TIMIKA, Koranpapua.id– Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) mengingatkan pemerintah untuk tidak menggelar perayaan HUT ke-81 di Kota Wamena, Ibukota Provinsi Papua Pegunungan.
Kelompok bersenjata ini bahkan mengancam siap berperang jika pemerintah tetap melaksanakan perayaan HUT Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 2026 di kota tersebut.
Pernyataan ini ditegaskan Komnas TPNPB Mayor Ebarowak Gwijangge dalam keterangan persnya melalui media sosial, Minggu 9 Agustus 2026.
“Kami Siap perang di Kota Wamena. Silakan gelar perayaan HUT ke-81 RI di Jakarta, bukan di Papua,” kata Ebarowak dalam pernyataanya seperti dikutip, Senin 10 Agustus 2026.
Masih dalam siaran persnya, Ebarowak juga mengimbau seluruh pihak untuk menghentikan aktivitas di semua jalan Trans-Wamena dan di kabupaten lainnya.
Ebarowak yang mengaku diri sebagai Komandan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma Batalyon Albu menegaskan, seluruh masyarakat Papua, termasuk para pejabat Papua, untuk tidak menggelar upacara HUT ke-81 RI di seluruh wilayah Kota Wamena.
“Agen pemerintah kolonial Indonesia dan lembaga intelijennya disarankan menggelar upacara bersama Prabowo Subianto di Jakarta,” demikian isi keterangan lainnya dalam siaran pers tersebut.
Ia juga mengeluarkan ancaman keras akan menembak mati siapa saja yang terlibat dalam upacara perayaan HUT Kemerdekaan RI di Kota Wamena.
“Jika kami menemukan warga Papua dan anak-anak sekolah berpartisipasi dalam upacara tersebut di Kota Wamena atau kabupaten lain di Papua, kami siap menembak mati mereka kapan saja dan di mana saja,” tegasnya.
“Karena pihak yang terlibat langsung merupakan bagian dari intelijen dan lembaga pemerintah Indonesia yang terus mendukung kekuasaan kolonial Indonesia di Papua,” lanjutnya.
Ebarowak juga mengatakan bahwa, saat ini TPNPB Kodap III Ndugama Derakma telah bersiaga di Kota Wamena.
Oleh karena itu, seluruh aktivitas sipil yang berkaitan dengan perayaan HUT ke-81 RI harus segera dihentikan guna mencegah masyarakat menjadi sasaran penembakan.
“Jika ada warga sipil yang terlibat, kami akan mematai-matai dan melabeli sebagai mata-mata pemerintah serta aparat Indonesia, dan kami siap menembak mati mereka,” tegasnya.
Ebarowak juga melaporkan, pada 24 Maret 2023, di Kampung Asa, Distrik Mam, Kabupaten Nduga, personel militer Indonesia menembak mati Komandan Batalyon Albu, Mayor Wisilul Gwijangge.
“Atas kematian Mayor Wisilul Gwijangge tersebut, kami melakukan serangan balasan terhadap aparat militer Indonesia pada 15 April 2023. Dalam serangan ini, kami menembak 15 personel militer Indonesia,” ungkapnya.
Markas Komando Nasional TPNPB merilis instruksi langsung dari Komandan Kodap III Ndugama Derakma Batalyon Albu, Mayor Ebarowak Gwijangge, yang mengklaim pasukannya telah menyusup dan menyebar di penjuru Kota Wamena.
Ancaman bertubi-tubi ini dinilai sebagai kelanjutan dari rentetan kekerasan yang melanda Wamena dalam beberapa hari terakhir. (Redaksi)






