ADVERTISEMENT
Selasa, Oktober 27, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim

Pertanyakan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Kapus Kepada Perawat, Ketua PPNI :Empat Bulan Tidak Ada Perkembangan

Selama ini selalu disarankan untuk diselesaikan melakukan mediasi. Namun karena perbuatan Kapus sudah berulang kali dengan korban yang berbeda, maka lebih memilih untuk diproses hukum.

13 Mei 2024
0
Pertanyakan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Kapus Kepada Perawat, Ketua PPNI :Empat Bulan Tidak Ada Perkembangan

Ilustrasi (koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap salah satu perawat oleh Kepala Puskesmas (Kapus) Limau Asri, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, sudah dilaporkan ke Polres Mimika sejak Februari 2024 lalu.

Namun sampai memasuki bulan Mei ini, penanganan kasus tersebut ‘jalan ditempat’.

Lambatnya penanganan mendorong Samuel EGJ Kermite, Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Mimika untuk mempertanyakan perkembangan kasus tersebut.

Kepada Koranpapua.id, Senin 13 Mei 2024, Samuel berharap atensi dari Kapolres selaku pimpinan Polri di Mimika untuk menindaklanjuti penyelesaian hukum terhadap kasus ini.

Baca Juga

Operasi Sarang Narkoba, Polda Papua Amankan 10 Orang Positif Ganja di Jayapura

Satgas Pasgat Berbagi Sembako dengan Warga di Sekitar Situs Sejarah Boven Digoel

“Saya mohon atensi pak Kapolres terhadap kasus pelecehan yang terjadi antara atasan dan stafnya di Puskesmas Limau Asri. Stafnya ini adalah perawat anggota PPNI Kabupaten Mimika,” ujar Samuel.

Yang ditakutkan jika kasus ini dibiarkan tanpa penyelesaian hukum, maka kedepannya bisa saja terjadi lagi kepada korban yang lain.

Karena menurut Samuel, korban pelecehan oleh Kapus sebenarnya sudah lebih dari satu, namun belum ada yang berani melapor.

Sebagian besar korban adalah tenaga kontrak, sehingga mereka kuatir jika kasus ini dilaporkan akan berdampak terhadap pekerjaan.

Dijelaskan, puncak kasus pelecehan ini terjadi pada Januari 2024, dan dilaporkan ke Reskrim PPA Polres Mimika tanggal 7 Februari 2024.

Namun karena tidak mendapatkan respon yang baik, maka kasus ini dilaporkan lagi ke Polsek Kuala Kencana, dengan LP/B/11/II/2024/SPKT/Polsek Kuala Kencana.

“Kasus yang kami laporkan adalah soal pelecehan, namun pada saat BAP pasal yang dikenakan lain sehingga tidak nyambung. Kami diarahkan kembali lagi ke Polres Mimika dan LP di Polsek Kuala Kencana dicabut,” jelas Semuel.

Namun karena tidak ada perkembangan, maka tanggal 19 April 2024, kasus tersebut dilaporkan kembali ke Polres Mimika dengan bukti laporan LP/B/200/IV/2024/SPKT/POLRES Mimika.

Dan sejak saat itu hingga memasuki pertengahan bulan Mei 2024 belum ada tindaklanjut oleh PPA Polres Mimika.

“Kami mohon atensi dari Kapolres agar kasus ini bisa ditindaklanjuti sampai selesai, karena kami membutuhkan keadilan,” pinta Semuel.

Dikatakan, selama ini penyelesaian kasus tersebut selalu disarankan untuk dilakukan mediasi.

Namun karena perbuatan Kapus sudah berulang kali dengan korban yang berbeda, maka mediasi ditolak dan lebih memilih untuk diproses hukum.

“Sekali lagi kami mohon atensi Kapolres agar tidak ada lagi korban dan pelakunya bisa diamankan dulu sampai selesai proses hukum,” tandas Samuel. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

PMI Mimika Bagikan Masker untuk Cegah Dampak Kabut Asap

PMI Mimika Bagikan Masker untuk Cegah Dampak Kabut Asap

24 Oktober 2026
Pekan Bakti Noken Medis, 15 Dokter Spesialis Layani Warga Mimika Timur

Pekan Bakti Noken Medis, 15 Dokter Spesialis Layani Warga Mimika Timur

24 Oktober 2026
Ketua IDI Mimika Ajak Dokter Bersatu Layani Warga

Ketua IDI Mimika Ajak Dokter Bersatu Layani Warga

24 Oktober 2026
Cegah Stunting, PKK Mimika Sasar 48 Anak Lewat Gerakan Orang Tua Asuh

Cegah Stunting, PKK Mimika Sasar 48 Anak Lewat Gerakan Orang Tua Asuh

24 Oktober 2026
IDI Timika Gelar Bakti Sosial, Dekatkan Layanan Kesehatan ke Warga Mapurujaya

IDI Timika Gelar Bakti Sosial, Dekatkan Layanan Kesehatan ke Warga Mapurujaya

24 Oktober 2026
Satgas Pasgat Gagalkan Pengiriman Optik Tempur ke Yahukimo

Satgas Pasgat Gagalkan Pengiriman Optik Tempur ke Yahukimo

24 Oktober 2026

POPULER

  • Pemkab Mimika tetapkan Jadwal Libur dan Cuti Bersama Mimika Oktober–Desember 2026

    Pemkab Mimika tetapkan Jadwal Libur dan Cuti Bersama Mimika Oktober–Desember 2026

    574 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • Kajian Dokumen Lemasa Belum Tuntas, Sem Bukaleng Minta Kepastian

    535 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • DPMK Mimika Dorong 133 Kampung Susun Program Prioritas 2027

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Uang Transportasi Peserta Belum Dibayar, Pelatihan Public Speaking di Mimika Disorot

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Waspada Kabut Asap Karhutla dan El Niño

    531 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
  • Freeport Gelar IFRC 2026 di Mimika, 17 Tim Adu Kemampuan

    530 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
  • Baru Satu Sekolah Ajukan PJJ, Disdik Mimika Pantau Kondisi Siswa

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
Next Post
KPU Mimika Pastikan Pilkada Mimika Tanpa Paslon Independen

KPU Mimika Pastikan Pilkada Mimika Tanpa Paslon Independen

Keluarga Korban Pastikan Kawal Proses Hukum Oknum Sipir Lapas Timika  

Keluarga Korban Pastikan Kawal Proses Hukum Oknum Sipir Lapas Timika  

RSUD Mimika Buka Kesempatan Kerja untuk Tiga Profesi Ini. Baca Persyaratannya

RSUD Mimika Buka Kesempatan Kerja untuk Tiga Profesi Ini. Baca Persyaratannya

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id