ADVERTISEMENT
Senin, Juni 1, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah

Pertanyakan Nasib Pendidikan Anak Amungme-Kamoro, OKIA Demo YPMAK dan Freeport

Dengan hadirnya Freeport dan unsur pemerintah bersama dewan direksi termasuk masyarakat dalam pertemuan bersama, dapat membahas dan menetapkan keputusan logis yang berkaitan dengan kuota pendidikan anak-anak Amungme Kamoro.

29 Agustus 2023
0
Pertanyakan Nasib Pendidikan Anak Amungme-Kamoro, OKIA Demo YPMAK dan Freeport

Perwakilan perempuan menyampaikan aspirasi di hadapan Vebian Magal, Direktur YPMAK dan Nur Ifa Karupukaro, Wakil Direktur Perencanaan Program dalam aksi demo damai di Kantor YPMAK, Selasa 29 Agustus 2023. (Foto : Redaksi/Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Organisasi Kaum Intelektual Amungsa (OKIA) Kabupaten Mimika bersama masyarakat melakukan aksi demo damai di Kantor Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK), Selasa 29 Agustus 2023.

Massa yang tiba di kantor YPMAK di Jalan Yos Sudarso sekitar pukul 10.00 WIT, langsung membentang spanduk bertuliskan ‘Organisasi Kaum Intelektual Amungme’. OKIA mempertanyakan kepada PT. Freeport Indonesia dan YPMAK Bagaimana Nasib Generasi Anak-anak  Amungme-Kamoro Tentang Pendidikan?

ADVERTISEMENT

Aksi ini mendapat pengawalan ketat oleh aparat kepolisian dari Polres Mimika yang sejak pagi sudah berjaga-jaga di halaman kantor YPMAK.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sebelum menyampaikan orasi, Yohanes Kemong yang didaulat sebagai pemimpin demo langsung panjatkan doa mengawali aksi demo tersebut. Dalam orasinya, ia mempertanyakan kejelasan masa depan pendidikan anak-anak Amungme dan Kamoro.

Baca Juga

Bersembunyi di Timika, Pelaku Pencabulan Anak di Sikka Berhasil Ditangkap

Kenaikan Harga Material dan BBM, Pemkab Mimika Evaluasi Menyeluruh Struktur Nilai Proyek 2026

Beberapa menit setelah Yohanes Kemong menyampaikan orasi, Direktur YPMAK, Vabian Magal didampingi Nur Ifa Karupukaro, Wakil Direktur Perencanaan Program YPMAK bersama sejumlah staf datang menemui massa.

Nalio Jangkup, Koodinator Lapangan (Korlap) dalam orasinya menyoroti produksi emas Freeport yang terus meningkat. Dan untuk tahun ini pendapatan Freeport paling tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.

Sayangnya dibalik pendapatan Freeport yang semakin tinggi, pendidikan anak-anak Amungme dan Kamoro dibatasi. Kondisi ini tidak sebanding dengan emas dan tembaga yang terus dikeruk habis.

“Ini jadi persoalan besar. Padahal jumlah anak Amungme dan Kamoro tidak terlalu banyak. Kepada pengurus YPMAK dan pihak Freeport harus duduk bersama OKIA untuk membahas dan mencari solusi,” tegas Nalio.

Salah satu perwakilan perempuan dalam orasinya mengatakan, penyampaian aspirasi didepan umum adalah hak yang dijamin oleh undang-undang.

Dikatakan, pendidikan sangat penting sebagai pelita masa depan generasi Amungme dan Kamoro. Apabila Sumber Daya Manusia (SDM) anak-anak diperhatikan serius, maka generasi dua suku besar di Mimika tidak termarginal di tanahnya sendiri.

Menanggapi adanya aksi demo tersebut, Vebian Magal meminta kepada massa untuk menyampaikan aspirasi secara intelektual.

“Kalau kita buka data pasti akan tahu semuanya. Hari ini saya tidak akan minta Freeport datang ke sini. Karena ini areanya saya. Kalau kita bicara tentang masa depan secara serius harus diskusi dengan akal sehat dan rasional bersama YPMAK,” kata Vebian.

Vebian mengajak kepada massa untuk mengutus perwakilan OKIA dan tokoh perempuan untuk duduk membahas masalah pendidikan.

Emanuel Kemong, mantan Sekretaris Eksekutif YPMAK di hadapan massa menyatakan, dirinya sependapat dengan aksi demo memperjuangkan pendidikan.

Namun, ia menyarankan agar dalam mengutarakan pendapat untuk membicarakan masa depan anak-anak perlu dilakukan dengan baik.

Menurutnya, saat ini YPMAK sementara menyusun strategi tentang masalah pendidikan, meskipun tidak bisa mengakomodir semua.

” YPMAK akan berupaya membangun kemitraan dengan pemerintah sebagai orang tua kita, karena ada Sentra Pendidikan,” jelas Kemong.

Kemong mengungkapkan dimasa kepemimpinannya sudah membuka Sekolah Taruna Papua dengan kapasitas 1.000 orang.

Penerimaan anak didik di sekolah tersebut terbatas, sesuai dengan ketersediaan fasilitas. Soal anak-anak yang belum terakomodir, Kemong menyarankan agar duduk bersama untuk mencari solusi terbaik.

Rafael Taorekeyau, Tokoh Muda Kamoro dalam orasinya meminta kepada YPMAK menghadirkan PTFI untuk duduk bersama OKIA dan masyarakat, untuk membahas solusi terbaik bagi pendidikan anak-anak Amungme Kamoro.

