TIMIKA, Koranpapua.id – Seorang pria, Eliu Hagabal, diduga menjadi korban penganiayaan menggunakan senjata tajam setelah dikejar sekelompok orang menggunakan mobil Toyota Avanza berwarna hitam di Jalan Freeport Lama, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Selasa 1 September 2026.
Eliu ditemukan dalam kondisi terluka dan bersimbah darah setelah diduga diserang oleh tiga orang yang turun dari mobil tersebut. Korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika untuk mendapatkan perawatan medis.
Kapolsek Kwamki Narama Iptu Yusak Sawaki mengatakan, kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 12.20 WIT. Saat itu, Eliu bersama Yolince Waker berboncengan dari Jalur 3, Kampung Olaroa, Distrik Kwamki Narama, menuju Timika.
Saat melintas di Jalan Tol sebelum bundaran CP 28, Yolince melihat sebuah mobil dari arah belakang yang disebut mengejar mereka. Ia kemudian meminta Eliu untuk memutar balik.
“Yolince Waker menyampaikan kepada Eliu Hagabal yang mengemudi motor bahwa ada mobil dari belakang yang mengejar kita berdua, agar Eliu Hagabal putar balik saja, namun Eliu Hagabal tidak menghiraukan,” kata Yusak.
Keduanya tetap melanjutkan perjalanan menuju Timika. Sesampainya di bundaran Bandara Lama, mobil tersebut kembali memepet sepeda motor yang mereka gunakan. Eliu masih berhasil menghindar dan melaju ke arah Timika.
Namun, pengejaran berlanjut. Ketika mobil tersebut kembali memepet sepeda motor untuk kedua kalinya, Eliu dan Yolince memilih berhenti lalu meninggalkan sepeda motor dan berlari menuju Jalan Freeport Lama.
Yolince kemudian melihat tiga orang turun dari mobil sambil membawa benda tajam. Ketiganya diduga melakukan kekerasan terhadap Eliu.
“Yolince melihat ada tiga orang yang turun dari mobil dengan membawa alat tajam kemudian melakukan kekerasan terhadap korban,” ujarnya.
Setelah kejadian tersebut, Eliu dibawa ke RSUD Kabupaten Mimika untuk mendapatkan pertolongan medis.
Saat ini Polisi masih menyelidiki kasus tersebut, termasuk mengejar identitas para pelaku dan mendalami motif penganiayaan. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru










