TIMIKA, Koranpapua.id- Aksi Orang Tak Dikenal (OTK) kembali menimbulkan keresahan masyarakat Kota Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Sebuah mobil Toyota Calya yang digunakan sebagai taksi online Maxim menjadi sasaran pelemparan batu saat melintas di Jalan Poros Kwamki Narama, Mile 32, Sabtu 18 Juli 2026 sekitar pukul 22.45 WIT.
Akibat serangan tersebut, kaca belakang sebelah kiri kendaraan pecah. Beruntung, pengemudi berhasil menghindari situasi berbahaya dan selamat tanpa mengalami luka.
Berdasarkan informasi yang diterima Koranpapua.id, pengemudi berinisial A saat itu tengah dalam perjalanan dari Kota Timika menuju Mako Brimob Batalyon B Polda Papua Tengah di Mile 32 untuk menjemput seorang dokter.
Namun ketika melintas di kawasan pangkalan ojek dekat Kampung Damai, Distrik Kwamki Narama, mobil tersebut diduga dihadang oleh sekelompok orang yang berusaha melakukan pemalangan jalan.
Merasa keselamatannya terancam, pengemudi memutuskan tidak menghentikan kendaraan dan terus melaju.
Keputusan itu justru memicu aksi pengejaran. Sejumlah pelaku diduga mengejar mobil menggunakan sepeda motor sambil melemparkan batu ke arah kendaraan.
Salah satu batu menghantam kaca belakang sebelah kiri hingga pecah. Meski kendaraan mengalami kerusakan, pengemudi tetap melanjutkan perjalanan menuju Mile 32 untuk mencari perlindungan.
Setibanya di kawasan Mako Brimob, para pelaku menghentikan pengejaran dan berbalik arah.
Setelah memastikan kondisinya aman, pengemudi langsung mendatangi Pos Brimob Mile 32 untuk melaporkan kejadian tersebut.
Bersama personel Brimob, korban kemudian membuat laporan resmi ke pihak kepolisian.
Polisi Lakukan Penyelidikan
Kapolsek Kwamki Narama, Iptu Yusak Sawaki, membenarkan adanya insiden pelemparan terhadap kendaraan tersebut.
Menurutnya, personel Polsek segera menuju lokasi setelah menerima laporan. Namun, saat polisi tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP), para pelaku sudah melarikan diri.
“Benar, kami masih melakukan penyelidikan. Saat anggota tiba di lokasi untuk merespons laporan, para pelaku sudah tidak berada di TKP,” kata Yusak.
Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan korban, kendaraan memang sedang menuju Mako Brimob untuk menjemput seorang dokter ketika dihadang oleh sekelompok orang di sekitar pangkalan ojek Kampung Damai.
Karena menganggap situasi tidak aman, pengemudi memilih tidak berhenti sehingga para pelaku melakukan pengejaran dan melempari mobil dengan batu.
Polisi Buru Pelaku
Hingga Minggu 19 Juli 2026, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi para pelaku pelemparan.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Warga yang mengetahui identitas maupun keberadaan para pelaku diminta segera memberikan informasi kepada pihak kepolisian guna mempercepat proses pengungkapan kasus.
Peristiwa ini kembali menjadi sorotan karena menambah daftar aksi kriminal yang meresahkan pengguna jalan di wilayah Kwamki Narama.
Sekaligus memunculkan harapan agar aparat segera mengungkap pelaku dan meningkatkan pengamanan di jalur yang rawan terjadi gangguan keamanan. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru







