebut membuat penanganan kawasan kumuh perlu melibatkan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, terutama untuk kawasan yang berada di luar kewenangan kabupaten.

“Kita tidak bisa mengintervensi apa yang menjadi tugasnya, kewenangan provinsi dan pusat,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejauh ini terdapat intervensi pemerintah melalui Balai Perumahan di Jayapura berupa pembangunan fasilitas MCK di kawasan Hangaitji dan Pasar Sentral.

Sementara itu, DPKPP berharap penanganan kawasan kumuh ke depan dapat dilakukan secara terpadu dengan melibatkan organisasi perangkat daerah lainnya, sehingga tidak hanya menyasar rumah, tetapi juga infrastruktur lingkungan seperti jalan dan drainase. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Penembakan Brigpol Ronald Enok

Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Penembakan Brigpol Ronald Enok

6 November 2026
Kontak Tembak di Yahukimo, TNI Amankan Senjata dan Amunisi

Kontak Tembak di Yahukimo, TNI Amankan Senjata dan Amunisi

6 November 2026
Satgas Pasgat Kenyam Beli Hasil Kebun Warga, Pererat Hubungan dengan Masyarakat Nduga

Satgas Pasgat Kenyam Beli Hasil Kebun Warga, Pererat Hubungan dengan Masyarakat Nduga

5 November 2026
BRIDA Mimika Usung Dua Inovasi di IGA 2026, Ini Manfaatnya

BRIDA Mimika Usung Dua Inovasi di IGA 2026, Ini Manfaatnya

5 November 2026
Mimika Usung SA ANTAR KO dan AMOLE Dinsos di IGA 2026

Mimika Usung SA ANTAR KO dan AMOLE Dinsos di IGA 2026

5 November 2026
Anggaran KKT II Mimika Melebihi Pagu, Wabup Minta Evaluasi

Anggaran KKT II Mimika Melebihi Pagu, Wabup Minta Evaluasi

5 November 2026

POPULER

  • Mimika Catat 326 Kasus Baru HIV, Terbanyak pada Usia 20–24 Tahun

    Mimika Catat 326 Kasus Baru HIV, Terbanyak pada Usia 20–24 Tahun

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • TPNPB Klaim Eksekusi Tiga Perempuan di Dekai, Ancam Operasi Lanjutan

    557 shares
    Bagikan 223 Tweet 139
  • 28 Ibu Hamil di Mimika Positif HIV, 24 Orang Telah Jalani Pengobatan ARV

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Sehari Setelah Jadi Tersangka, Listyo Sigit Dicopot dari Jabatan KSP

    525 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • ASN Korban Penikaman di Ilaga Dievakuasi ke Timika, Pisau Masih Tertancap

    525 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • Dua Pekerja Sumur di Mimika Tewas Saat Hendak Memperdalam Sumur

    525 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • Polisi Ungkap Kronologi Pembakaran Mobil Anggota Brimob di Kwamki Narama

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
Next Post
10 Rumah Layak Huni di Kampung Nawaripi Tetap untuk Warga Setempat, Ini Penjelasan Dinas

10 Rumah Layak Huni di Kampung Nawaripi Tetap untuk Warga Setempat, Ini Penjelasan Dinas

Dukung Smart Governance, Pemkab Mimika Mulai Wajibkan OPD Gunakan Tanda Tangan Elektronik

Dukung Smart Governance, Pemkab Mimika Mulai Wajibkan OPD Gunakan Tanda Tangan Elektronik

Cegah Permukiman Kumuh, Pemkab Mimika Dorong Penataan Sejak Dini

Cegah Permukiman Kumuh, Pemkab Mimika Dorong Penataan Sejak Dini

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id