ADVERTISEMENT
Sabtu, Agustus 8, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Harga Bahan Bangunan di Timika Melonjak, Pemilik Toko Mengeluh Omzet Turun Drastis

Imbasnya juga akan berdampak terhadap pekerjaan kontraktor lokal hingga sektor konstruksi secara keseluruhan yang berpotensi mengalami perlambatan akibat meningkatnya biaya pembangunan.

22 Juli 2026
0
KPU Mimika Perkuat Validasi Data Pemilih di TPS Khusus Freeport, Mobilitas Ribuan Karyawan Jadi Tantangan Utama

Berbagai bahan bangunan yang dijual di beberapa toko di Timika. (foto:redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id – Kenaikan harga bahan bangunan dalam dua bulan terakhir mulai dirasakan pelaku usaha di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Tidak hanya berdampak pada meningkatnya harga jual berbagai material, kondisi ini juga menyebabkan penurunan omzet penjualan dan berkurangnya daya beli masyarakat.

ADVERTISEMENT

Tiga pemilik toko bangunan di Timika yang ditemui Koranpapua.id, Rabu 22 Juli 2026 mengeluhkan hal yang sama.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Mereka mengaku aktivitas penjualan kini jauh lebih sepi dibandingkan sebelumnya, karena hampir seluruh jenis bahan bangunan mengalami kenaikan harga.

Baca Juga

Pencari Kerja Lokal Mimika Galang Seribu Rupiah, Sindir Lambannya Perda Perlindungan Tenaga Kerja

Hampir 30 Tahun Menjahit Sepatu di Timika, Pa Kumis Bertahan di Tengah Penertiban

Pemilik Toko Lia mengatakan, kenaikan harga mulai terasa sejak sekitar dua bulan terakhir dan memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan usaha.

“Pengaruhnya sangat terasa. Omzet kami turun cukup banyak karena hampir semua bahan bangunan mengalami kenaikan harga. Akibatnya pembeli juga mulai mengurangi pembelian,” ujarnya.

Menurutnya, sebelum terjadi kenaikan harga, kondisi penjualan relatif stabil. Namun setelah harga berbagai material naik, usaha toko bangunan ikut terdampak.

“Setelah ada kenaikan harga barang dari distributor dan pabrik maka harga jual di Timika juga ikut naik. Kami sebagai penjual hanya menyesuaikan harga yang sudah ditetapkan pemasok,” jelasnya.

Ia mencontohkan beberapa produk yang mengalami kenaikan, mulai dari semen, kloset, cat, hingga berbagai bahan bangunan lainnya.

Harga cat, terutama cat campuran dengan warna tertentu, kini harus disesuaikan berdasarkan daftar harga terbaru dari pabrik.

“Hampir semua produk naik. Cat naik, material sanitasi naik, dan bahan bangunan lainnya juga ikut naik. Kami tidak bisa menentukan harga sendiri karena semuanya mengikuti harga dari distributor maupun pabrik,” katanya.

Kenaikan harga tersebut dinilai berkaitan dengan meningkatnya biaya distribusi dan transportasi, termasuk dampak dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Kondisi ini membuat biaya operasional usaha semakin tinggi.

Berbagai bahan bangunan yang dijual di beberapa toko di Timika. (foto:redaksi/koranpapua.id)

Selain menghadapi penurunan omzet, para pemilik toko juga mengaku sering menerima keluhan dari pelanggan yang terkejut dengan harga material yang terus meningkat.

“Pembeli banyak yang mengeluh karena harga sekarang lebih mahal. Kami selalu menjelaskan bahwa kenaikan ini bukan karena toko menaikkan harga sendiri, tetapi memang harga dari pabrik dan distributor sudah naik,” ungkapnya.

Para pelaku usaha berharap pemerintah tidak hanya memperhatikan stabilitas harga kebutuhan pokok.

Tetapi juga memberikan perhatian terhadap harga bahan bangunan yang memiliki pengaruh besar terhadap sektor konstruksi dan perekonomian daerah.

“Pemerintah bisa mengendalikan harga agar kembali normal seperti sebelumnya. Selama ini perhatian lebih banyak tertuju pada harga bahan makanan,” usulnya.

“Padahal kenaikan harga bahan bangunan juga sangat berdampak terhadap usaha kami, karyawan, dan masyarakat yang sedang membangun rumah,” pungkasnya.

