TIMIKA, Koranpapua.id – Upaya membangun generasi sehat terus diperkuat di lingkungan sekolah. Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika bersama Puskesmas Wania menggelar Kampanye Aksi Bergizi di SMP Negeri 8 Mimika, Jumat (4/9/2026).
Mengusung tema “Remaja Sehat, Bebas Anemia” kegiatan tersebut tidak sekadar memberikan edukasi tentang pola hidup sehat, tetapi juga mendorong kesadaran siswa untuk menjaga kesehatan sejak usia remaja.
Salah satu perhatian utama dalam kegiatan ini adalah kesehatan remaja putri melalui pemberian Tablet Tambah Darah (TTD). Para siswi diberikan pemahaman mengenai pentingnya zat besi bagi tubuh, terutama karena remaja putri mengalami menstruasi yang dapat meningkatkan kebutuhan zat besi.
Kepala SMP Negeri 8 Mimika, Tanis Sihombing, menegaskan sekolah siap menjadikan Aksi Bergizi sebagai bagian dari pembinaan kesehatan siswa secara berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Kami SMP Negeri 8 Mimika siap berkomitmen untuk menjalankan Aksi Bergizi berkelanjutan,” tegas Tanis saat diwawancarai Koranpapua.id usai kegiatan, Jumat (4/9/2026).
Menurut Tanis, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk membuka pemahaman siswa bahwa kesehatan merupakan bagian dari keberhasilan mereka dalam belajar dan beraktivitas.
Ia pun mengapresiasi Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika dan Puskesmas Wania yang telah melibatkan SMP Negeri 8 Mimika dalam program tersebut.
Tanis berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada satu kali kegiatan. Ia mendorong agar pemeriksaan kesehatan dan pemberian tablet tambah darah dapat dilakukan secara berkala sehingga manfaat program benar-benar dirasakan siswa.
“Ini bukan hanya sekali. Ke depan kami berharap ada kerja sama berkelanjutan dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas karena jumlah siswa kami cukup banyak dan membutuhkan pelayanan kesehatan secara rutin,” ujarnya.

Siswi Jadi Sasaran Utama Pencegahan Anemia
Dalam kegiatan Aksi Bergizi tersebut, sekitar 100 siswi dan 250 siswa laki-laki menjadi sasaran pemeriksaan kesehatan dan edukasi.
Khusus bagi siswi, pemberian TTD menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah anemia. Edukasi diberikan agar remaja putri tidak menganggap tablet tambah darah sebagai sekadar obat, melainkan sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi tubuh tetap sehat dan bugar.
Tanis menilai perhatian terhadap kesehatan remaja putri perlu diperkuat karena kebutuhan zat besi mereka meningkat, terutama ketika mengalami menstruasi.
“Anak-anak perempuan membutuhkan perhatian khusus karena mengalami siklus menstruasi. Karena itu pemberian tablet tambah darah menjadi bagian penting untuk menjaga kesehatan mereka,” jelasnya.
Menurutnya, remaja yang sehat akan lebih siap mengikuti proses pembelajaran, kegiatan sekolah maupun aktivitas lainnya.
Siswa Mulai Pahami Pentingnya Tablet Tambah Darah
Antusiasme juga terlihat dari para siswa yang mengikuti materi yang disampaikan tenaga kesehatan. Mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi turut menjawab pertanyaan dan berdiskusi mengenai kesehatan remaja.
Salah satu perwakilan siswi SMP Negeri 8 Mimika menilai edukasi mengenai tablet tambah darah penting karena masih ada remaja putri yang belum memahami manfaat maupun cara mengonsumsinya dengan benar.
Ia mengatakan kebutuhan zat besi perlu diperhatikan, khususnya saat menstruasi dan ketika harus menjalani aktivitas sekolah yang cukup padat.
“Teman-teman perempuan perlu tahu pentingnya tablet tambah darah. Saat menstruasi, tubuh membutuhkan tambahan zat besi. Karena itu tablet tambah darah harus dikonsumsi sesuai anjuran dan diminum dengan air putih,” ujarnya.
Dengan komitmen tersebut, Aksi Bergizi di SMP Negeri 8 Mimika diharapkan menjadi langkah awal membangun kesadaran kesehatan yang tidak hanya berlangsung sehari, tetapi menjadi kebiasaan siswa dalam kehidupan sehari-hari.*
Penulis: Ril Minggu







