TIMIKA, Koranpapua.id- Seorang pelajar SMP di Kota Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah (nama dan asal sekolah sengaja kami tidak sebutkan), diduga terlibat dalam penyalahgunaan Narkotika Golongan I.
Satu dari tiga siswa yang diperiksa dinyatakan positif berdasarkan hasil tes urine yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Timika.
Dari data yang dihimpun media ini, peristiwa tersebut bermula dari laporan seorang guru pada Mei 2026 setelah menemukan benda mencurigakan di lingkungan sekolah.
Temuan itu kemudian ditindaklanjuti dengan memanggil orang tua dari tiga siswa yang diduga terlibat.
Namun, dalam pertemuan awal, hanya satu orang tua siswa yang hadir di sekolah.
Dari klarifikasi sementara, salah satu siswa mengaku menemukan benda tersebut di jalan sebelum membawanya ke sekolah.
Siswa lainnya diduga sempat menerima dan mencoba menggunakan benda itu di lingkungan sekolah.
Karena terdapat perbedaan keterangan, pihak sekolah kemudian berkoordinasi dengan BNN Timika untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Tak lama setelah menerima laporan, tim BNN melakukan pemeriksaan terhadap para siswa yang diduga terlibat.
Dari hasil tes urine, satu siswa dinyatakan positif mengandung zat Narkotika Golongan I, sementara dua siswa lainnya negatif.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BNN Timika, Ruslan Awumbas, membenarkan penanganan tersebut. Ia menyebut siswa yang bersangkutan kini menjalani proses rehabilitasi.
“Benar ada satu siswa. Saat ini dia sedang menjalani rehabilitasi,” kata Ruslan, Selasa 2 Juni 2026.
Ruslan mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak, terutama terkait pergaulan, aktivitas, dan penggunaan uang saku.
Menurut dia, lingkungan pergaulan menjadi faktor penting yang perlu diwaspadai agar pelajar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan Narkotika.
“Peran orang tua sangat penting, mulai dari memantau aktivitas anak, jam pulang, pergaulan, hingga penggunaan uang saku agar tidak berlebihan,” ujarnya.
Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan pihak terkait untuk proses pembinaan dan pencegahan di lingkungan sekolah. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru







