ADVERTISEMENT
Kamis, Oktober 22, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Diwarnai Kontak Tembak, TNI Berhasil Evakuasi Jenazah Tiga Korban Penembakan di Yahukimo

Sebelum masuk ke sasaran, tim sudah mengumpulkan informasi, sehingga operasi dapat dilakukan secara efektif, efisien, dan terukur untuk menghindari korban masyarakat sipil.

23 Juli 2026
0
Diwarnai Kontak Tembak, TNI Berhasil Evakuasi Jenazah Tiga Korban Penembakan di Yahukimo

Proses Evakuasi Jenazah Warga Sipil, Korban Penembakan OPM di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id – Tiga jenazah warga sipil yang menjadi korban penembakan di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, berhasil dievakuasi pasukan TNI, setelah terlibat kontak tembak dengan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM), Kamis 23 Juli 2026.

Panglima Komando Operasi (Pangkoops) TNI Habema, Mayor Jenderal TNI Yudha Airlangga menyebut proses evakuasi dilakukan dua hari setelah insiden penembakan yang terjadi pada Selasa 21 Juli 2026.

Dalam konferensi pers di Timika, Yudha menjelaskan korban diketahui bernama Yentinus Kogoya dan istrinya Pam Wendakme. Sementara seorang perempuan lainnya belum diketahui identitasnya.

Menurut Yudha, informasi mengenai insiden tersebut baru diterima TNI pada Rabu 22 Juli 2026. Setelah menerima laporan, pasukan segera dikerahkan menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 65 kilometer dari pusat Kabupaten Yahukimo.

Baca Juga

Sambut HUT ke-79 Korpasgat, Satgas Pasgat Manggellum Berbagi Makanan dan Layani Kesehatan Warga

Seribu Pelajar Mimika Bakal Belajar Tanggap Darurat Lewat IFRC 2026

“Kami baru mendapat informasi kemarin siang, kemudian segera mengerahkan pasukan untuk melaksanakan evakuasi. Jarak menuju Seradala sekitar 65 kilometer dengan medan dan cuaca yang cukup ekstrem,” kata Yudha.

Ia menjelaskan, saat proses penyisiran, tim evakuasi lebih dahulu menemukan jejak darah sekitar pukul 11.20 WIT.

Dua puluh menit kemudian, pasukan terlibat kontak tembak dengan kelompok bersenjata yang diduga telah menunggu kedatangan aparat.

“Sekitar pukul 11.40 terjadi kontak tembak dengan OPM. Mereka sudah menunggu kami, tetapi dapat kami antisipasi melalui tindakan yang cepat dan terukur sehingga jenazah berhasil dievakuasi sekitar pukul 11.50 WIT,” ujarnya.

Yudha mengaku menyaksikan langsung dokumentasi kondisi ketiga korban setelah kembali dari Yahukimo. Ia menyebut kondisi jenazah sangat memprihatinkan.

“Kami melihat jenazah ditemukan dalam kondisi yang sangat tidak manusiawi. Karena itu kami bersama Bupati Yahukimo mengecam keras dan mengutuk tindakan yang sangat biadab ini”.

Setelah berhasil dievakuasi, ketiga jenazah dibawa ke RSUD Yahukimo sekitar pukul 14.30 WIT untuk menjalani visum sebelum diserahkan kepada pihak keluarga dan aparat berwenang.

Yudha mengatakan situasi keamanan yang belum kondusif telah mengganggu aktivitas masyarakat di sejumlah distrik di Yahukimo.

Menurutnya, pelayanan kesehatan, pendidikan hingga aktivitas perekonomian warga ikut terdampak akibat gangguan kelompok separatis bersenjata.

Ia juga menyampaikan Bupati Yahukimo saat ini sedang berada di Jayapura untuk mengupayakan pembukaan kembali akses Bandara Perintis Baliggama yang sempat terhenti pascainsiden penembakan pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat, Nicholas Gosling.

Akibat terhentinya penerbangan berdampak pada akses ke daerah-daerah terpencil terputus sehingga layanan kesehatan, pendidikan, maupun distribusi hasil kebun masyarakat menjadi terhambat.

“Saat ini pasukan kami berada di sekitar landasan Baliggama untuk membantu memulihkan rasa aman masyarakat agar aktivitas kembali normal,” ujarnya.

Turunkan Dua Tim dengan Perlengkapan Khusus

Dalam kesempatan itu, Yudha menjelaskan bahwa operasi evakuasi hanya melibatkan dua tim dengan perlengkapan khusus.

Langkah tersebut dilakukan agar operasi berjalan efektif sekaligus meminimalkan risiko terhadap warga sipil.

Dikatakan, sebelum masuk ke sasaran, tim sudah mengumpulkan informasi, sehingga operasi dapat dilakukan secara efektif, efisien, dan terukur untuk menghindari korban masyarakat sipil.

Ia menambahkan, dari jejak darah ditemukan hingga proses evakuasi selesai hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit.

“Antara penemuan jejak darah pukul 11.20 sampai evakuasi pukul 11.50 hanya sekitar 30 menit. Pasukan kami mampu menganalisis medan dan jejak dengan baik sehingga proses evakuasi berlangsung cepat,” ujarnya.

Yudha menegaskan operasi pengejaran terhadap kelompok bersenjata masih terus dilakukan dengan tetap mengedepankan perlindungan terhadap warga sipil.

