ADVERTISEMENT
Kamis, Oktober 22, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Harga Bahan Bangunan di Timika Melonjak, Pemilik Toko Mengeluh Omzet Turun Drastis

Imbasnya juga akan berdampak terhadap pekerjaan kontraktor lokal hingga sektor konstruksi secara keseluruhan yang berpotensi mengalami perlambatan akibat meningkatnya biaya pembangunan.

22 Juli 2026
0
KPU Mimika Perkuat Validasi Data Pemilih di TPS Khusus Freeport, Mobilitas Ribuan Karyawan Jadi Tantangan Utama

Berbagai bahan bangunan yang dijual di beberapa toko di Timika. (foto:redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id – Kenaikan harga bahan bangunan dalam dua bulan terakhir mulai dirasakan pelaku usaha di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Tidak hanya berdampak pada meningkatnya harga jual berbagai material, kondisi ini juga menyebabkan penurunan omzet penjualan dan berkurangnya daya beli masyarakat.

Tiga pemilik toko bangunan di Timika yang ditemui Koranpapua.id, Rabu 22 Juli 2026 mengeluhkan hal yang sama.

Mereka mengaku aktivitas penjualan kini jauh lebih sepi dibandingkan sebelumnya, karena hampir seluruh jenis bahan bangunan mengalami kenaikan harga.

Baca Juga

Seribu Pelajar Mimika Bakal Belajar Tanggap Darurat Lewat IFRC 2026

Freeport Gelar IFRC 2026 di Mimika, 17 Tim Adu Kemampuan

Pemilik Toko Lia mengatakan, kenaikan harga mulai terasa sejak sekitar dua bulan terakhir dan memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan usaha.

“Pengaruhnya sangat terasa. Omzet kami turun cukup banyak karena hampir semua bahan bangunan mengalami kenaikan harga. Akibatnya pembeli juga mulai mengurangi pembelian,” ujarnya.

Menurutnya, sebelum terjadi kenaikan harga, kondisi penjualan relatif stabil. Namun setelah harga berbagai material naik, usaha toko bangunan ikut terdampak.

“Setelah ada kenaikan harga barang dari distributor dan pabrik maka harga jual di Timika juga ikut naik. Kami sebagai penjual hanya menyesuaikan harga yang sudah ditetapkan pemasok,” jelasnya.

Ia mencontohkan beberapa produk yang mengalami kenaikan, mulai dari semen, kloset, cat, hingga berbagai bahan bangunan lainnya.

Harga cat, terutama cat campuran dengan warna tertentu, kini harus disesuaikan berdasarkan daftar harga terbaru dari pabrik.

“Hampir semua produk naik. Cat naik, material sanitasi naik, dan bahan bangunan lainnya juga ikut naik. Kami tidak bisa menentukan harga sendiri karena semuanya mengikuti harga dari distributor maupun pabrik,” katanya.

Kenaikan harga tersebut dinilai berkaitan dengan meningkatnya biaya distribusi dan transportasi, termasuk dampak dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Kondisi ini membuat biaya operasional usaha semakin tinggi.

Berbagai bahan bangunan yang dijual di beberapa toko di Timika. (foto:redaksi/koranpapua.id)

Selain menghadapi penurunan omzet, para pemilik toko juga mengaku sering menerima keluhan dari pelanggan yang terkejut dengan harga material yang terus meningkat.

“Pembeli banyak yang mengeluh karena harga sekarang lebih mahal. Kami selalu menjelaskan bahwa kenaikan ini bukan karena toko menaikkan harga sendiri, tetapi memang harga dari pabrik dan distributor sudah naik,” ungkapnya.

Para pelaku usaha berharap pemerintah tidak hanya memperhatikan stabilitas harga kebutuhan pokok.

Tetapi juga memberikan perhatian terhadap harga bahan bangunan yang memiliki pengaruh besar terhadap sektor konstruksi dan perekonomian daerah.

“Pemerintah bisa mengendalikan harga agar kembali normal seperti sebelumnya. Selama ini perhatian lebih banyak tertuju pada harga bahan makanan,” usulnya.

