ADVERTISEMENT
Sabtu, September 26, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Jalan Cenderawasih SP2 Masih Dipalang, Ketua LEMASA Ingatkan Jangan Tunggu Persoalan Membesar

“Saya akan mengambil langkah. Besok saya keluarkan undangan resmi dan kita jalankan mediasi. Setelah itu kita cari kesimpulan supaya akses jalan bisa kembali dibuka seperti biasa”. 

11 Agustus 2026
0
Jalan Cenderawasih SP2 Masih Dipalang, Ketua LEMASA Ingatkan Jangan Tunggu Persoalan Membesar

Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (LEMASA), Sem Bukaleng. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id – Persoalan lahan yang berbuntut pemalangan Jalan Cenderawasih SP2 Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, hingga kini belum menemukan titik penyelesaian. 

Kondisi tersebut mendorong Ketua Lembaga Masyarakat Hukum Adat (LEMASA) Kabupaten Mimika, Sem Bukaleng turun langsung mengambil peran untuk mencegah persoalan berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

ADVERTISEMENT

Kepada koranpapua.id, Selasa 11 Agustus 2026, Sem Bukaleng menegaskan bahwa pemerintah daerah maupun pihak terkait perlu segera duduk bersama dan mencari solusi yang dapat diterima semua pihak.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Menurutnya, persoalan yang terjadi sudah berlangsung beberapa hari, namun belum ada langkah penyelesaian yang memberikan kepastian kepada masyarakat.

Baca Juga

Dinkes Mimika Tanamkan Kebiasaan Hidup Sehat dan Cegah Anemia di SMPN 6 Timika

Kepala SMPN 6 Timika Minta Siswa Biasakan Hidup Sehat, Dimulai dari Diri Sendiri

“Sudah beberapa hari persoalan ini berlangsung, tetapi belum ada solusi yang kami dapatkan. Karena itu, saya mengambil bagian untuk mencari jalan keluar agar jangan sampai persoalan ini berkembang dan menimbulkan korban,” tegas Sem.

Ia mengatakan, LEMASA akan menggelar mediasi dengan mengundang seluruh pihak yang berkaitan dengan persoalan tersebut. 

Rencananya, pihak yang akan diundang antara lain Kepala Distrik Mimika Baru, lurah terkait, kepala kampung, kepolisian, serta masyarakat yang terlibat dalam persoalan tanah.

Sem menegaskan, pertemuan tersebut harus menghasilkan kesepakatan yang jelas dan dituangkan dalam berita acara agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

“Kita duduk bersama, mencari solusi dan membuat berita acara. Setelah ada kesepakatan, masalah ini harus selesai dan masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan aman,” ujarnya.

Kritik Respons Aparat

Sem juga menyoroti lambannya respons aparat kepolisian polres mimika dalam menangani persoalan tersebut. 

Ia mengaku masyarakat sebelumnya telah menyerahkan persoalan itu kepada kepolisian, namun hingga kini belum mendapatkan kabar terkait langkah penyelesaian.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi memicu persoalan yang lebih besar.

“Kalau persoalan ini dibiarkan, dampaknya bisa mengenai semua pihak. Jangan sampai persoalan yang sebenarnya masih bisa diselesaikan secara baik justru menjadi konflik besar,” katanya.

Ia berharap Kapolres Mimika yang baru dapat melihat persoalan tersebut secara serius dan segera mengambil langkah bersama seluruh pihak.

“Ini bukan persoalan kecil kalau dibiarkan. Kita harus mencegah sebelum terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan,” tegasnya.

LEMASA Minta Jalan Kembali Dibuka

Sem juga menyampaikan bahwa sebagian akses jalan yang sebelumnya dipalang telah dibuka, namun masih terdapat bagian jalan yang belum sepenuhnya dapat dilalui masyarakat.

Karena itu, ia meminta masyarakat tidak mengambil tindakan sendiri dan memberikan ruang bagi proses mediasi.

“Saya akan mengambil langkah. Besok saya keluarkan undangan resmi dan kita jalankan mediasi. Setelah itu kita cari kesimpulan supaya akses jalan bisa kembali dibuka seperti biasa,” jelasnya.