“Saat ini pasukan masih melaksanakan pengejaran dengan tetap memperhatikan keamanan masyarakat dan hak asasi manusia,” pungkasnya.

TNI akan terus berupaya mengembalikan stabilitas keamanan agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kegiatan lainnya secara normal.

Berdasarkan informasi awal yang diterima TNI, pelaku penembakan diduga berasal dari kelompok yang dipimpin Kopi Tua Heluka. Namun, Yudha menegaskan identitas pelaku masih terus didalami.

Bantah Tiga Korban Adalah Agen TNI

Ia juga membantah klaim OPM yang menyebut ketiga korban merupakan agen TNI.

“Tuduhan itu tidak benar. Keselamatan dan keamanan masyarakat Papua adalah perhatian utama kami. Baik WNI maupun WNA, semuanya menjadi prioritas untuk kami lindungi,” tegasnya.

Kelompok Berbeda dengan Pembakaran Pesawat

Menjawab pertanyaan wartawan mengenai kemungkinan keterkaitan pelaku penembakan warga dengan pelaku pembakaran pesawat di Bandara Perintis Baliggama, Yudha memastikan keduanya merupakan kelompok yang berbeda.

“Berbeda. Yang pembakaran pesawat masih dalam proses identifikasi. Kami tidak ingin terburu-buru karena setiap pengerahan pasukan harus dilakukan secara tepat dan memperhitungkan risiko terhadap masyarakat,” ujarnya.

Menutup keterangannya, Yudha menegaskan TNI tidak hanya mengedepankan pendekatan keamanan, tetapi juga pendekatan kesejahteraan dan teritorial untuk mendukung terwujudnya Papua yang damai.

“Kami berharap masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal. Karena itu kami mengamankan Bandara, jalan, jembatan, pasar, dan pusat-pusat pelayanan publik agar stabilitas keamanan dan perekonomian dapat pulih kembali,” pungkasnya. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Seribu Pelajar Mimika Bakal Belajar Tanggap Darurat Lewat IFRC 2026

Seribu Pelajar Mimika Bakal Belajar Tanggap Darurat Lewat IFRC 2026

21 Oktober 2026
Freeport Gelar IFRC 2026 di Mimika, 17 Tim Adu Kemampuan

Freeport Gelar IFRC 2026 di Mimika, 17 Tim Adu Kemampuan

21 Oktober 2026
Sambut HUT ke-79 Korpasgat, Satgas Pasgat Manggellum Berbagi Makanan dan Layani Kesehatan Warga

Sambut HUT ke-79 Korpasgat, Satgas Pasgat Manggellum Berbagi Makanan dan Layani Kesehatan Warga

21 Oktober 2026
APELPA Desak Pemkab dan DPRK Mimika Audit Pelatihan Kerja Dana Otsus Rp12 Miliar

APELPA Desak Pemkab dan DPRK Mimika Audit Pelatihan Kerja Dana Otsus Rp12 Miliar

21 Oktober 2026
Donor Darah HUT ke-75 Humas Polri, Polda Papua Kumpulkan 84 Kantong

Donor Darah HUT ke-75 Humas Polri, Polda Papua Kumpulkan 84 Kantong

21 Oktober 2026
Kesbangpol Mimika Bekali 200 ASN untuk Perkuat Kesadaran Bela Negara

Kesbangpol Mimika Bekali 200 ASN untuk Perkuat Kesadaran Bela Negara

21 Oktober 2026

POPULER

  • Pastor Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Dasar Kolam Renang Kuala Kencana, Nyawanya Tak Tertolong

    Pastor Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Dasar Kolam Renang Kuala Kencana, Nyawanya Tak Tertolong

    648 shares
    Bagikan 259 Tweet 162
  • Gaji ASN Lewat Kopdes, BPKAD Mimika Tunggu Aturan Resmi

    623 shares
    Bagikan 249 Tweet 156
  • DPMK Mimika Dorong 133 Kampung Susun Program Prioritas 2027

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Waspada Kabut Asap Karhutla dan El Niño

    525 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • Kepala Puskesmas Atuka Apresiasi Monev Dinkes Mimika, Dorong Perbaikan Layanan

    518 shares
    Bagikan 207 Tweet 130
  • Baru Satu Sekolah Ajukan PJJ, Disdik Mimika Pantau Kondisi Siswa

    515 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
  • Waspada Influenza! Kenali 8 Gejala dan Cara Mencegahnya

    514 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
Next Post
Gubernur Meki Nawipa: Komarudin Watubun Berperan Besar Penentuan Nabire Menjadi Ibukota Papua Tengah

Gubernur Meki Nawipa: Komarudin Watubun Berperan Besar Penentuan Nabire Menjadi Ibukota Papua Tengah

Rancang Solusi Pembangunan di Wilayah Transmigrasi, 144 Akademisi Diterjunkan ke Papua dan Sumatera

Rancang Solusi Pembangunan di Wilayah Transmigrasi, 144 Akademisi Diterjunkan ke Papua dan Sumatera

Gubernur Dominggus: Reforma Agraria Harus Menghormati Hak Masyarakat Hukum Adat

Gubernur Dominggus: Reforma Agraria Harus Menghormati Hak Masyarakat Hukum Adat

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id