“Padahal kenaikan harga bahan bangunan juga sangat berdampak terhadap usaha kami, karyawan, dan masyarakat yang sedang membangun rumah,” pungkasnya.

Para pemilik toko menilai apabila kenaikan harga terus berlanjut, bukan hanya toko bangunan yang terdampak, tetapi juga masyarakat yang berencana membangun atau merenovasi rumah.

Imbasnya juga akan berdampak terhadap pekerjaan kontraktor lokal hingga sektor konstruksi secara keseluruhan yang berpotensi mengalami perlambatan akibat meningkatnya biaya pembangunan. (*)

Penulis: Ril Minggu

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Seribu Pelajar Mimika Bakal Belajar Tanggap Darurat Lewat IFRC 2026

Seribu Pelajar Mimika Bakal Belajar Tanggap Darurat Lewat IFRC 2026

21 Oktober 2026
Freeport Gelar IFRC 2026 di Mimika, 17 Tim Adu Kemampuan

Freeport Gelar IFRC 2026 di Mimika, 17 Tim Adu Kemampuan

21 Oktober 2026
Sambut HUT ke-79 Korpasgat, Satgas Pasgat Manggellum Berbagi Makanan dan Layani Kesehatan Warga

Sambut HUT ke-79 Korpasgat, Satgas Pasgat Manggellum Berbagi Makanan dan Layani Kesehatan Warga

21 Oktober 2026
APELPA Desak Pemkab dan DPRK Mimika Audit Pelatihan Kerja Dana Otsus Rp12 Miliar

APELPA Desak Pemkab dan DPRK Mimika Audit Pelatihan Kerja Dana Otsus Rp12 Miliar

21 Oktober 2026
Donor Darah HUT ke-75 Humas Polri, Polda Papua Kumpulkan 84 Kantong

Donor Darah HUT ke-75 Humas Polri, Polda Papua Kumpulkan 84 Kantong

21 Oktober 2026
Kesbangpol Mimika Bekali 200 ASN untuk Perkuat Kesadaran Bela Negara

Kesbangpol Mimika Bekali 200 ASN untuk Perkuat Kesadaran Bela Negara

21 Oktober 2026

POPULER

  • Pastor Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Dasar Kolam Renang Kuala Kencana, Nyawanya Tak Tertolong

    Pastor Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Dasar Kolam Renang Kuala Kencana, Nyawanya Tak Tertolong

    648 shares
    Bagikan 259 Tweet 162
  • Gaji ASN Lewat Kopdes, BPKAD Mimika Tunggu Aturan Resmi

    623 shares
    Bagikan 249 Tweet 156
  • DPMK Mimika Dorong 133 Kampung Susun Program Prioritas 2027

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Waspada Kabut Asap Karhutla dan El Niño

    525 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • Kepala Puskesmas Atuka Apresiasi Monev Dinkes Mimika, Dorong Perbaikan Layanan

    518 shares
    Bagikan 207 Tweet 130
  • Baru Satu Sekolah Ajukan PJJ, Disdik Mimika Pantau Kondisi Siswa

    515 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
  • Waspada Influenza! Kenali 8 Gejala dan Cara Mencegahnya

    514 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
Next Post
KPU Mimika Perkuat Validasi Data Pemilih di TPS Khusus Freeport, Mobilitas Ribuan Karyawan Jadi Tantangan Utama

Festival Budaya Nasional di Lombok: Pemkab Gelontorkan Rp2,5 Miliar Dukung Persiapan Sanggar Seni di Mimika

BRIDA Mimika Dorong Perlindungan HKI: Siapkan Sentra Kekayaan Intelektual, Lindungi Inovasi dan Budaya Lokal

BRIDA Mimika Dorong Perlindungan HKI: Siapkan Sentra Kekayaan Intelektual, Lindungi Inovasi dan Budaya Lokal

78 TK di Mimika Semarakkan Hari Anak Nasional Lewat Pawai Budaya Nusantara

78 TK di Mimika Semarakkan Hari Anak Nasional Lewat Pawai Budaya Nusantara

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id