SITUBONDO, Koranpapua.id- Di tengah berkembangnya berbagai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Panji Lor, Kecamatan Panji, terdapat satu usaha yang tetap bertahan dengan mempertahankan resep dan cara pengolahan tradisional, yakni produksi cincau milik Pak Zen.
Usaha rumahan tersebut menjadi salah satu potensi lokal Desa Panji Lor. Produk cincau yang dihasilkan tidak hanya dipasarkan di wilayah Situbondo, tetapi juga telah menjangkau Kabupaten Bondowoso.
Potensi itu menarik perhatian mahasiswa KKN Universitas Jember (UNEJ) Kolaboratif Desa Panji Lor.
Didampingi Kepala Dusun Krajan Timur, Syaiful Adam atau yang akrab disapa Pak Agam, para mahasiswa mengunjungi tempat produksi cincau, untuk melihat dari dekat proses produksi pada Rabu 15 Juli 2026.
Dalam kunjungan itu, mahasiswa berbincang langsung dengan Pak Zen sekaligus melihat tahapan pembuatan cincau. Pak Zen menceritakan bahwa usaha tersebut merupakan warisan keluarga yang telah dijalankan secara turun-temurun.
Resep, teknik pengolahan, hingga cara menjaga kualitas produk terus dipertahankan dari generasi ke generasi. Menurutnya, cara tradisional inilah yang membuat cincau Panji Lor memiliki cita rasa dan karakter tersendiri.
Proses produksi dimulai dengan memilih daun cincau berkualitas. Daun kemudian dicuci hingga bersih dan direbus menggunakan takaran tertentu untuk memperoleh sari daun.
Setelah itu, cairan melalui beberapa tahap penyaringan dan didinginkan hingga perlahan berubah menjadi cincau bertekstur kenyal.
Seluruh proses dilakukan secara teliti untuk menjaga rasa, tekstur, kebersihan, dan kualitas produk. Cincau yang telah siap kemudian dikemas dalam tong atau ember untuk dijual kepada pedagang pasar, distributor, pelaku usaha makanan dan minuman, serta masyarakat umum.
Keunggulan utama usaha ini terletak pada penggunaan daun cincau sebagai bahan baku alami. Dalam proses produksinya, Pak Zen tidak menggunakan bahan pengawet maupun bahan kimia sintetis.
Komitmen tersebut membuat produk cincau Panji Lor tetap diminati meskipun saat ini banyak bermunculan produk instan.
Bagi Pak Zen, mempertahankan bahan alami bukan sekadar menjaga cita rasa, tetapi juga menjadi bentuk tanggung jawab kepada pelanggan.
Kunjungan tersebut memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa KKN. Mereka tidak hanya melihat proses produksi, tetapi juga memahami perjuangan pelaku UMKM dalam menjaga usaha keluarga di tengah persaingan pasar yang terus berkembang.
Keberadaan usaha cincau Pak Zen menunjukkan bahwa UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian desa.
Di balik setiap ember cincau yang dipasarkan, tersimpan pengetahuan, keterampilan, dan ketekunan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Potensi tersebut perlu terus didukung melalui peningkatan kemasan, pemasaran digital, penguatan legalitas usaha, serta perluasan jaringan penjualan.
Dengan pendampingan yang tepat, cincau Panji Lor berpeluang semakin dikenal sebagai salah satu produk unggulan Desa Panji Lor. (Tim KKN Kolaboratif Desa Panji Lor)






