ADVERTISEMENT
Selasa, Juli 14, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim Info Terkini

Viral Nakes Jalan Kaki 12 Jam ke Banti, Bupati Mimika: Saya Marah, Tidak Ada Maaf

“Saya tidak tahu apakah memang, saya sendiri tidak tahu, tetapi yang jelas kalau dibilang persoalan itu tidak benar. Pasti harus mereka membangun komunikasi”.

10 Juni 2026
0
Viral Nakes Jalan Kaki 12 Jam ke Banti, Bupati Mimika: Saya Marah, Tidak Ada Maaf

Bupati Mimika, Johannes Rettob. (foto: Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Bupati Mimika Johannes Rettob mengaku marah atas beredarnya video sejumlah Tenaga Kesehatan (Nakes) yang berjalan kaki selama sekitar 12 jam dari Ainggogin menuju Kampung Banti, Distrik Tembagapura.

Video tersebut memperlihatkan perjalanan para tenaga kesehatan yang harus melintasi hutan, pegunungan, dan sejumlah sungai akibat tidak tersedianya transportasi.

ADVERTISEMENT

Perjalanan itu dilakukan saat sejumlah tenaga kesehatan disebut mengalami sakit malaria dan persediaan obat mulai menipis.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Menanggapi video yang viral di media sosial itu, Johannes mempertanyakan alasan para tenaga kesehatan tidak berkoordinasi terlebih dahulu dengan pemerintah daerah.

Baca Juga

Dinkes Mimika Klaim 50.171 Anak Ikut POPM Kecacingan, Capaian Masih Tertahan di 81 Persen, Apa Kendalanya?

Serapan APBD Mimika Naik 26 Persen, Pemkab Evaluasi Proyek Fisik yang Tertinggal

“Transportasi apa sebenarnya? Itu yang tadi saya marah dia bikin itu, video tuh. Itu itu orangnya, saya marah dia. Saya bilang tidak ada maaf,” ujar Johannes kepada wartawan, Selasa 9 Juni 2026.

Menurut Johannes, pemerintah daerah tidak pernah menerima informasi terkait persoalan transportasi yang dihadapi para tenaga kesehatan tersebut.

“Kalau tidak ada informasi baru jalan kaki baru bikin video seakan-akan itu susahnya minta ampun, bagaimana kita tahu? Itu kan daerah berbahaya yang mereka lewati,” katanya.

Saat ditanya mengenai informasi adanya koordinasi sebelumnya dari kepala Puskesmas Arwanop dengan dinas kesehatan, Johannes membantah hal tersebut.

“Siapa yang bilang ada koordinasi bohong dia. Saya pecat nanti dia,” tegasnya.

Johannes menilai akses transportasi menuju wilayah tersebut sebenarnya tersedia.

Ia juga menyebut pemerintah daerah mendapat dukungan transportasi dari PT Freeport Indonesia untuk menjangkau daerah-daerah pegunungan.

“Itu pesawat ada. Freeport dari daerah Arwanop itu kita dibantu full oleh Freeport. Itu daerah Freeport, dan alasannya ada malaria. Di atas pegunungan itu tidak ada malaria. Bohong besar itu. Ya, itu saya sampaikan. Itu peringatan untuk itu,” ujarnya.

Ia mengaku telah mengingatkan seluruh aparatur pemerintah agar berhati-hati dalam menyampaikan informasi melalui media sosial.

“Di dalam apel kemarin saya sudah sampaikan, aparat pemerintah jangan memberikan informasi yang aneh-aneh di dalam media sosial. Saya sampaikan ini, ya,” katanya.

Meski demikian, Johannes mengaku belum mengetahui secara rinci duduk persoalan yang sebenarnya terjadi di lapangan.

Namun ia menegaskan bahwa setiap kendala pelayanan harus dibangun melalui komunikasi dengan pimpinan agar solusi dapat segera diberikan.

