ADVERTISEMENT
Jumat, Januari 16, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah

Pertanyakan Nasib Pendidikan Anak Amungme-Kamoro, OKIA Demo YPMAK dan Freeport

Dengan hadirnya Freeport dan unsur pemerintah bersama dewan direksi termasuk masyarakat dalam pertemuan bersama, dapat membahas dan menetapkan keputusan logis yang berkaitan dengan kuota pendidikan anak-anak Amungme Kamoro.

29 Agustus 2023
0
Pertanyakan Nasib Pendidikan Anak Amungme-Kamoro, OKIA Demo YPMAK dan Freeport

Perwakilan perempuan menyampaikan aspirasi di hadapan Vebian Magal, Direktur YPMAK dan Nur Ifa Karupukaro, Wakil Direktur Perencanaan Program dalam aksi demo damai di Kantor YPMAK, Selasa 29 Agustus 2023. (Foto : Redaksi/Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Organisasi Kaum Intelektual Amungsa (OKIA) Kabupaten Mimika bersama masyarakat melakukan aksi demo damai di Kantor Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK), Selasa 29 Agustus 2023.

Massa yang tiba di kantor YPMAK di Jalan Yos Sudarso sekitar pukul 10.00 WIT, langsung membentang spanduk bertuliskan ‘Organisasi Kaum Intelektual Amungme’. OKIA mempertanyakan kepada PT. Freeport Indonesia dan YPMAK Bagaimana Nasib Generasi Anak-anak  Amungme-Kamoro Tentang Pendidikan?

ADVERTISEMENT

Aksi ini mendapat pengawalan ketat oleh aparat kepolisian dari Polres Mimika yang sejak pagi sudah berjaga-jaga di halaman kantor YPMAK.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sebelum menyampaikan orasi, Yohanes Kemong yang didaulat sebagai pemimpin demo langsung panjatkan doa mengawali aksi demo tersebut. Dalam orasinya, ia mempertanyakan kejelasan masa depan pendidikan anak-anak Amungme dan Kamoro.

Baca Juga

Dorong Pembentukan Peradilan Adat, PP Nomor 55 Tahun 2025 Jembatani Hukum Nasional dengan Hukum Adat

Angin Kencang di Mimika Diprediksi Bertahan Tiga Hari, BMKG Imbau Warga Waspada

Beberapa menit setelah Yohanes Kemong menyampaikan orasi, Direktur YPMAK, Vabian Magal didampingi Nur Ifa Karupukaro, Wakil Direktur Perencanaan Program YPMAK bersama sejumlah staf datang menemui massa.

Nalio Jangkup, Koodinator Lapangan (Korlap) dalam orasinya menyoroti produksi emas Freeport yang terus meningkat. Dan untuk tahun ini pendapatan Freeport paling tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.

Sayangnya dibalik pendapatan Freeport yang semakin tinggi, pendidikan anak-anak Amungme dan Kamoro dibatasi. Kondisi ini tidak sebanding dengan emas dan tembaga yang terus dikeruk habis.

“Ini jadi persoalan besar. Padahal jumlah anak Amungme dan Kamoro tidak terlalu banyak. Kepada pengurus YPMAK dan pihak Freeport harus duduk bersama OKIA untuk membahas dan mencari solusi,” tegas Nalio.

Salah satu perwakilan perempuan dalam orasinya mengatakan, penyampaian aspirasi didepan umum adalah hak yang dijamin oleh undang-undang.

Dikatakan, pendidikan sangat penting sebagai pelita masa depan generasi Amungme dan Kamoro. Apabila Sumber Daya Manusia (SDM) anak-anak diperhatikan serius, maka generasi dua suku besar di Mimika tidak termarginal di tanahnya sendiri.

Menanggapi adanya aksi demo tersebut, Vebian Magal meminta kepada massa untuk menyampaikan aspirasi secara intelektual.

“Kalau kita buka data pasti akan tahu semuanya. Hari ini saya tidak akan minta Freeport datang ke sini. Karena ini areanya saya. Kalau kita bicara tentang masa depan secara serius harus diskusi dengan akal sehat dan rasional bersama YPMAK,” kata Vebian.

Vebian mengajak kepada massa untuk mengutus perwakilan OKIA dan tokoh perempuan untuk duduk membahas masalah pendidikan.

Emanuel Kemong, mantan Sekretaris Eksekutif YPMAK di hadapan massa menyatakan, dirinya sependapat dengan aksi demo memperjuangkan pendidikan.

Namun, ia menyarankan agar dalam mengutarakan pendapat untuk membicarakan masa depan anak-anak perlu dilakukan dengan baik.

Menurutnya, saat ini YPMAK sementara menyusun strategi tentang masalah pendidikan, meskipun tidak bisa mengakomodir semua.

” YPMAK akan berupaya membangun kemitraan dengan pemerintah sebagai orang tua kita, karena ada Sentra Pendidikan,” jelas Kemong.

Kemong mengungkapkan dimasa kepemimpinannya sudah membuka Sekolah Taruna Papua dengan kapasitas 1.000 orang.

Penerimaan anak didik di sekolah tersebut terbatas, sesuai dengan ketersediaan fasilitas. Soal anak-anak yang belum terakomodir, Kemong menyarankan agar duduk bersama untuk mencari solusi terbaik.

Rafael Taorekeyau, Tokoh Muda Kamoro dalam orasinya meminta kepada YPMAK menghadirkan PTFI untuk duduk bersama OKIA dan masyarakat, untuk membahas solusi terbaik bagi pendidikan anak-anak Amungme Kamoro.

Kehadiran Freeport sangat penting, karena Freeport sebagai pembina dalam struktur Badan Pengurus YPMAK, Lemasa dan Lemasko.