Para pemilik toko menilai apabila kenaikan harga terus berlanjut, bukan hanya toko bangunan yang terdampak, tetapi juga masyarakat yang berencana membangun atau merenovasi rumah.

Imbasnya juga akan berdampak terhadap pekerjaan kontraktor lokal hingga sektor konstruksi secara keseluruhan yang berpotensi mengalami perlambatan akibat meningkatnya biaya pembangunan. (*)

Penulis: Ril Minggu

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Pencari Kerja Lokal Mimika Galang Seribu Rupiah, Sindir Lambannya Perda Perlindungan Tenaga Kerja

Pencari Kerja Lokal Mimika Galang Seribu Rupiah, Sindir Lambannya Perda Perlindungan Tenaga Kerja

7 Agustus 2026
Ganja 735 Gram Disembunyikan di Dalam Sepatu, Satgas Pasgat Gagalkan Pengiriman ke Sorong

Ganja 735 Gram Disembunyikan di Dalam Sepatu, Satgas Pasgat Gagalkan Pengiriman ke Sorong

7 Agustus 2026
Hampir 30 Tahun Menjahit Sepatu di Timika, Pa Kumis Bertahan di Tengah Penertiban

Hampir 30 Tahun Menjahit Sepatu di Timika, Pa Kumis Bertahan di Tengah Penertiban

7 Agustus 2026
Lima Kali Tak Berangkat, 22 Calon Jemaah Haji Mimika Terancam Dihapus dari Sistem

Lima Kali Tak Berangkat, 22 Calon Jemaah Haji Mimika Terancam Dihapus dari Sistem

7 Agustus 2026
PN Timika Tunda Eksekusi Sengketa Tanah SP II Demi Keamanan, Putusan Tetap Inkrah

PN Timika Tunda Eksekusi Sengketa Tanah SP II Demi Keamanan, Putusan Tetap Inkrah

7 Agustus 2026
DLH Sibuk Sosialisasi AMDALnet, Sampah Timika Tak Kunjung Teratasi: Kepala Dinas Akui Belum Ada Solusi

DLH Sibuk Sosialisasi AMDALnet, Sampah Timika Tak Kunjung Teratasi: Kepala Dinas Akui Belum Ada Solusi

7 Agustus 2026

POPULER

  • Oknum Polisi Tembak Warga di Timika, Kapolres Ungkap Dugaan Perselingkuhan Jadi Motif

    Oknum Polisi Tembak Warga di Timika, Kapolres Ungkap Dugaan Perselingkuhan Jadi Motif

    662 shares
    Bagikan 265 Tweet 166
  • Pria 37 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Timika, Penyebab Belum Diketahui

    573 shares
    Bagikan 229 Tweet 143
  • Lima Pekerja Proyek Jalan PT SHJ Tewas Ditembak di Tolikara, Satu Korban Belum Dievakuasi

    545 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • APBD Triliunan: Mama Martina Bertahan dengan Anyaman Papua di Tengah Minimnya Perhatian Pemkab Mimika

    541 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Polres Mimika Tolak Izin Demo KNPB 3 Agustus, Massa Terancam Ditangkap Jika Memaksa

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
  • Pulihkan Pendidikan Wa Banti, Freeport Bangun PAUD dan SD Dua Lantai Beroperasi 2027

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Kecelakaan Tunggal di Jalan Irigasi Timika, Pengendara Kabur Tinggalkan Motor

    535 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
Next Post
KPU Mimika Perkuat Validasi Data Pemilih di TPS Khusus Freeport, Mobilitas Ribuan Karyawan Jadi Tantangan Utama

Festival Budaya Nasional di Lombok: Pemkab Gelontorkan Rp2,5 Miliar Dukung Persiapan Sanggar Seni di Mimika

BRIDA Mimika Dorong Perlindungan HKI: Siapkan Sentra Kekayaan Intelektual, Lindungi Inovasi dan Budaya Lokal

BRIDA Mimika Dorong Perlindungan HKI: Siapkan Sentra Kekayaan Intelektual, Lindungi Inovasi dan Budaya Lokal

78 TK di Mimika Semarakkan Hari Anak Nasional Lewat Pawai Budaya Nusantara

78 TK di Mimika Semarakkan Hari Anak Nasional Lewat Pawai Budaya Nusantara

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id