ADVERTISEMENT
Minggu, Mei 10, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kesehatan Rubrik Kesehatan

Bersama Cegah Campak di Kabupaten Mimika

Lengkapi imunisasi, pakai masker, terapkan PHBS, dan waspadai gejala untuk melindungi anak serta ibu hamil.

22 September 2025
0
Bersama Cegah Campak di Kabupaten Mimika

Grafik kejadian kasus campak tahun 2023 -2025 di Kabupaten Mimika. ( Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika/Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

Tim Promosi Kesehatan Kabupaten Mimika

Saat ini beberapa Provinsi di Indonesia sedang terjadi peningkatan kasus campak atau measles. Bahkan merengut nyawa sebanyak 20 anak di daerah Madura sejak bulan Februari sampai Agustus 2025.

ADVERTISEMENT

Di kabupaten Mimika sampai tanggal 18 September terdapat 138 kasus terduga campak, dan tiap hari terus bertambah 5 – 6 kasus baru.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Campak adalah penyakit yang sangat menular, ditandai dengan demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, dan muncul ruam kemerahan di kulit. Penyakit ini mudah sekali menyebar melalui udara ketika penderita batuk atau bersin. Dikatakan mudah menular karena 1 (satu) penderita campak bisa menularkan kepada 17-18 orang yang belum/tidak lengkap imunisasi campak.

Baca Juga

Hipertensi Masih Jadi Pembunuh Senyap “Silent Killer” di Indonesia

Waspada TB, Penyakit Lama yang Masih Mengancam!

Campak berbahaya, terutama bagi anak-anak balita, ibu hamil, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah.

Komplikasi yang dapat terjadi antara lain:

  1. Radang paru-paru.
  2. Radang otak
  3. Diare berat
  4. Kematian bila tidak segera ditangani.

Bila seorang ibu hamil terkena campak, risikonya antara lain:

  • Keguguran atau kematian janin dalam kandungan.
  • Persalinan prematur.
  • Bayi lahir dengan berat badan rendah.
  • Kadang-kadang dapat menyebabkan kematian bayi baru lahir.

Karena itu, mari kita cegah campak bersama dengan langkah-langkah berikut:

  1. Pastikan anak-anak mendapatkan imunisasi campak/MR sesuai jadwal:
    • Dosis pertama pada usia 9 bulan.
    • Dosis kedua pada usia 18 bulan.
    • Dosis ketiga pada saat anak masuk kelas 1 SD melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
    • Jika belum mendapatkan imunisasi campak, silahkan menghubungi Puskesmas / posyandu/ kader posyandu di wilayah bapak ibu.
  1. Bila ada gejala ruam merah disertai demam, segera bawa anak atau anggota keluarga ke fasilitas kesehatan.
  2. Hindari kontak langsung dengan penderita campak untuk mencegah penularan.
  3. Terapkan PHBS/ perilaku hidup bersih dan sehat di rumah dan lingkungan sekitarnya terutama Cuci tangan pakai sabun dan air mengalir.
  4. Jangan Lupa pakai MASKER, ingat virus campak menular melalui udara (droplet).
  5. Bagi ibu hamil, penting untuk menjaga kesehatan, menghindari kontak dengan penderita campak, dan memeriksakan kehamilan secara teratur di fasilitas kesehatan.

Dengan menjaga kesehatan dan mengikuti imunisasi, kita melindungi diri sendiri, keluarga, dan seluruh masyarakat dari bahaya campak. Salam Sehat !

 

Sumber :

Data Surveilance Dinas Kesehatan tahun 2025

Kementerian Kesehatan RI. (2025, Agustus 28). Kematian 20 anak jadi ancaman serius: Pemerintah dorong imunisasi massal campak. Kemkes.go.id. https://www.kemkes.go.id (Diakses 19 September 2025)

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Buku petunjuk teknis surveilans campak-rubela. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Pesta Babi, Papua, dan Paradoks Pembangunan Modern

Pesta Babi, Papua, dan Paradoks Pembangunan Modern

10 Mei 2026
Anggota KKB Nopison Ditembak Mati, Ini Perjelasan Kapolda Papua Tengah Brigjen Jermias Rontini

Anggota KKB Nopison Ditembak Mati, Ini Perjelasan Kapolda Papua Tengah Brigjen Jermias Rontini

10 Mei 2026
Pemberian yang Tulus Bapak Paulus untuk Satgas TMMD di Kekwa-Mimika

Pemberian yang Tulus Bapak Paulus untuk Satgas TMMD di Kekwa-Mimika

10 Mei 2026
Kabel Laut Pukpuk: Perkuat Kolaborasi Bilateral Indonesia- Papua Nugini

Kabel Laut Pukpuk: Perkuat Kolaborasi Bilateral Indonesia- Papua Nugini

10 Mei 2026
Dana Desa 133 Kampung di Mimika Belum Cair, Bakri Athoriq: Tunggu Pengukuhan Kepala Kampung

Dana Desa 133 Kampung di Mimika Belum Cair, Bakri Athoriq: Tunggu Pengukuhan Kepala Kampung

10 Mei 2026
Hingga Mei 2026: 11 WK Migas di Papua Tahap Produksi, Hasilkan 14 Ribu Barel Minyak per Hari

Hingga Mei 2026: 11 WK Migas di Papua Tahap Produksi, Hasilkan 14 Ribu Barel Minyak per Hari

10 Mei 2026

POPULER

  • Bupati Johannes Rettob Teken SK Perpanjangan Jabatan 133 Kepala Kampung di Mimika

    Bupati Johannes Rettob Teken SK Perpanjangan Jabatan 133 Kepala Kampung di Mimika

    868 shares
    Bagikan 347 Tweet 217
  • Panik Saat Belok, Pikap Angkut Puluhan Galon Terjun ke Parit di Timika

    663 shares
    Bagikan 265 Tweet 166
  • Belum Ada Hasil Evaluasi, 133 Kepala Kampung di Mimika Diminta Tetap Aktif Bekerja

    622 shares
    Bagikan 249 Tweet 156
  • Dari Rp46 Miliar, Hanya Tersisa Rp5 Miliar untuk Operasional Satpol PP Mimika

    591 shares
    Bagikan 236 Tweet 148
  • Dugaan Korupsi Proyek Lahan Perkebunan Rp22,5 Miliar, Kejari Mimika Periksa Delapan Saksi

    557 shares
    Bagikan 223 Tweet 139
  • Jalan Poros Timika-Mapurujaya Kembali Memakan Korban, Seorang Wiraswasta Tewas di TKP

    543 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
  • Pejabat BPKAD Terlibat: Komisi Yudisial Pantau Sidang Dugaan Korupsi Pengadaan ATK Rp4,1 Miliar

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
Next Post
Wabup Mimika Emanuel Kemong Ingatkan ASN Stop Minta Jabatan, Tunjukkan Kinerja

Wabup Mimika Emanuel Kemong Ingatkan ASN Stop Minta Jabatan, Tunjukkan Kinerja

TPNPB-OPM Klaim Tembak Mati Dua Intelijen di Yahukimo, TNI Sebut Korban Warga Sipil

TPNPB-OPM Klaim Tembak Mati Dua Intelijen di Yahukimo, TNI Sebut Korban Warga Sipil

Tadi Pagi Wilayah Nduga Diguncang Gempa 4.4 Magnitudo

Nabire Kembali Diguncang Gempa Hari Ini, BMKG Sebut Akibat Adanya Aktivitas Sesar Anjak Weyland

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id