TIMIKA, Koranpapua.id – Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini mengeluarkan peringatan tegas terkait sistem pengamanan objek vital nasional PT Freeport Indonesia (PTFI).
Ia meminta seluruh jajaran tidak bekerja secara reaktif dengan menunggu gangguan keamanan terjadi baru mengambil tindakan.
Menurut Jermias, ancaman terhadap objek vital nasional harus dibaca dan diantisipasi sejak dini melalui penguatan intelijen, pemetaan kerawanan, kesiapsiagaan personel hingga koordinasi lintas sektor.
Penegasan tersebut disampaikan Jermias saat memimpin Analisa dan Evaluasi (Anev) Sistem Pengamanan Objek Vital Nasional PT Freeport Indonesia dengan tema “Sinkronisasi Langkah Teknis dan Taktis Penanganan Situasi Kamtibmas” di Timika, Selasa 12 Agustus 2026.
“Dinamika Kamtibmas serta potensi gangguan keamanan membutuhkan pola pengamanan yang terukur dan mampu beradaptasi dengan perkembangan situasi,” tegasnya.
“Saya tidak ingin kita bekerja hanya setelah terjadi gangguan. Kita harus mampu membaca situasi sebelum gangguan itu terjadi,” lanjut Jermias.
Anev tersebut menjadi momentum evaluasi pelaksanaan Operasi Amole I Tahun 2026 Polda Papua Tengah, yang memiliki tugas strategis dalam menjaga keamanan kawasan objek vital nasional PTFI.
Intelijen Diminta Tidak Kecolongan
Jermias meminta seluruh jajaran mengevaluasi operasi secara objektif, mulai dari perencanaan, kesiapan personel dan sarana prasarana.
Termasuk pelaksanaan patroli, pengawalan, kegiatan preventif hingga kemampuan merespons gangguan keamanan.
Ia secara khusus menekankan penguatan fungsi intelijen dan monitoring wilayah.
“Harus diperkuat fungsi intelijen, monitoring wilayah, pemetaan potensi kerawanan serta komunikasi dengan masyarakat dan seluruh stakeholder,” pesannya.
Diktakan, setiap informasi, sekecil apa pun yang berpotensi mengganggu keamanan, harus segera dianalisis dan ditindaklanjuti sesuai prosedur.
Peringatan tersebut menjadi penting mengingat kawasan operasi Freeport merupakan objek vital nasional yang membutuhkan sistem pengamanan berlapis dan kemampuan merespons perubahan situasi secara cepat.
Keselamatan Personel Jadi Perhatian
Selain meminta kewaspadaan terhadap potensi ancaman, Kapolda juga mengingatkan seluruh personel Operasi Amole untuk menjaga disiplin, kesiapsiagaan dan profesionalisme.
Para komandan diminta mengetahui keberadaan serta kondisi anggotanya, memastikan komunikasi berjalan, kebutuhan logistik terpenuhi dan setiap pergerakan personel direncanakan secara matang.
“Dalam pelaksanaan tugas, keselamatan personel juga menjadi perhatian utama,” tegasnya.
Ia mengingatkan personel agar tidak meremehkan ancaman, namun juga tidak berlebihan dalam menyikapi setiap situasi.
“Keamanan Freeport Bukan Tanggung Jawab Polri Saja”
Jermias menegaskan pengamanan PTFI tidak dapat dibebankan kepada Polri seorang diri. Sinergi antara TNI-Polri, pemerintah daerah, PTFI, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat sert seluruh pemangku kepentingan harus diperkuat.
“Hindari ego sektoral, kedepankan koordinasi dan kolaborasi. Keamanan adalah tanggung jawab bersama,” katanya.
Di tengah pengamanan objek vital, Jermias juga meminta personel tetap mengedepankan pendekatan humanis. Kehadiran aparat harus memberikan rasa aman kepada masyarakat, bukan justru menciptakan ketakutan.
“Laksanakan tugas dengan senyum, sapa dan salam. Setiap tindakan kepolisian harus profesional, proporsional, terukur dan sesuai ketentuan hukum,” ujarnya.
Ingatkan Jangan Rusak Nama Baik Institusi
Jermias juga memberikan peringatan keras terkait integritas personel selama pelaksanaan operasi. Para Kasatgas dan komandan diminta melakukan pengawasan melekat untuk mencegah pelanggaran disiplin, kode etik maupun tindak pidana.
“Satu orang melakukan pelanggaran, dampaknya dapat dirasakan oleh seluruh institusi. Karena itu, jaga sikap, perilaku dan tutur kata serta jangan melakukan tindakan yang dapat mencederai kepercayaan masyarakat dan merusak nama baik Polri,” pungkasnya.
Anev tersebut dihadiri Wakapolda Papua Tengah Kombes Pol. Gustav R. Urbinas, para pejabat utama Polda Papua Tengah.
Hadir juga para Kapolres jajaran, Senior Technical Advisor PT Freeport Indonesia Brigjen Pol (Purn.) Bonafisua Tampoi serta jajaran manajemen keamanan PT Freeport Indonesia. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru







