ADVERTISEMENT
Kamis, September 17, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

Aksi Gerakan Seribu Rupiah: Dinsos Mimika Minta Rekomendasi, APELCAMI Pertanyakan Dasar Hukumnya 

Jangan hanya memberikan retorika dan janji manis. Sudah saatnya bekerja nyata dengan menghadirkan Perda yang melindungi pencari kerja lokal.

11 Agustus 2026
0
Aksi Gerakan Seribu Rupiah: Dinsos Mimika Minta Rekomendasi, APELCAMI Pertanyakan Dasar Hukumnya 

Sejumlah pegawai Dinas Sosial Kabupaten Mimika saat mendatangi lokasi penggalangan dana Aksi Gerakan Seribu Rupiah yang dilakukan oleh APELCAMI Papua. (foto ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Aksi Gerakan Seribu Rupiah yang digelar Asosiasi Pencari Kerja Lokal Carstensz Mimika Papua (APELCAMI) di Timika kembali menjadi sorotan. 

Kali ini, sejumlah petugas yang mengaku sebagai pegawai Dinas Sosial Kabupaten Mimika mendatangi lokasi penggalangan dana dan mempertanyakan legalitas kegiatan tersebut.

ADVERTISEMENT

Kedatangan mereka terekam dalam sebuah video berdurasi sekitar 10 menit yang diterima Koranpapua.id, Senin 10 Agustus 2026. 

Advertisement. Scroll to continue reading.

Video itu kemudian menjadi bahan perbincangan publik karena muncul pertanyaan, sejauh mana kewenangan Dinas Sosial dalam kegiatan penggalangan dana yang dilakukan masyarakat?.

Baca Juga

Ketua TP-PKK Mimika Titip Pesan Tegas: Pengurus Baru Harus Bekerja dengan Hati dan Layani Masyarakat

60.000 Batang Rokok Diduga Berpita Cukai Palsu Digagalkan di Bandara Sentani

Dalam video yang berdurasi 10 menit 6 detik tersebut, salah seorang yang mengaku sebagai pegawai Dinas Sosial Mimika meminta panitia menunjukkan surat kegiatan.

“Ada suratnya? Boleh dilihat, supaya saya bisa lihat siapa yang tanda tangan. Saya ini orang Dinas Sosial,” ujarnya.

Ia kemudian menyampaikan bahwa kegiatan penggalangan dana disebut membutuhkan rekomendasi dari Dinas Sosial.

“Kalau melakukan penggalangan dana begini, di mana-mana, termasuk di Indonesia berlaku, ketika Dinas Sosial mengeluarkan surat rekomendasi,” katanya.

Ia juga membedakan fungsi surat dari kepolisian yang menurutnya berkaitan dengan pengamanan kegiatan.

Pernyataan tersebut langsung memunculkan pertanyaan dari pihak APELCAMI. 

Mereka mempertanyakan dasar kewajiban rekomendasi Dinas Sosial untuk kegiatan Gerakan Seribu Rupiah yang dilakukan sebagai bentuk kritik terhadap pemerintah daerah.

Salah seorang anggota organisasi bahkan menegaskan bahwa pihaknya memahami surat kepada kepolisian sebagai surat pemberitahuan kegiatan bukan semata-mata surat izin.

“Padahal kegiatan seperti ini, surat pemberitahuan, bukan surat izin di kepolisian,” jelasnya.

Dinsos Dipertanyakan: Rekomendasi untuk Apa?

Polemik semakin mengemuka karena aksi APELCAMI bukan sekadar penggalangan dana biasa. 

Gerakan tersebut merupakan bentuk kritik terbuka terhadap Pemerintah Kabupaten Mimika dan DPRK Mimika yang dinilai belum mampu menghadirkan regulasi khusus untuk melindungi pencari kerja lokal.

Karena itu, pihak APELCAMI mempertanyakan alasan Dinas Sosial mendatangi lokasi dan meminta rekomendasi.

“Menurut saya, saya tidak tahu. Saya perlu bertanya, surat rekomendasi untuk apa? Dinas Sosial fungsinya apa, lalu kaitannya dengan kegiatan kami ini apa?” tegas salah satu anggota APELCAMI.

Pertanyaan tersebut menjadi penting karena publik kini menunggu kejelasan, apakah rekomendasi Dinas Sosial memang merupakan kewajiban dalam kegiatan penggalangan dana seperti yang dilakukan APELCAMI?,

Atau justru terdapat perbedaan pemahaman mengenai mekanisme perizinan dan pemberitahuan kegiatan?

Gerakan Rp1.000 Sindir Pemerintah

Sebelumnya, APELCAMI menggelar Gerakan Seribu Rupiah di Jalan Cenderawasih, dekat lampu merah SP2, Jumat 7 Agustus 2026.

Aksi tersebut mengusung tagline “Modal Bikin Perda/Perdasus Perlindungan dan Pemberdayaan Pencaker Lokal”.

