ADVERTISEMENT
Kamis, Juni 4, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Agama

PGI dan PKN-KiA Bahas Penguatan Respons Kemanusiaan di Papua, Dihadiri Pieter Van Der Will

Menjadikan gereja sebagai pusat advokasi kemanusiaan di Papua memberikan arah yang jelas bagi upaya-upaya pendampingan dan transformasi sosial yang sedang dibangun.

4 Juni 2026
0
PGI dan PKN-KiA Bahas Penguatan Respons Kemanusiaan di Papua, Dihadiri Pieter Van Der Will

Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menggelar pertemuan membahas penguatan kerja sama melalui Ugahari Project (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

JAKARTA, Koranpapua.id– Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menggelar pertemuan membahas penguatan kerja sama melalui Ugahari Project, khususnya dalam merespons berbagai persoalan kemanusiaan yang terus berlangsung di Tanah Papua.

Pertemuan yang berlangsung di Graha Oikoumene, Jakarta, pada Rabu 3 Juni 2026, juga dihadiri Pieter Van Der Will, perwakilan dari PKN dan Kerk in Actie (KiA).

ADVERTISEMENT

Pada pertemuan yang menjadi ruang dialog itu, PGI menegaskan bahwa situasi kemanusiaan di Papua merupakan persoalan yang sangat kompleks dan multidimensional sehingga membutuhkan pendekatan yang holistik dan berkelanjutan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sekretaris Umum PGI, Pdt. Darwin Darmawan, menyampaikan bahwa PGI memberikan perhatian yang sangat besar terhadap Papua dengan melibatkan seluruh bidang dan biro dalam upaya merespons berbagai persoalan yang terjadi.

Baca Juga

Tinjau Kawasan Pusat Pemerintahan, Ribka Haluk Dorong Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Papua Tengah

DJKN Papabaruku dan Kejati Papua Tandatangani PKS Penyusunan dan Penggunaan DKPB

“Persoalan kemanusiaan di Papua yang sangat multidimensional mengundang pendekatan yang lebih holistik,” ujar Pdt. Darwin seperti dilansir, Kamis 4 Juni 2026.

Terkait itu kata Pdt. Darwin, PGI memberikan perhatian yang sangat tinggi dengan melibatkan seluruh bidang dan biro untuk bergerak bersama mengapresiasi dan merespons berbagai persoalan yang terjadi di Papua.

Ia juga menyoroti fakta bahwa di tengah berbagai dinamika yang terjadi, gereja masih menjadi institusi yang paling dipercaya oleh masyarakat Papua.

Sementara itu, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah terus mengalami penurunan sehingga berbagai upaya dialog yang diharapkan dapat menjadi jalan penyelesaian sering kali menghadapi keterbatasan.

Pertemuan diawali dengan pemaparan hasil monitoring yang disampaikan oleh Biro Papua PGI.

Dalam presentasi tersebut dijelaskan bahwa konflik bersenjata dengan intensitas tinggi yang saat ini terjadi di sedikitnya sebelas wilayah di Papua tidak dapat dipahami sebagai peristiwa yang berdiri sendiri.

Konflik tersebut berakar pada persoalan struktural yang berkaitan dengan ketidakadilan politik, ekonomi, dan sosial yang telah berlangsung dalam waktu yang panjang.

Biro Papua juga menyoroti berbagai kebijakan pembangunan, termasuk sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN), yang dinilai belum sepenuhnya menempatkan masyarakat Papua sebagai subjek utama pembangunan.

Situasi tersebut turut memperdalam berbagai persoalan kemanusiaan yang saat ini dihadapi masyarakat setempat.

Sebagai respons terhadap krisis multidimensional tersebut, PGI bersama gereja-gereja di Papua, khususnya yang berada di wilayah terdampak konflik secara langsung, telah menginisiasi pembentukan HONAI sebagai rumah bersama gereja-gereja Papua dalam merespons isu kemanusiaan.

HONAI diharapkan berfungsi sebagai pusat koordinasi yang mencakup pengelolaan data, peningkatan kapasitas, penguatan jejaring, serta koordinasi multipihak dalam penanganan berbagai persoalan kemanusiaan di Papua.

Komitmen PGI dalam mendampingi pengembangan HONAI juga akan diperkuat melalui penyelenggaraan sebuah simposium yang diinisiasi oleh Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang), Biro Papua, dan Komisi Keadilan dan Perdamaian.

Simposium tersebut akan mempertemukan para pimpinan gereja di Papua serta berbagai lembaga oikumenis terkait untuk merumuskan strategi advokasi yang tidak hanya berfokus pada penanganan korban dan penyintas konflik.

Tetapi juga menggali akar-akar persoalan yang melatarbelakangi konflik agar dapat ditransformasikan secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, PGI juga menegaskan pentingnya peran media dalam mendukung agenda advokasi kemanusiaan di Papua.

Melalui Program Kaleidoskop yang dikembangkan bersama Litbang PGI, Yayasan Komunikasi Massa (YAKOMA) PGI akan terus mempromosikan suara dan advokasi gereja-gereja terkait berbagai persoalan kemanusiaan yang terjadi di Papua agar mendapatkan perhatian yang lebih luas dari publik.

