ADVERTISEMENT
Sabtu, Agustus 8, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Diwarnai Kontak Tembak, TNI Berhasil Evakuasi Jenazah Tiga Korban Penembakan di Yahukimo

Sebelum masuk ke sasaran, tim sudah mengumpulkan informasi, sehingga operasi dapat dilakukan secara efektif, efisien, dan terukur untuk menghindari korban masyarakat sipil.

23 Juli 2026
0
Diwarnai Kontak Tembak, TNI Berhasil Evakuasi Jenazah Tiga Korban Penembakan di Yahukimo

Proses Evakuasi Jenazah Warga Sipil, Korban Penembakan OPM di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id – Tiga jenazah warga sipil yang menjadi korban penembakan di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, berhasil dievakuasi pasukan TNI, setelah terlibat kontak tembak dengan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM), Kamis 23 Juli 2026.

Panglima Komando Operasi (Pangkoops) TNI Habema, Mayor Jenderal TNI Yudha Airlangga menyebut proses evakuasi dilakukan dua hari setelah insiden penembakan yang terjadi pada Selasa 21 Juli 2026.

ADVERTISEMENT

Dalam konferensi pers di Timika, Yudha menjelaskan korban diketahui bernama Yentinus Kogoya dan istrinya Pam Wendakme. Sementara seorang perempuan lainnya belum diketahui identitasnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Menurut Yudha, informasi mengenai insiden tersebut baru diterima TNI pada Rabu 22 Juli 2026. Setelah menerima laporan, pasukan segera dikerahkan menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 65 kilometer dari pusat Kabupaten Yahukimo.

Baca Juga

Pencari Kerja Lokal Mimika Galang Seribu Rupiah, Sindir Lambannya Perda Perlindungan Tenaga Kerja

Ganja 735 Gram Disembunyikan di Dalam Sepatu, Satgas Pasgat Gagalkan Pengiriman ke Sorong

“Kami baru mendapat informasi kemarin siang, kemudian segera mengerahkan pasukan untuk melaksanakan evakuasi. Jarak menuju Seradala sekitar 65 kilometer dengan medan dan cuaca yang cukup ekstrem,” kata Yudha.

Ia menjelaskan, saat proses penyisiran, tim evakuasi lebih dahulu menemukan jejak darah sekitar pukul 11.20 WIT.

Dua puluh menit kemudian, pasukan terlibat kontak tembak dengan kelompok bersenjata yang diduga telah menunggu kedatangan aparat.

“Sekitar pukul 11.40 terjadi kontak tembak dengan OPM. Mereka sudah menunggu kami, tetapi dapat kami antisipasi melalui tindakan yang cepat dan terukur sehingga jenazah berhasil dievakuasi sekitar pukul 11.50 WIT,” ujarnya.

Yudha mengaku menyaksikan langsung dokumentasi kondisi ketiga korban setelah kembali dari Yahukimo. Ia menyebut kondisi jenazah sangat memprihatinkan.

“Kami melihat jenazah ditemukan dalam kondisi yang sangat tidak manusiawi. Karena itu kami bersama Bupati Yahukimo mengecam keras dan mengutuk tindakan yang sangat biadab ini”.

Setelah berhasil dievakuasi, ketiga jenazah dibawa ke RSUD Yahukimo sekitar pukul 14.30 WIT untuk menjalani visum sebelum diserahkan kepada pihak keluarga dan aparat berwenang.

Yudha mengatakan situasi keamanan yang belum kondusif telah mengganggu aktivitas masyarakat di sejumlah distrik di Yahukimo.

Menurutnya, pelayanan kesehatan, pendidikan hingga aktivitas perekonomian warga ikut terdampak akibat gangguan kelompok separatis bersenjata.

Ia juga menyampaikan Bupati Yahukimo saat ini sedang berada di Jayapura untuk mengupayakan pembukaan kembali akses Bandara Perintis Baliggama yang sempat terhenti pascainsiden penembakan pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat, Nicholas Gosling.

Akibat terhentinya penerbangan berdampak pada akses ke daerah-daerah terpencil terputus sehingga layanan kesehatan, pendidikan, maupun distribusi hasil kebun masyarakat menjadi terhambat.

“Saat ini pasukan kami berada di sekitar landasan Baliggama untuk membantu memulihkan rasa aman masyarakat agar aktivitas kembali normal,” ujarnya.

Turunkan Dua Tim dengan Perlengkapan Khusus

Dalam kesempatan itu, Yudha menjelaskan bahwa operasi evakuasi hanya melibatkan dua tim dengan perlengkapan khusus.

Langkah tersebut dilakukan agar operasi berjalan efektif sekaligus meminimalkan risiko terhadap warga sipil.

Dikatakan, sebelum masuk ke sasaran, tim sudah mengumpulkan informasi, sehingga operasi dapat dilakukan secara efektif, efisien, dan terukur untuk menghindari korban masyarakat sipil.

Ia menambahkan, dari jejak darah ditemukan hingga proses evakuasi selesai hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit.

“Antara penemuan jejak darah pukul 11.20 sampai evakuasi pukul 11.50 hanya sekitar 30 menit. Pasukan kami mampu menganalisis medan dan jejak dengan baik sehingga proses evakuasi berlangsung cepat,” ujarnya.

Yudha menegaskan operasi pengejaran terhadap kelompok bersenjata masih terus dilakukan dengan tetap mengedepankan perlindungan terhadap warga sipil.

“Saat ini pasukan masih melaksanakan pengejaran dengan tetap memperhatikan keamanan masyarakat dan hak asasi manusia,” pungkasnya.