“Saya tidak tahu apakah memang, saya sendiri tidak tahu, tetapi yang jelas kalau dibilang persoalan itu tidak benar. Pasti harus mereka membangun komunikasi,” tutupnya. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Serapan APBD Mimika Naik 26 Persen, Pemkab Evaluasi Proyek Fisik yang Tertinggal

Dinkes Mimika Klaim 50.171 Anak Ikut POPM Kecacingan, Capaian Masih Tertahan di 81 Persen, Apa Kendalanya?

13 Juli 2026
Serapan APBD Mimika Naik 26 Persen, Pemkab Evaluasi Proyek Fisik yang Tertinggal

Serapan APBD Mimika Naik 26 Persen, Pemkab Evaluasi Proyek Fisik yang Tertinggal

13 Juli 2026
Pemkab Mimika Siapkan Pembangunan 353 Rumah Layak Huni, Fisik Dimulai Usai Perencanaan Rampung

Pemkab Mimika Siapkan Pembangunan 353 Rumah Layak Huni, Fisik Dimulai Usai Perencanaan Rampung

13 Juli 2026
Dinkes Mimika Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Kejar Target 95 Persen POPM Kecacingan untuk Cegah Stunting

Dinkes Mimika Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Kejar Target 95 Persen POPM Kecacingan untuk Cegah Stunting

13 Juli 2026
Sertijab Tiga Pejabat Pemkab Mimika, Emanuel Kemong Ingatkan Dorong Penguatan Kinerja dan Inovasi

Sertijab Tiga Pejabat Pemkab Mimika, Emanuel Kemong Ingatkan Dorong Penguatan Kinerja dan Inovasi

13 Juli 2026
Percepat Eliminasi Kusta dan Penyakit Prioritas, Kadinkes Papua Selatan Siapkan Komitmen Lintas Sektor

Percepat Eliminasi Kusta dan Penyakit Prioritas, Kadinkes Papua Selatan Siapkan Komitmen Lintas Sektor

13 Juli 2026

POPULER

  • Hasil Seleksi Beasiswa YPMAK Segera Diumumkan, Hanya 15 Peserta yang Lolos ke UPN Veteran Yogyakarta

    Hasil Seleksi Beasiswa YPMAK Segera Diumumkan, Hanya 15 Peserta yang Lolos ke UPN Veteran Yogyakarta

    601 shares
    Bagikan 240 Tweet 150
  • Amerika Bereaksi Usai Warga Negaranya Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata di Yahukimo

    686 shares
    Bagikan 274 Tweet 172
  • Bupati Johannes Rettob Lantik Dwi Cholifah sebagai Kepala Inspektorat, Tunjuk Sejumlah Plt

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Penembakan Perempuan Hamil di Intan Jaya Harus Diusut Tuntas, Komnas Perempuan: Ini Tragedi Kemanusiaan

    545 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Rp10 Miliar untuk Gedung Kosong! Perpustakaan Mimika Tak Kunjung Difungsikan

    525 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • Markas Kodal Drone TNI untuk Perkuat Operasi di Papua Berdudukan di Timika

    519 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • RDP DPRK Mimika Ungkap Persoalan Pelayanan RSUD, Direktur Beberkan Solusi Atasi Kepadatan Pasien

    518 shares
    Bagikan 207 Tweet 130
Next Post
Herman Gafur: ASN Wajib Utamakan Pelayanan, Keluhan Harus Disampaikan Berjenjang

Herman Gafur: ASN Wajib Utamakan Pelayanan, Keluhan Harus Disampaikan Berjenjang

Delapan Eks TPNPB-OPM Kiwirok Kembali ke Pangkuan NKRI

Delapan Eks TPNPB-OPM Kiwirok Kembali ke Pangkuan NKRI

YPMAK Bangun Rumah Sagu di Mapurujaya, Perkuat Ekonomi Berbasis Pangan Lokal

YPMAK Bangun Rumah Sagu di Mapurujaya, Perkuat Ekonomi Berbasis Pangan Lokal

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id