Uang receh yang dikumpulkan dari masyarakat menjadi simbol protes. Pesannya jelas, jika pemerintah mengaku tidak memiliki anggaran untuk membuat regulasi perlindungan pencari kerja lokal, masyarakat siap patungan untuk mendorong lahirnya aturan tersebut.

Koordinator Lapangan APELCAMI, Geelvink Bob Kafiar, menyebut aksi itu sebagai bentuk kekecewaan sekaligus mosi tidak percaya terhadap pemerintah daerah.

Menurut APELCAMI, jumlah pencari kerja lokal di Mimika telah mencapai lebih dari 10 ribu orang, sementara regulasi khusus yang memberikan perlindungan dan keberpihakan terhadap pencari kerja lokal dinilai belum kunjung hadir.

“Pemerintah jangan terus tidur. Jangan hanya memberikan retorika dan janji manis. Sudah saatnya bekerja nyata dengan menghadirkan Perda yang melindungi pencari kerja lokal,” tegas Geelvink.

Kini, setelah aksi tersebut mendapat perhatian publik, muncul persoalan baru mengenai kedatangan pegawai yang mengaku dari Dinas Sosial.

Publik pun berhak mendapatkan penjelasan, apa dasar hukum rekomendasi Dinas Sosial yang dimaksud, apa kewenangannya dalam kegiatan tersebut, dan mengapa persoalan ini baru muncul setelah aksi APELCAMI menjadi sorotan publik?

Koranpapua.id masih berupaya meminta konfirmasi resmi kepada Dinas Sosial Kabupaten Mimika maupun pegawai yang berada di lokasi. 

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak terkait. (*) 

Penulis: Ril Minggu

Editor: Marthen LL Moru

 

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Ketua TP-PKK Mimika Titip Pesan Tegas: Pengurus Baru Harus Bekerja dengan Hati dan Layani Masyarakat

Ketua TP-PKK Mimika Titip Pesan Tegas: Pengurus Baru Harus Bekerja dengan Hati dan Layani Masyarakat

16 September 2026
60.000 Batang Rokok Diduga Berpita Cukai Palsu Digagalkan di Bandara Sentani

60.000 Batang Rokok Diduga Berpita Cukai Palsu Digagalkan di Bandara Sentani

16 September 2026
Di Tanah Kaya Emas, Kisah Benediktus, Pelajar di Mimika yang Mendulang demi Baju Sekolah

Di Tanah Kaya Emas, Kisah Benediktus, Pelajar di Mimika yang Mendulang demi Baju Sekolah

16 September 2026
Demerina Menangis Saat Hendak Bercerita, Trauma Usai 20 Hari Disandera KKB

Demerina Menangis Saat Hendak Bercerita, Trauma Usai 20 Hari Disandera KKB

16 September 2026
TP-PKK Kuala Kencana Periode 2026-2030 Resmi Dilantik, Ini Fokus Programnya

TP-PKK Kuala Kencana Periode 2026-2030 Resmi Dilantik, Ini Fokus Programnya

16 September 2026
Sopir Lajuran Dilaporkan Tewas di Jalur Wamena-Mbua, Mobil Dibakar

Sopir Lajuran Dilaporkan Tewas di Jalur Wamena-Mbua, Mobil Dibakar

16 September 2026

POPULER

  • Muhammad Ramadhani Meninggal,Keluarga Palang Jalan

    Muhammad Ramadhani Meninggal,Keluarga Palang Jalan

    621 shares
    Bagikan 248 Tweet 155
  • Penikaman di KM 10 Mimika Diduga Dipicu Rokok, Polisi Buru Pelaku

    557 shares
    Bagikan 223 Tweet 139
  • Kronologi Penikaman Ramadhani, Polisi Selidiki Motif

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Pria Tewas Berlumuran Darah di SP2 Timika, Polisi Buru 4 Temannya

    528 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Polisi Identifikasi Dua DPO Kasus Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya

    524 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • Korban Penyanderaan di Jila Dievakuasi ke Timika, Kapolda: Trauma Masih Terlihat

    521 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • 20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penyanderaan Jila Akhirnya Dievakuasi ke Timika

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
29 Rumah Layak Huni Dibangun di Jita, Kepala Distrik Sebut Satu Rumah Masih Ditempati Tiga Kepala Keluarga 

29 Rumah Layak Huni Dibangun di Jita, Kepala Distrik Sebut Satu Rumah Masih Ditempati Tiga Kepala Keluarga 

29 Rumah Layak Huni Dibangun di Jita, Kepala Distrik Sebut Satu Rumah Masih Ditempati Tiga Kepala Keluarga 

Air Bersih Menjadi Kebutuhan Paling Mendesak di Distrik Jita, Selama Ini Warga Andalkan Air Sungai

30 Ton Kopra Sarmi Senilai Rp516 Juta Dikirim ke Luar Daerah, Wagub Papua: Potensi Lokal Harus Jadi Kekuatan Ekonomi

30 Ton Kopra Sarmi Senilai Rp516 Juta Dikirim ke Luar Daerah, Wagub Papua: Potensi Lokal Harus Jadi Kekuatan Ekonomi

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id