TNI akan terus berupaya mengembalikan stabilitas keamanan agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kegiatan lainnya secara normal.

Berdasarkan informasi awal yang diterima TNI, pelaku penembakan diduga berasal dari kelompok yang dipimpin Kopi Tua Heluka. Namun, Yudha menegaskan identitas pelaku masih terus didalami.

Bantah Tiga Korban Adalah Agen TNI

Ia juga membantah klaim OPM yang menyebut ketiga korban merupakan agen TNI.

“Tuduhan itu tidak benar. Keselamatan dan keamanan masyarakat Papua adalah perhatian utama kami. Baik WNI maupun WNA, semuanya menjadi prioritas untuk kami lindungi,” tegasnya.

Kelompok Berbeda dengan Pembakaran Pesawat

Menjawab pertanyaan wartawan mengenai kemungkinan keterkaitan pelaku penembakan warga dengan pelaku pembakaran pesawat di Bandara Perintis Baliggama, Yudha memastikan keduanya merupakan kelompok yang berbeda.

“Berbeda. Yang pembakaran pesawat masih dalam proses identifikasi. Kami tidak ingin terburu-buru karena setiap pengerahan pasukan harus dilakukan secara tepat dan memperhitungkan risiko terhadap masyarakat,” ujarnya.

Menutup keterangannya, Yudha menegaskan TNI tidak hanya mengedepankan pendekatan keamanan, tetapi juga pendekatan kesejahteraan dan teritorial untuk mendukung terwujudnya Papua yang damai.

“Kami berharap masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal. Karena itu kami mengamankan Bandara, jalan, jembatan, pasar, dan pusat-pusat pelayanan publik agar stabilitas keamanan dan perekonomian dapat pulih kembali,” pungkasnya. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Pencari Kerja Lokal Mimika Galang Seribu Rupiah, Sindir Lambannya Perda Perlindungan Tenaga Kerja

Pencari Kerja Lokal Mimika Galang Seribu Rupiah, Sindir Lambannya Perda Perlindungan Tenaga Kerja

7 Agustus 2026
Ganja 735 Gram Disembunyikan di Dalam Sepatu, Satgas Pasgat Gagalkan Pengiriman ke Sorong

Ganja 735 Gram Disembunyikan di Dalam Sepatu, Satgas Pasgat Gagalkan Pengiriman ke Sorong

7 Agustus 2026
Hampir 30 Tahun Menjahit Sepatu di Timika, Pa Kumis Bertahan di Tengah Penertiban

Hampir 30 Tahun Menjahit Sepatu di Timika, Pa Kumis Bertahan di Tengah Penertiban

7 Agustus 2026
Lima Kali Tak Berangkat, 22 Calon Jemaah Haji Mimika Terancam Dihapus dari Sistem

Lima Kali Tak Berangkat, 22 Calon Jemaah Haji Mimika Terancam Dihapus dari Sistem

7 Agustus 2026
PN Timika Tunda Eksekusi Sengketa Tanah SP II Demi Keamanan, Putusan Tetap Inkrah

PN Timika Tunda Eksekusi Sengketa Tanah SP II Demi Keamanan, Putusan Tetap Inkrah

7 Agustus 2026
DLH Sibuk Sosialisasi AMDALnet, Sampah Timika Tak Kunjung Teratasi: Kepala Dinas Akui Belum Ada Solusi

DLH Sibuk Sosialisasi AMDALnet, Sampah Timika Tak Kunjung Teratasi: Kepala Dinas Akui Belum Ada Solusi

7 Agustus 2026

POPULER

  • Oknum Polisi Tembak Warga di Timika, Kapolres Ungkap Dugaan Perselingkuhan Jadi Motif

    Oknum Polisi Tembak Warga di Timika, Kapolres Ungkap Dugaan Perselingkuhan Jadi Motif

    662 shares
    Bagikan 265 Tweet 166
  • Pria 37 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Timika, Penyebab Belum Diketahui

    573 shares
    Bagikan 229 Tweet 143
  • Lima Pekerja Proyek Jalan PT SHJ Tewas Ditembak di Tolikara, Satu Korban Belum Dievakuasi

    545 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • APBD Triliunan: Mama Martina Bertahan dengan Anyaman Papua di Tengah Minimnya Perhatian Pemkab Mimika

    541 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Polres Mimika Tolak Izin Demo KNPB 3 Agustus, Massa Terancam Ditangkap Jika Memaksa

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
  • Pulihkan Pendidikan Wa Banti, Freeport Bangun PAUD dan SD Dua Lantai Beroperasi 2027

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Kecelakaan Tunggal di Jalan Irigasi Timika, Pengendara Kabur Tinggalkan Motor

    535 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
Next Post
Gubernur Meki Nawipa: Komarudin Watubun Berperan Besar Penentuan Nabire Menjadi Ibukota Papua Tengah

Gubernur Meki Nawipa: Komarudin Watubun Berperan Besar Penentuan Nabire Menjadi Ibukota Papua Tengah

Rancang Solusi Pembangunan di Wilayah Transmigrasi, 144 Akademisi Diterjunkan ke Papua dan Sumatera

Rancang Solusi Pembangunan di Wilayah Transmigrasi, 144 Akademisi Diterjunkan ke Papua dan Sumatera

Gubernur Dominggus: Reforma Agraria Harus Menghormati Hak Masyarakat Hukum Adat

Gubernur Dominggus: Reforma Agraria Harus Menghormati Hak Masyarakat Hukum Adat

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id