Ia menegaskan, kehadiran LEMASA bukan untuk memperkeruh keadaan, melainkan menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan martabat masyarakat adat.

“Kami juga bagian dari pemerintah dan bagian dari masyarakat adat. Jadi kita harus saling menghargai dan mencari solusi bersama,” pungkas Sem Bukaleng.

LEMASA kini mendorong seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah dan aparat keamanan, untuk tidak menunggu persoalan SP2 membesar sebelum mengambil tindakan. (*) 

Penulis: Ril Minggu

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Dinkes Mimika Tanamkan Kebiasaan Hidup Sehat dan Cegah Anemia di SMPN 6 Timika

Dinkes Mimika Tanamkan Kebiasaan Hidup Sehat dan Cegah Anemia di SMPN 6 Timika

26 September 2026
Dinkes Mimika Dorong PHBS dan Aksi Bergizi Jadi Kebiasaan di Sekolah

Dinkes Mimika Dorong PHBS dan Aksi Bergizi Jadi Kebiasaan di Sekolah

25 September 2026
Kepala SMPN 6 Timika Minta Siswa Biasakan Hidup Sehat, Dimulai dari Diri Sendiri

Kepala SMPN 6 Timika Minta Siswa Biasakan Hidup Sehat, Dimulai dari Diri Sendiri

25 September 2026
Dinkes Mimika Ajak Siswa SMPN 6 Timika Biasakan Hidup Bersih dan Sehat

Dinkes Mimika Ajak Siswa SMPN 6 Timika Biasakan Hidup Bersih dan Sehat

25 September 2026
Kontak Senjata di Intan Jaya, Koops TNI Habema Laporkan Empat Anggota OPM Tewas

Kontak Senjata di Intan Jaya, Koops TNI Habema Laporkan Empat Anggota OPM Tewas

25 September 2026

Aksi Kamisan Jember ke-50 Serukan Penyelesaian Pelanggaran HAM Hingga Keadilan Agraria

25 September 2026

POPULER

  • Tragedi Jila: Siswi Diduga Tewas Kelaparan, 7 Anak Masih Disandera, Tokoh Amungme Desak TNI Tarik Pos Baru

    Tragedi Jila: Siswi Diduga Tewas Kelaparan, 7 Anak Masih Disandera, Tokoh Amungme Desak TNI Tarik Pos Baru

    580 shares
    Bagikan 232 Tweet 145
  • TPNPB Klaim Enam Anggotanya Terluka dalam Serangan Udara di Nduga

    547 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Polisi Tangkap Tersangka Penembakan Konsultan BPKAD di Yahukimo

    530 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
  • Sekolah Mengajarkan Ilmu, Rumah Membentuk Jiwa Anak

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Pelaku Utama Pembunuhan di Jalan Kelimutu Timika Ditangkap, Polisi Ungkap Motif Dendam

    524 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • Puskesmas Mapurujaya Dapat Dukungan PMT Rp200 Juta dari Distrik Mimika Timur

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Tagih “Kuota Emas” CPNS 2024, Aliansi Pemuda Amungme Demo di Kantor Bupati Mimika

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Penyaluran Dana Desa Berujung Ricuh, Sejumlah Kantor Pemerintah di Puncak Dibakar Massa

Penyaluran Dana Desa Berujung Ricuh, Sejumlah Kantor Pemerintah di Puncak Dibakar Massa

247 Anak Mimika Berebut Beasiswa YPMAK, Hanya 13 Lolos ke UPN Yogyakarta

247 Anak Mimika Berebut Beasiswa YPMAK, Hanya 13 Lolos ke UPN Yogyakarta

Kapolda Papua Tengah Warning Keras: Pengamanan Freeport Jangan Tunggu Gangguan Terjadi, Intelejen Tak Boleh Kecolongan

Kapolda Papua Tengah Warning Keras: Pengamanan Freeport Jangan Tunggu Gangguan Terjadi, Intelejen Tak Boleh Kecolongan

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id