Kehadiran Freeport sangat penting, karena Freeport sebagai pembina dalam struktur Badan Pengurus YPMAK, Lemasa dan Lemasko.

YPMAK sebagai lembaga sosial perlu mengindari adanya kecurigaan satu sama lain, dan disarankan menerapkan pola menyerap aspirasi dari bawah bukan langsung diturunkan dari atas ke bawah.

Dengan hadirnya Freeport dan unsur pemerintah bersama dewan direksi termasuk masyarakat dalam pertemuan bersama, dapat membahas dan menetapkan keputusan logis yang berkaitan dengan kuota pendidikan anak-anak Amunme Kamoro.

Menurutnya apabila YPMAK tetap mempertahankan kuota 3.000 orang, justru tidak sebanding dengan jumlah anak-anak Amungme dan Kamoro yang terus bertambah setiap tahun.

“Harus ada kebijakan-kebijakan yang bisa mengakomodir semua. Kalau kita bicarakan ini hal yang logis bisa membantu YPMAK kedepan,” tandasnya.

Rafael menegaskan kedatangan massa dalam aksi tersebut sebagai rakyat yang namanya ada tertera dalam logo YPMAK.

Karena setiap keputusan dan pertimbangan yang dilakukan YPMAK dengan pihak lain, membawa nama masyarakat bukan atas nama Badan Pengurus atau pribadi. Itulah yang disebut dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

Di hadapan massa, Rafael mengharapkan Vebian Magal dan Nur Ifa Karupukaro dapat berpikir bahwa ada aspirasi yang bersifat mendesak dan harus, ada aspirasi yang tidak mendesak dan tidak harus berkaitan dengan kuota untuk mengambil kebijakan.

Sebab pendidikan itu penting sebagai gerbang menuju kesuksesan. “Kita bilang dia aibon, pengangguran dan lain-lain sebagainya, tapi kalau kita tidak mengakomodir melalui pendidikan itu sama saja hal yang konyol,” kritiknya. (redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Bersembunyi di Timika, Pelaku Pencabulan Anak di Sikka Berhasil Ditangkap

Bersembunyi di Timika, Pelaku Pencabulan Anak di Sikka Berhasil Ditangkap

1 Juni 2026
Sterilisasi Lokasi Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II, Tim Jibom Gegana Polda Papua Bertolak ke Biak

Sterilisasi Lokasi Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II, Tim Jibom Gegana Polda Papua Bertolak ke Biak

1 Juni 2026
Mahasiswa UTU Asal Papua Yulianus Petege, Raih Juara Pada Ajang Fotografi Internasional

Mahasiswa UTU Asal Papua Yulianus Petege, Raih Juara Pada Ajang Fotografi Internasional

1 Juni 2026
Pemkab Mimika Siapkan Tempat Ibadah Sementara Pasca Kebakaran Gereja Katalik Poumako

Kenaikan Harga Material dan BBM, Pemkab Mimika Evaluasi Menyeluruh Struktur Nilai Proyek 2026

1 Juni 2026
Kebakaran Gereja Katolik Poumako: Polisi Sebut Diduga Akibat Lilin yang Lupa Dipadamkan

Pemkab Mimika Siapkan Tempat Ibadah Sementara Pasca Kebakaran Gereja Katalik Poumako

1 Juni 2026
Papua Mahkota Keanekaragaman Hayati, Ditengah Maraknya Pemburuan Liar

Papua Mahkota Keanekaragaman Hayati, Ditengah Maraknya Pemburuan Liar

1 Juni 2026

POPULER

  • Tahun 2026 ASN Pemprov Papua Tengah Diingatkan Disiplin Waktu dan Tinggalkan Pola Kerja Berbelit-belit

    Pelajar SMP Negeri dan Swasta di Papua Tengah Bebas Biaya Pendidikan, Berlaku Tahun Ini

    816 shares
    Bagikan 326 Tweet 204
  • Dari Kampung ke Jawa, Tiga Taruna Papua Binaan YPMAK Kejar Mimpi di Bidang Kelautan

    555 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Ledakan Diduga Bom Terjadi di Biak, Lima Orang Tewas dan Tiga Lainnya Hilang

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • 42 Kepala Daerah di Papua akan Hadiri Deklarasi Eliminasi Tuberkulosis di Kota Sorong

    528 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Satu Korban Ledakan Granat di Gereja Santo Paulus Nabuni Meninggal Dunia di RSUD Mimika

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Paulus Waterpauw Desak Komunikasi Pemerintah dan Masyarakat Adat Lebih Aktif

    517 shares
    Bagikan 207 Tweet 129
  • Disdik Mimika Tekankan Pentingnya TK Sebelum SD, Terapkan Ketentuan Usia dan Fleksibilitas di Lapangan

    515 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
Next Post
FKDM Mimika Sebut Banyak Lakalantas yang Masuk RSUD Disebabkan Minuman Keras

FKDM Mimika Sebut Banyak Lakalantas yang Masuk RSUD Disebabkan Minuman Keras

Semua Biaya Kepulangan Koakme Katagame dari Ambon ke Timika Ditanggung Dinsos Mimika

Semua Biaya Kepulangan Koakme Katagame dari Ambon ke Timika Ditanggung Dinsos Mimika

Penerimaan Karyawan RSMM Tidak Akomodir Putra Amungme – Kamoro, Kantor Yayasan Caritas Dipalang

Penerimaan Karyawan RSMM Tidak Akomodir Putra Amungme - Kamoro, Kantor Yayasan Caritas Dipalang

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id