ADVERTISEMENT
Rabu, Juni 10, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua

Pj. Bupati Valentinus Ingatkan Pelajar Jangan Menikah Muda, Pendidikan Tinggi dan Punya Penghasilan Sendiri

Dengan mengendalikan kependudukan yang baik turut membantu pemerintah dalam mengurangi banyaknya pengangguran, kemacetan kendaraan. Sebab semuanya saling keterkaitan satu dengan lainnya.

9 Agustus 2023
0
Pj. Bupati Valentinus S. Sumito didampingi Hendritte W. Tandiono, Asisten 3 Setda Mimika, Kepala BP3APP-KB Mimika foto bersama Drs. Nerius Auparai, M.Si, Kepala Perwakilan BKKBN Papua foto bersama peserta usai acara pembukaan, Selasa 8 Agustus 2023. (Foto : Redaksi/Koranpapua.id)

Pj. Bupati Valentinus S. Sumito didampingi Hendritte W. Tandiono, Asisten 3 Setda Mimika, Kepala BP3APP-KB Mimika foto bersama Drs. Nerius Auparai, M.Si, Kepala Perwakilan BKKBN Papua foto bersama peserta usai acara pembukaan, Selasa 8 Agustus 2023. (Foto : Redaksi/Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Pj. Bupati Mimika Valentinus S. Sumito mengingatkan para pelajar di Kabupaten Mimika untuk tidak menikah muda tetapi berpendidikan tinggi, sehingga punya penghasilan sendiri.

Pesan edukasi ini disampaikan Pj Bupati Mimika, Valentinus S. Sumito ketika membuka kegiatan advokasi, sosialisasi dan fasilitasi pelaksanaan pendidikan kependudukan jalur formal di satuan pendidikan jenjang SD/MI dan SLTPANTS, jalur nonformal dan informal di Hotel Grand Tembaga, Selasa 8 Agustus 2023.

ADVERTISEMENT

Kegiatan yang digagas Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Mimika bekerjasama dengan BKKBN Papua. Peserta dalam advokasi ini merupakan perwakilan siswa-siswi SD, SMP dan SMA di Kabupaten Mimika.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Pj Bupati Valentinus memberikan tips kepada perwakilan pelajar dengan tujuan ikut mendukung pengendalian penduduk, dengan membangun ketahanan mengendalikan diri dalam memutuskan tidak menikah usia muda.

Baca Juga

Antrian Panjang Pengisian BBM: Viktor Kabey: Apa Artinya Barcode Jika Manajemen SPBU Tidak Konsisten

Gedung Sarinah akan Dijadikan Pusat Pemasaran Produk Unggulan Papua, Dukung Perluasan Usaha UMKM

Para pelajar diminta untuk lebih fokus mempersiapkan diri menempuh pendidikan yang baik. Setelah sekolah dan mendapatkan pekerjaan baru menikah, karena sudah ada penghasilan sendiri.

Dengan berpenghasian sendiri bisa memenuhi kebutuhan keluarga dan menghasilkan generasi masa depan yang sehat baik dari sisi SDM, maupun kesehatannya.

Termasuk dapat mengatur jarak kelahiran anak pertama dan kedua minimal tiga tahun. Tujuan mengatur  jarak kelahiran supaya anak pertama bisa menjadi contoh dan membantu adiknya dikala orangtua tidak sempat mendampingi.

Pj Bupati Valentinus menuturkan, membangun keluarga tanpa dipersiapkan secara baik akan berdampak pada kekurangan asupan gizi pada anak. Akibatnya anak lahir mengalami stunting atau pertumbuhan tidak normal. Begitu juga ibu yang kurang gizi akan berdampak pada kondisi kesehatannya.

Dengan mengendalikan kependudukan yang baik turut membantu pemerintah dalam mengurangi banyaknya pengangguran, kemacetan kendaraan. Sebab semuanya saling keterkaitan satu dengan lainnya.

“Jumlah penduduk Indonesia sangat banyak. Kita akan mendapatkan bonus demografi. Artinya kita mendapatkan jumlah penduduk yang sangat besar. Namun kalau dia tidak berkualitas itu hanya menambah beban pemerintah dan kita semua. Karena itu harus menjadi tanggung jawab kita bersama. Misalnya kalau dia pengangguran atau jadi pengemis,” katanya.

Pj Bupati mengungkapkan hidup di era teknologi sekarang ibaratnya dunia dalam genggaman tangan. Semua hal yang baik maupun informasi yang kurang baik misalnya tentang hubungan orang dewasa setiap kali klik pasti terlintas di layar android. Meskipun orangtua sudah berupaya keras memproteksi anak namun kemajuan dunia teknologi sekarang makin kejam.

“Secara tidak sengaja baik orang tua dan anak-anak di usia yang belum pantas ketika membuka HP biasanya muncul informasi tentang hubungan orang dewasa. Belum lagi anak yang nonton sinetron tidak pantas dengan usianya. Di usia masih sangat mudah tapi sudah pingin belajar mengenal pasangan. Laki dan perempuan mulai mengenal pacaran. Apabila sudah seperti itu menjadi repot orangtua, diri sendiri dan masa depan,” papar Bupati Valentinus.

Bupati Valentinus mencontohkan dijamannya dulu usia SMP masih merasa tabu berbicara cinta.

“Masuk SMA masih ragu-ragu bicara cinta. Apalagi jalan berpasangan. Namun sekarang biar anak kecil masih SD sudah berani bicara cinta,” katanya.

