ADVERTISEMENT
Rabu, Agustus 12, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Kapolda Papua Tengah Warning Keras: Pengamanan Freeport Jangan Tunggu Gangguan Terjadi, Intelejen Tak Boleh Kecolongan

Para komandan diminta mengetahui keberadaan serta kondisi anggotanya, memastikan komunikasi berjalan, kebutuhan logistik terpenuhi dan setiap pergerakan personel direncanakan secara matang.

12 Agustus 2026
0
Kapolda Papua Tengah Warning Keras: Pengamanan Freeport Jangan Tunggu Gangguan Terjadi, Intelejen Tak Boleh Kecolongan

Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id – Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini mengeluarkan peringatan tegas terkait sistem pengamanan objek vital nasional PT Freeport Indonesia (PTFI). 

Ia meminta seluruh jajaran tidak bekerja secara reaktif dengan menunggu gangguan keamanan terjadi baru mengambil tindakan.

ADVERTISEMENT

Menurut Jermias, ancaman terhadap objek vital nasional harus dibaca dan diantisipasi sejak dini melalui penguatan intelijen, pemetaan kerawanan, kesiapsiagaan personel hingga koordinasi lintas sektor.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Penegasan tersebut disampaikan Jermias saat memimpin Analisa dan Evaluasi (Anev) Sistem Pengamanan Objek Vital Nasional PT Freeport Indonesia dengan tema “Sinkronisasi Langkah Teknis dan Taktis Penanganan Situasi Kamtibmas” di Timika, Selasa 12 Agustus 2026.

Baca Juga

247 Anak Mimika Berebut Beasiswa YPMAK, Hanya 13 Lolos ke UPN Yogyakarta

Penyaluran Dana Desa Berujung Ricuh, Sejumlah Kantor Pemerintah di Puncak Dibakar Massa

“Dinamika Kamtibmas serta potensi gangguan keamanan membutuhkan pola pengamanan yang terukur dan mampu beradaptasi dengan perkembangan situasi,” tegasnya. 

“Saya tidak ingin kita bekerja hanya setelah terjadi gangguan. Kita harus mampu membaca situasi sebelum gangguan itu terjadi,” lanjut Jermias.

Anev tersebut menjadi momentum evaluasi pelaksanaan Operasi Amole I Tahun 2026 Polda Papua Tengah, yang memiliki tugas strategis dalam menjaga keamanan kawasan objek vital nasional PTFI. 

Intelijen Diminta Tidak Kecolongan

Jermias meminta seluruh jajaran mengevaluasi operasi secara objektif, mulai dari perencanaan, kesiapan personel dan sarana prasarana. 

Termasuk pelaksanaan patroli, pengawalan, kegiatan preventif hingga kemampuan merespons gangguan keamanan.

Ia secara khusus menekankan penguatan fungsi intelijen dan monitoring wilayah.

“Harus diperkuat fungsi intelijen, monitoring wilayah, pemetaan potensi kerawanan serta komunikasi dengan masyarakat dan seluruh stakeholder,” pesannya. 

Diktakan, setiap informasi, sekecil apa pun yang berpotensi mengganggu keamanan, harus segera dianalisis dan ditindaklanjuti sesuai prosedur. 

Peringatan tersebut menjadi penting mengingat kawasan operasi Freeport merupakan objek vital nasional yang membutuhkan sistem pengamanan berlapis dan kemampuan merespons perubahan situasi secara cepat.

Keselamatan Personel Jadi Perhatian

Selain meminta kewaspadaan terhadap potensi ancaman, Kapolda juga mengingatkan seluruh personel Operasi Amole untuk menjaga disiplin, kesiapsiagaan dan profesionalisme.

Para komandan diminta mengetahui keberadaan serta kondisi anggotanya, memastikan komunikasi berjalan, kebutuhan logistik terpenuhi dan setiap pergerakan personel direncanakan secara matang.

“Dalam pelaksanaan tugas, keselamatan personel juga menjadi perhatian utama,” tegasnya.

Ia mengingatkan personel agar tidak meremehkan ancaman, namun juga tidak berlebihan dalam menyikapi setiap situasi.

“Keamanan Freeport Bukan Tanggung Jawab Polri Saja”

Jermias menegaskan pengamanan PTFI  tidak dapat dibebankan kepada Polri seorang diri. Sinergi antara TNI-Polri, pemerintah daerah, PTFI, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat sert seluruh pemangku kepentingan harus diperkuat.

“Hindari ego sektoral, kedepankan koordinasi dan kolaborasi. Keamanan adalah tanggung jawab bersama,” katanya.