YPMAK sebagai lembaga sosial perlu mengindari adanya kecurigaan satu sama lain, dan disarankan menerapkan pola menyerap aspirasi dari bawah bukan langsung diturunkan dari atas ke bawah.

Dengan hadirnya Freeport dan unsur pemerintah bersama dewan direksi termasuk masyarakat dalam pertemuan bersama, dapat membahas dan menetapkan keputusan logis yang berkaitan dengan kuota pendidikan anak-anak Amunme Kamoro.

Menurutnya apabila YPMAK tetap mempertahankan kuota 3.000 orang, justru tidak sebanding dengan jumlah anak-anak Amungme dan Kamoro yang terus bertambah setiap tahun.

“Harus ada kebijakan-kebijakan yang bisa mengakomodir semua. Kalau kita bicarakan ini hal yang logis bisa membantu YPMAK kedepan,” tandasnya.

Rafael menegaskan kedatangan massa dalam aksi tersebut sebagai rakyat yang namanya ada tertera dalam logo YPMAK.

Karena setiap keputusan dan pertimbangan yang dilakukan YPMAK dengan pihak lain, membawa nama masyarakat bukan atas nama Badan Pengurus atau pribadi. Itulah yang disebut dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

Di hadapan massa, Rafael mengharapkan Vebian Magal dan Nur Ifa Karupukaro dapat berpikir bahwa ada aspirasi yang bersifat mendesak dan harus, ada aspirasi yang tidak mendesak dan tidak harus berkaitan dengan kuota untuk mengambil kebijakan.

Sebab pendidikan itu penting sebagai gerbang menuju kesuksesan. “Kita bilang dia aibon, pengangguran dan lain-lain sebagainya, tapi kalau kita tidak mengakomodir melalui pendidikan itu sama saja hal yang konyol,” kritiknya. (redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Speedboat Terbalik di Sungai Mamberamo, Dua Penumpang Meninggal Satu Masih Hilang

Speedboat Terbalik di Sungai Mamberamo, Dua Penumpang Meninggal Satu Masih Hilang

16 Januari 2026
Gadis 15 Tahun Asal Manado ‘Dijual’ ke Papua Pegunungan, Diduga Oknum Pejabat Terlibat

Gadis 15 Tahun Asal Manado ‘Dijual’ ke Papua Pegunungan, Diduga Oknum Pejabat Terlibat

16 Januari 2026
Dorong Pembentukan Peradilan Adat, PP Nomor 55 Tahun 2025 Jembatani Hukum Nasional dengan Hukum Adat

Dorong Pembentukan Peradilan Adat, PP Nomor 55 Tahun 2025 Jembatani Hukum Nasional dengan Hukum Adat

16 Januari 2026
Fondasi Afirmasi Kebijakan, Pemprov PBD Luncurkan Data Agregat Orang Asli Papua

Fondasi Afirmasi Kebijakan, Pemprov PBD Luncurkan Data Agregat Orang Asli Papua

16 Januari 2026
Pemprov Papua Peringati Hari Desa Tahun 2026, Gubernur Ingatkan Manfaatkan Dana Desa Sesuai Ketentuan

Pemprov Papua Peringati Hari Desa Tahun 2026, Gubernur Ingatkan Manfaatkan Dana Desa Sesuai Ketentuan

16 Januari 2026
Dua Hari Hilang, Penumpang Perahu Ketinting di Kali Asue Ditemukan Tidak Bernyawa

Angin Kencang di Mimika Diprediksi Bertahan Tiga Hari, BMKG Imbau Warga Waspada

15 Januari 2026

POPULER

  • Bupati Mimika Johannes Rettob Lantik 14 Pejabat Definitif dan Pelaksana Tugas, Ini Daftarnya

    Bupati Mimika Johannes Rettob Lantik 14 Pejabat Definitif dan Pelaksana Tugas, Ini Daftarnya

    842 shares
    Bagikan 337 Tweet 211
  • Sejumlah Pejabat Utama Polda Papua Tengah Dirotasi, Perwira Wanita Pertama Jabat Kabid Propam

    2459 shares
    Bagikan 984 Tweet 615
  • Kericuhan Kembali Pecah Usai Prosesi Damai Konflik Kwamki Narama di Timika

    649 shares
    Bagikan 260 Tweet 162
  • Tiga Hari ‘Dikepung’ OPM, 18 Pekerja Freeport Berhasil Diselamatkan Satgas Habema

    639 shares
    Bagikan 256 Tweet 160
  • Pelaku Pembacokan di Jalan Serui Mekar Timika Menyerahkan Diri ke Polisi

    624 shares
    Bagikan 250 Tweet 156
  • Konflik Berdarah di Kwamki Narama Timika Resmi Berakhir, Kubu Dang & Newegalen Jalani Prosesi Patah Panah

    613 shares
    Bagikan 245 Tweet 153
  • Keributan di Lokalisasi KM 10 Timika Berujung Maut, Satu Pengunjung Tewas Ditikam

    556 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
Next Post
FKDM Mimika Sebut Banyak Lakalantas yang Masuk RSUD Disebabkan Minuman Keras

FKDM Mimika Sebut Banyak Lakalantas yang Masuk RSUD Disebabkan Minuman Keras

Semua Biaya Kepulangan Koakme Katagame dari Ambon ke Timika Ditanggung Dinsos Mimika

Semua Biaya Kepulangan Koakme Katagame dari Ambon ke Timika Ditanggung Dinsos Mimika

Penerimaan Karyawan RSMM Tidak Akomodir Putra Amungme – Kamoro, Kantor Yayasan Caritas Dipalang

Penerimaan Karyawan RSMM Tidak Akomodir Putra Amungme - Kamoro, Kantor Yayasan Caritas Dipalang

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id