ADVERTISEMENT
Senin, September 14, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua

Proyek IPA Rp3,87 Miliar di SP5 Mimika Empat Tahun Mangkrak, Warga Belum Nikmati Air Bersih

“Kalau nanti ada iuran per bulan, masyarakat pasti siap karena air bersih memang sangat dibutuhkan. Yang penting airnya mengalir dulu. Selama ini kualitas air di SP 5 kurang baik”.

23 Juli 2026
0
Proyek IPA Rp3,87 Miliar di SP5 Mimika Empat Tahun Mangkrak, Warga Belum Nikmati Air Bersih

Proyek Instalasi Pengolahan Air (IPA) senilai Rp3,87 miliar yang dibangun di Kampung Limau Asri Timur (SP5), Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika saat ini masih mangkrak (foto: Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Harapan warga Kampung Limau Asri Timur (SP5), Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, untuk menikmati layanan air bersih dari proyek Instalasi Pengolahan Air (IPA) senilai Rp3,87 miliar, hingga kini belum juga terwujud.

Empat tahun setelah dibangun, fasilitas tersebut masih terbengkalai dan belum pernah menyalurkan setetes air ke rumah warga, meski sudah dilakukan perbaikan pasca beberapa pipa mengalami kebocoran.

ADVERTISEMENT

Proyek yang berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika itu secara fisik telah rampung.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Instalasi pengolahan air beserta jaringan pipa bahkan sudah tersambung hingga ke rumah-rumah penduduk.

Baca Juga

HUT ke-30 Mimika, Pemkab Siapkan Perayaan dan Evaluasi Pelayanan

Soal Anggaran Konflik, Bupati Mimika Sebut Rp10 Miliar lalu Membantah

Namun, hingga Kamis 23 Juli 2026 masyarakat belum merasakan manfaat dari proyek bernilai miliaran rupiah tersebut.

Rajab, salah seorang warga SP5 mengatakan kebutuhan air bersih menjadi persoalan mendesak bagi warga yang berdomisisi di wilayah itu.

Karena itu masyarakat sangat berharap agar fasilitas yang telah dibangun pemerintah segera difungsikan.

“Kebutuhan air sangat penting bagi warga SP 5. Kami berharap air ini bisa segera mengalir untuk kebutuhan memasak, mencuci, dan kebutuhan sehari-hari,” keluh Rajab.

“Sampai sekarang kami tidak tahu kendalanya apa, yang jelas instalasi ini sudah lama mangkrak,” lanjut Rajab kepada Koranpapua.id.

Menurutnya, pemerintah perlu segera menyelesaikan persoalan yang menghambat pengoperasian IPA tersebut.

Rajab menilai, jika fasilitas itu telah diserahkan kepada pemerintah kampung, masyarakat siap ikut menjaga dan mengelolanya.

“Kalau memang PU segera menyerahkan pengelolaannya ke kampung, kami siap berpartisipasi. Warga akan memperbaiki sambungan instalasi di rumah masing-masing. Yang penting airnya bisa segera dialirkan,” ujarnya.

Rajab mengaku persoalan tersebut berulang kali disampaikan dalam rapat kampung. Namun hingga kini belum ada kejelasan mengenai tindak lanjut maupun waktu pengoperasian instalasi air bersih tersebut.

Ia juga mengingatkan, semakin lama fasilitas itu tidak digunakan, semakin besar risiko kerusakan pada jaringan pipa yang telah terpasang.

“Saya lihat beberapa bagian instalasi sudah mulai rusak karena terlalu lama tidak dipakai. Yang kami harapkan sekarang hanya langkah nyata dari pemerintah, terutama PUPR, agar segera menyelesaikan proses penyerahan dan mengoperasikan fasilitas ini,” katanya.

Menurutnya, warga tidak keberatan apabila nantinya diterapkan iuran bulanan untuk biaya operasional setelah layanan air bersih berjalan.

Sebab, kebutuhan air bersih di wilayah tersebut sangat mendesak, terutama untuk rumah tangga, sekolah, dan Puskesmas.

“Kalau nanti ada iuran per bulan, masyarakat pasti siap karena air bersih memang sangat dibutuhkan. Yang penting airnya mengalir dulu. Selama ini kualitas air di SP 5 kurang baik, padahal sekolah, Puskesmas, dan warga semua membutuhkan air bersih,” tuturnya.