Selain itu, penguatan jejaring ekumenis terus dilakukan sebagai bagian dari upaya membangun gerakan advokasi yang berkelanjutan.

PGI memandang bahwa kolaborasi lintas gereja, lembaga oikumenis, dan mitra internasional merupakan elemen penting dalam mendorong terwujudnya perdamaian yang adil dan bermartabat bagi masyarakat Papua.

Menanggapi berbagai inisiatif tersebut, Pieter Van Der Will menyampaikan apresiasi atas langkah-langkah yang telah dan akan dilakukan PGI.

Menurutnya, menjadikan gereja sebagai pusat advokasi kemanusiaan di Papua memberikan arah yang jelas bagi upaya-upaya pendampingan dan transformasi sosial yang sedang dibangun.

Pieter juga menekankan pentingnya peran PGI sebagai penghubung dan pengkonsolidasi berbagai jejaring ekumenis.

Menurutnya, kemampuan untuk menyatukan berbagai kekuatan gereja dan lembaga mitra akan menjadi modal penting dalam memperkuat advokasi kemanusiaan yang berkelanjutan di Papua.

Pertemuan ini menjadi penanda komitmen bersama antara PGI, PKN, dan KiA untuk terus memperkuat kerja sama dalam mendukung upaya-upaya kemanusiaan, perdamaian, dan keadilan bagi masyarakat Papua melalui pendekatan yang berbasis pada gereja, komunitas, dan jejaring ekumenis yang luas. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Pemda se-Tanah Papua Diinstruksikan Segera Rampungkan APBD dan RAP Otsus 2026

Tinjau Kawasan Pusat Pemerintahan, Ribka Haluk Dorong Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Papua Tengah

4 Juni 2026
DJKN Papabaruku dan Kejati Papua Tandatangani PKS Penyusunan dan Penggunaan DKPB

DJKN Papabaruku dan Kejati Papua Tandatangani PKS Penyusunan dan Penggunaan DKPB

4 Juni 2026
PGI dan PKN-KiA Bahas Penguatan Respons Kemanusiaan di Papua, Dihadiri Pieter Van Der Will

PGI dan PKN-KiA Bahas Penguatan Respons Kemanusiaan di Papua, Dihadiri Pieter Van Der Will

4 Juni 2026
Tingkatkan Derajat Kesehatan, Dinkes Mimika Gandeng Lembaga Adat dan Tokoh Masyarakat

Polres Mimika Musnahkan 296 Gram Sabu Senilai Hampir Rp1 Miliar

4 Juni 2026
Tingkatkan Derajat Kesehatan, Dinkes Mimika Gandeng Lembaga Adat dan Tokoh Masyarakat

Polisi Amankan Terduga Pelaku Perusakan Papan Imbauan Kamtibmas di Kali Wania SP3

4 Juni 2026
Tingkatkan Derajat Kesehatan, Dinkes Mimika Gandeng Lembaga Adat dan Tokoh Masyarakat

Tingkatkan Derajat Kesehatan, Dinkes Mimika Gandeng Lembaga Adat dan Tokoh Masyarakat

4 Juni 2026

POPULER

  • Tahun 2026 ASN Pemprov Papua Tengah Diingatkan Disiplin Waktu dan Tinggalkan Pola Kerja Berbelit-belit

    Pelajar SMP Negeri dan Swasta di Papua Tengah Bebas Biaya Pendidikan, Berlaku Tahun Ini

    840 shares
    Bagikan 336 Tweet 210
  • Bersembunyi di Timika, Pelaku Pencabulan Anak di Sikka Berhasil Ditangkap

    615 shares
    Bagikan 246 Tweet 154
  • PPDB 2026 Wajib Melalui Empat Jalur, Kadisdik Mimika Ingatkan Tidak Boleh Terima Titipan Pejabat

    587 shares
    Bagikan 235 Tweet 147
  • Prihatin! Satu Siswa SMP di Kota Timika Positif Narkotika

    571 shares
    Bagikan 228 Tweet 143
  • Ledakan Diduga Bom Terjadi di Biak, Lima Orang Tewas dan Tiga Lainnya Hilang

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Satgas ODC Ringkus ‘EK’ Anggota KKB Kodap VIII Intan Jaya, Ini Berbagai Aksi Kriminalnya

    528 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • SD Inpres Timika II Gelar Education Expo 2026, Tampilkan Inovasi Berbasis Kearifan Lokal Papua

    525 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
Next Post
DJKN Papabaruku dan Kejati Papua Tandatangani PKS Penyusunan dan Penggunaan DKPB

DJKN Papabaruku dan Kejati Papua Tandatangani PKS Penyusunan dan Penggunaan DKPB

Pemda se-Tanah Papua Diinstruksikan Segera Rampungkan APBD dan RAP Otsus 2026

Tinjau Kawasan Pusat Pemerintahan, Ribka Haluk Dorong Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Papua Tengah

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id