Di tengah pengamanan objek vital, Jermias juga meminta personel tetap mengedepankan pendekatan humanis. Kehadiran aparat harus memberikan rasa aman kepada masyarakat, bukan justru menciptakan ketakutan.

“Laksanakan tugas dengan senyum, sapa dan salam. Setiap tindakan kepolisian harus profesional, proporsional, terukur dan sesuai ketentuan hukum,” ujarnya.

Ingatkan Jangan Rusak Nama Baik Institusi

Jermias juga memberikan peringatan keras terkait integritas personel selama pelaksanaan operasi. Para Kasatgas dan komandan diminta melakukan pengawasan melekat untuk mencegah pelanggaran disiplin, kode etik maupun tindak pidana.

“Satu orang melakukan pelanggaran, dampaknya dapat dirasakan oleh seluruh institusi. Karena itu, jaga sikap, perilaku dan tutur kata serta jangan melakukan tindakan yang dapat mencederai kepercayaan masyarakat dan merusak nama baik Polri,” pungkasnya.

Anev tersebut dihadiri Wakapolda Papua Tengah Kombes Pol. Gustav R. Urbinas, para pejabat utama Polda Papua Tengah. 

Hadir juga para Kapolres jajaran, Senior Technical Advisor PT Freeport Indonesia Brigjen Pol (Purn.) Bonafisua Tampoi serta jajaran manajemen keamanan PT Freeport Indonesia. (*) 

Penulis: Ril Minggu

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Kapolda Papua Tengah Warning Keras: Pengamanan Freeport Jangan Tunggu Gangguan Terjadi, Intelejen Tak Boleh Kecolongan

Kapolda Papua Tengah Warning Keras: Pengamanan Freeport Jangan Tunggu Gangguan Terjadi, Intelejen Tak Boleh Kecolongan

12 Agustus 2026
247 Anak Mimika Berebut Beasiswa YPMAK, Hanya 13 Lolos ke UPN Yogyakarta

247 Anak Mimika Berebut Beasiswa YPMAK, Hanya 13 Lolos ke UPN Yogyakarta

12 Agustus 2026
Penyaluran Dana Desa Berujung Ricuh, Sejumlah Kantor Pemerintah di Puncak Dibakar Massa

Penyaluran Dana Desa Berujung Ricuh, Sejumlah Kantor Pemerintah di Puncak Dibakar Massa

11 Agustus 2026
Jalan Cenderawasih SP2 Masih Dipalang, Ketua LEMASA Ingatkan Jangan Tunggu Persoalan Membesar

Jalan Cenderawasih SP2 Masih Dipalang, Ketua LEMASA Ingatkan Jangan Tunggu Persoalan Membesar

11 Agustus 2026
Sekda Mimika Ingatkan Kepala Kampung: Dana Desa Bukan untuk Kepentingan Pribadi

Sekda Mimika Ingatkan Kepala Kampung: Dana Desa Bukan untuk Kepentingan Pribadi

11 Agustus 2026
Masuk Indonesia Lewat Jalur Tikus, WNA PNG Akan Dideportasi dari Timika

Masuk Indonesia Lewat Jalur Tikus, WNA PNG Akan Dideportasi dari Timika

11 Agustus 2026

POPULER

  • Penembakan di Pintu Masuk FBLB Jayawijaya, TPNPB-OPM Klaim Bertanggung Jawab

    “Kami Siap Perang” KKB Ingatkan Tidak Boleh Gelar Perayaan HUT RI ke-81 di Kota Wamena

    628 shares
    Bagikan 251 Tweet 157
  • Aksi Gerakan Seribu Rupiah: Dinsos Mimika Minta Rekomendasi, APELCAMI Pertanyakan Dasar Hukumnya 

    571 shares
    Bagikan 228 Tweet 143
  • APBD Triliunan: Mama Martina Bertahan dengan Anyaman Papua di Tengah Minimnya Perhatian Pemkab Mimika

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • PN Timika Tunda Eksekusi Sengketa Tanah SP II Demi Keamanan, Putusan Tetap Inkrah

    547 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Aktivis HAM Tantang Kapolres Mimika: Berani Tegas di Kwamki Narama dan Tuntaskan Kasus Pembunuhan oleh Oknum Polisi 

    541 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Kepala SPPG Papua Dicopot Buntut Kasus Keracunan Makanan Bergizi Gratis 

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
  • Meriahkan HUT RI ke-81: Pesta Rakyat 17 Agustus di Distrik Jita Makin Meriah, Black Brothers hingga Band Lokal Siap Tampil

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id