Hingga berita ini diterbitkan, fasilitas IPA tersebut masih belum beroperasi dan belum ada kepastian kapan air bersih akan mulai dialirkan kepada masyarakat.

Kondisi itu membuat proyek bernilai Rp3,87 miliar yang dibangun menggunakan anggaran daerah belum memberikan manfaat nyata bagi warga.

Bagi masyarakat Limau Asri Timur, persoalan ini bukan lagi sekadar proyek yang belum selesai, melainkan kebutuhan dasar yang terus tertunda.

Di tengah instalasi dan jaringan pipa yang telah terpasang hingga ke rumah-rumah, warga masih harus bertahan dengan sumber air yang kualitasnya terbatas, sementara aset pemerintah yang dibangun dengan biaya miliaran rupiah terus menua tanpa pernah difungsikan.

Situasi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Mimika, khususnya Dinas PUPR, untuk segera menjelaskan penyebab mandeknya proyek tersebut.

Termasuk memastikan fasilitas yang telah dibangun tidak berakhir sebagai aset mangkrak yang menghabiskan anggaran tanpa memberikan pelayanan kepada masyarakat. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Pemkab Mimika Siapkan 7.000 Hektare Lahan untuk Pengembangan Pertanian

Pemkab Mimika Kembali Optimalkan 500 Hektare Sawah Lama, Genjot Produksi Padi

14 September 2026
Pemkab Mimika Siapkan 7.000 Hektare Lahan untuk Pengembangan Pertanian

Pemkab Mimika Siapkan 7.000 Hektare Lahan untuk Pengembangan Pertanian

14 September 2026
Korban Penyanderaan di Jila Dievakuasi ke Timika, Kapolda: Trauma Masih Terlihat

Korban Penyanderaan di Jila Dievakuasi ke Timika, Kapolda: Trauma Masih Terlihat

14 September 2026
HUT ke-30 Mimika, Pemkab Siapkan Perayaan dan Evaluasi Pelayanan

HUT ke-30 Mimika, Pemkab Siapkan Perayaan dan Evaluasi Pelayanan

14 September 2026
Apel Pemkab Mimika, ASN Hening Cipta untuk Korban Wamena

Apel Pemkab Mimika, ASN Hening Cipta untuk Korban Wamena

14 September 2026
Yohana Paliling Soroti Disiplin ASN Mimika dan Korupsi Waktu

Yohana Paliling Soroti Disiplin ASN Mimika dan Korupsi Waktu

14 September 2026

POPULER

  • Muhammad Ramadhani Meninggal,Keluarga Palang Jalan

    Muhammad Ramadhani Meninggal,Keluarga Palang Jalan

    609 shares
    Bagikan 244 Tweet 152
  • Bermodal Nomor Togel, 3 Pelaku Hipnotis Korban dan Kuras Uang di Sentani

    603 shares
    Bagikan 241 Tweet 151
  • Tiga Petugas Tewas Ditembak OTK Saat Distribusi Bahan Pangan di Jayawijaya

    571 shares
    Bagikan 228 Tweet 143
  • Polisi Beberkan Kronologi Penembakan Tiga Pegawai Dinas Pertanian di Jayawijaya

    564 shares
    Bagikan 226 Tweet 141
  • Penikaman di KM 10 Mimika Diduga Dipicu Rokok, Polisi Buru Pelaku

    554 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Pria Ditemukan Tewas di Jalan Kelimutu Timika, Motor dan HP Diduga Dibawa Pelaku

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Kronologi Penikaman Ramadhani, Polisi Selidiki Motif

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
Next Post
Mimika Baru Fokus Atasi Banjir Lewat Padat Karya, Anggaran Rp1 Miliar Dinilai Belum Cukup

Pemdis Mimika Baru Usulkan Mesin Pirolisis, Sampah Plastik Diolah Jadi Bahan Bakar

Kakanwil Kemenkum Papua: HKI Bisa Jadi Jalan Mimika Mendunia

Kakanwil Kemenkum Papua: HKI Bisa Jadi Jalan Mimika Mendunia

Dinkes Mimika Gelar Workshop HAN 2026: Perkuat Pola Asuh Digital, Lindungi Anak dan Cegah Stunting

Dinkes Mimika Gelar Workshop HAN 2026: Perkuat Pola Asuh Digital, Lindungi Anak dan Cegah Stunting

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id