Di hadapan peserta, Bupati Valentinus mengisahkan bahwa dirinya setamat SMA lolos tes masuk IPDN. Setelah selesai pendidikan dan bekerja dengan usia 25 tahun.

Merasa sudah dewasa, mempunyai pekerjaan dan penghasilan sendiri namun proteksi orangtua akan masa depan generasi masih sangat kuat.

Ketika menyampaikan niatnya untuk menikah malah orangtua menyampaikan bahwa masih terlalu mudah untuk berumah tangga. Begitu menyelesaikan S1 di usia 28 tahun orangtua juga sampaikan masih terlalu mudah dan baru menikah setelah rampung S2 dan menikan di usia 33 tahun.

Menurutnya dengan pengalaman ini membuktikan keluarga ikut serta merencanakan dalam mengendalikan diri dan masa depan.

“Kalau kita mampu mengendalikan diri, maka selamatlah kita. Karena tanpa kita sadari begitu memutuskan menikah berarti kita punya anak. Kalau kita orang yang bertanggungjawab kita harus sudah memikirkan anak saya harus mendapatkan kehidupan yang layak. Anak saya harus mendapatkan sekolah yang bagus, anak saya harus mendapatkan kebutuhan hidupnya dengan baik,” paparnya.

Dengan menanamkan nilai-nilai ini maka akan lebih fokus pada belajar dan bekerja dengan baik. Sehingga untuk mengurus berkeluarga  sudah bisa ditargetkan menikah diumur 30 tahun dengan syarat sudah bekerja dan penghasilan sendiri.

“Jangan karena merasa ganteng, badan bagus terus kejar-kejar cewek. Kalau belum ada kerja mau kasih makan apa?” katanya. (redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Mantan Senator Soroti Membludaknya Pencaker di Mimika, Perusahaan Harus Patuhi Permenaker No 39 Tahun 2016

Antrian Panjang Pengisian BBM: Viktor Kabey: Apa Artinya Barcode Jika Manajemen SPBU Tidak Konsisten

10 Juni 2026
Warning! Gubernur Mathius Fakhiri Ancam Copot Direktur RS dan Kapus yang Menolak Pasien

Gedung Sarinah akan Dijadikan Pusat Pemasaran Produk Unggulan Papua, Dukung Perluasan Usaha UMKM

10 Juni 2026
145 Mahasiswa Beasiswa Afirmasi di Papua Selatan Dilepas ke Sejumlah Kampus di Indonesia

145 Mahasiswa Beasiswa Afirmasi di Papua Selatan Dilepas ke Sejumlah Kampus di Indonesia

10 Juni 2026
Kejari Mimika Selesaikan Tiga Perkara Lewat Restorative Justice, Utamakan Perdamaian dan Pemulihan

Dugaan Korupsi Proyek Rumah Senilai Rp8,75 Miliar, Kejari Mimika Kumpul Data Nilai Kerugian Negara

10 Juni 2026
Guru asal Flores Meninggal di Mappi, Mama Mina Ingin Memeluk Anaknya untuk Terakhir Kali

Guru asal Flores Meninggal di Mappi, Mama Mina Ingin Memeluk Anaknya untuk Terakhir Kali

10 Juni 2026
Bupati Mimika Terima Laporan Oknum Pejabat Mabuk Miras di Kantor, Mengulangi Lagi Dicopot

Indeks Inovasi Daerah: Mimika Peringkat 300 Nasional, Terbaik Kedua di Tanah Papua

10 Juni 2026

POPULER

  • Pembakaran Gedung SD Yapis oleh KKB, Kerugian Mencapai Rp2 Miliar

    Pembakaran Gedung SD Yapis oleh KKB, Kerugian Mencapai Rp2 Miliar

    619 shares
    Bagikan 248 Tweet 155
  • Pelajar SMP Negeri dan Swasta di Papua Tengah Bebas Biaya Pendidikan, Berlaku Tahun Ini

    881 shares
    Bagikan 352 Tweet 220
  • Aksi Curas di Timika Terekam CCTV, Pelaku Langsung Diamankan Polisi

    531 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
  • Skandal Lahan Rp22,5 Miliar di Mimika, Penetapan Tersangka Tinggal Menunggu Waktu

    531 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
  • PPDB 2026 Wajib Melalui Empat Jalur, Kadisdik Mimika Ingatkan Tidak Boleh Terima Titipan Pejabat

    620 shares
    Bagikan 248 Tweet 155
  • Nunggak Pajak Rp17 Miliar, Rekening 36 Warga Papua Diblokir

    525 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • Freeport Kelola Tailing Bernilai Guna, Anggaran Tembus Rp200–300 Juta Dolar per Tahun

    524 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
Next Post
Kasat Polairud Polres Boven Digoel, Iptu Ino Sain menyerahkan bocah yang ditemukan tenggelam kepada keluarganya. (Foto: Ist/Koranpapua.id)

Bocah Tenggelam di Sungai Digoel Berhasil Ditemukan SAR Gabungan

Galeri Foto Musyawarah Daerah IV Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah Kabupaten Mimika

Aloysius Karubaba, S.Sos, Ketua Pokja Bina Ketahanan Remaja, Gidion Lebang, S.IP, Analisis Kependudu dan Keluarga Berencana Ahli Muda dan Drikson Auparay, S.IP, Ketua Pokja Analisis Dampak Kependudukan foto bersama. (Foto : Redaksi/Koranpapua.id)

Mengecek Kesehatan Calon Pengantin, Kemenkes Terapkan Aplikasi Elsimil

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id