ADVERTISEMENT
Rabu, September 23, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Pengungsi di Papua Tengah 124.931 Orang, Komnas HAM: Kebutuhan Masyarakat Harus Dipetakan Agar Tepat Sasaran 

“Selain itu, penting untuk melibatkan dari unsur perusahaan sebagai tanggung jawab sosial dalam membantu pengungsi, agar tidak memberatkan APBN”. 

12 Agustus 2026
0
Pengungsi di Papua Tengah 124.931 Orang, Komnas HAM: Kebutuhan Masyarakat Harus Dipetakan Agar Tepat Sasaran 

Komnas HAM kolaborasi lintas kementerian dan lembaga untuk menangani sekitar 124.931 pengungsi di Papua Tengah akibat konflik yang masih berlangsung. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

JAKARTA, Koranpapua.id– Jumlah pengungsi akibat konflik berkepanjangan di Papua Tengah kini telah mencapai 124.931 orang.

Kondisi ini mendorong Komnas HAM melakukan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga untuk menangani kebutuhan warga di lokasi pengungsian. 

ADVERTISEMENT

Komnas HAM menilai kebutuhan masyarakat terdampak harus dipetakan agar bantuan seperti makanan, pakaian, dan layanan kesehatan tepat sasaran.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Diperkirakan sekitar 124.931 pengungsi yang membutuhkan bantuan makanan, pakaian, dan layanan kesehatan,” ujar Komisioner Komnas HAM Bidang Pemantauan dan Penyelidikan, Saurlin P. Siagian, dalam audiensi dengan Kementerian Sosial, seperti dikutip Rabu 12 Agustus 2026.

Baca Juga

Kejari Mimika Tuntaskan Uang Pengganti Rp31,3 Miliar dari Paulus Kurnala

Cegah Permukiman Kumuh, Pemkab Mimika Dorong Penataan Sejak Dini

Dalam audensi tersebut, Saurlin mengatakan situasi darurat di Papua Tengah masih dinamis. Konflik yang terjadi tidak hanya menyebabkan korban jiwa, tetapi juga membuat ribuan warga meninggalkan tempat tinggal dan tersebar di berbagai lokasi. 

Karena itu, ia menilai para pengungsi saat ini masih sangat membutuhkan perhatian serius dari kementerian dan lembaga teknis.

“Situasi darurat secara dinamis masih terjadi di daerah tersebut, di mana terjadi penembakan yang mengakibatkan 12 orang meninggal, dan ribuan pengungsi menyebar ke berbagai lokasi,” ungkapnya. 

Menurutnya, Komnas HAM menilai penanganan pengungsi membutuhkan koordinasi yang lebih kuat. Identifikasi kebutuhan menjadi langkah penting agar bantuan yang disalurkan sesuai kondisi masyarakat terdampak. 

Saurlin mendorong Kementerian Sosial berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menangani persoalan kemanusiaan tersebut.

“Penting untuk mengidentifikasi kebutuhan pengungsi dan mengkoordinasikan bantuan. Kami memandang penting untuk berkolaborasi dengan Kementerian Sosial dalam penanganan pengungsi di Papua Tengah ini,” kata Saurlin.

Komnas HAM juga mendorong keterlibatan dunia usaha melalui tanggung jawab sosial perusahaan. Menurut dia, dukungan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. 

Sekaligus memperluas sumber bantuan bagi para pengungsi. Kemensos sebelumnya telah memberikan bantuan kepada 1.013 pengungsi di Kabupaten Puncak.

“Selain itu, penting untuk melibatkan dari unsur perusahaan sebagai tanggung jawab sosial dalam membantu pengungsi, agar tidak memberatkan APBN ,” pungkasnya. 

Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, mengatakan bantuan berikutnya bergantung pada usulan pemerintah daerah yang disertai data pengungsi. 

Agus menyarankan Komnas HAM berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) untuk membantu koordinasi kementerian teknis lainnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Kejari Mimika Tuntaskan Uang Pengganti Rp31,3 Miliar dari Paulus Kurnala

Kejari Mimika Tuntaskan Uang Pengganti Rp31,3 Miliar dari Paulus Kurnala

22 September 2026
Satgas Pasgat Gagalkan Pengiriman 28.000 Batang Rokok di Bandara Sentani

Satgas Pasgat Gagalkan Pengiriman 28.000 Batang Rokok di Bandara Sentani

22 September 2026
Cegah Permukiman Kumuh, Pemkab Mimika Dorong Penataan Sejak Dini

Cegah Permukiman Kumuh, Pemkab Mimika Dorong Penataan Sejak Dini

22 September 2026
Dukung Smart Governance, Pemkab Mimika Mulai Wajibkan OPD Gunakan Tanda Tangan Elektronik

Dukung Smart Governance, Pemkab Mimika Mulai Wajibkan OPD Gunakan Tanda Tangan Elektronik

22 September 2026
10 Rumah Layak Huni di Kampung Nawaripi Tetap untuk Warga Setempat, Ini Penjelasan Dinas

10 Rumah Layak Huni di Kampung Nawaripi Tetap untuk Warga Setempat, Ini Penjelasan Dinas

22 September 2026
Mimika Punya 11 Kawasan Kumuh, Pemkab Hanya Bisa Intervensi Tiga, Ini Daftarnya

Mimika Punya 11 Kawasan Kumuh, Pemkab Hanya Bisa Intervensi Tiga, Ini Daftarnya

22 September 2026

POPULER

  • Kecelakaan Tunggal di Depan Katedral Tiga Raja Timika, Pengendara Motor Tewas

    Kecelakaan Tunggal di Depan Katedral Tiga Raja Timika, Pengendara Motor Tewas

    543 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
  • Ketua Lemasa Sem Bukaleng Soroti Eksekusi Tanah SP 2, Minta Mediasi Dibuka Kembali

    538 shares
    Bagikan 215 Tweet 135
  • Diburu Berbulan-bulan, TN Terduga Pelaku Kekerasan Seksual di Kali Wania Ditangkap Polisi

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
  • PN Timika Eksekusi Lahan Sengketa di SP 2, Bangunan di Atas Tanah Dibongkar

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Bupati Mimika Targetkan APBD Perubahan 2026 Ditetapkan Sebelum 30 September

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Tagih “Kuota Emas” CPNS 2024, Aliansi Pemuda Amungme Demo di Kantor Bupati Mimika

    519 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Puskesmas Mapurujaya Dapat Dukungan PMT Rp200 Juta dari Distrik Mimika Timur

    518 shares
    Bagikan 207 Tweet 130
Next Post
Penyaluran Dana Desa Berujung Ricuh, Sejumlah Kantor Pemerintah di Puncak Dibakar Massa

Ini Kronologi Massa Bakar Tujuh Kantor Pemerintah, Buntut Tidak Puas Pembagian Dana Desa

Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

Evaluasi Tiga Tahun Pembangunan di Provinsi Papua Selatan, Gubernur Apolo: Seluruh OPD Diminta Siapkan Data

Evaluasi Tiga Tahun Pembangunan di Provinsi Papua Selatan, Gubernur Apolo: Seluruh OPD Diminta Siapkan Data

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id