TIMIKA, Koranpapua.id– Pembentukan koordinator Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di 18 distrik menjadi langkah awal memperluas pembinaan dan pencarian bibit atlet di Kabupaten Mimika hingga ke kampung.
Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, mengatakan potensi atlet berprestasi tidak hanya berada di kawasan perkotaan. Bibit atlet juga banyak terdapat di distrik dan kampung yang selama ini belum mendapat pembinaan secara optimal.
“Bibit atlet sampai tingkat nasional itu ada di distrik-distrik. Tinggal bagaimana kita membina mereka,” ujar Merlyn seusai pelantikan Koordinator KONI tingkat distrik se-Kabupaten Mimika periode 2026–2030, Sabtu 5 September 2026.
Ia mencontohkan potensi anak-anak asli Kamoro dalam cabang olahraga lempar lembing yang dinilai dapat dikembangkan lebih jauh melalui pembinaan yang terarah.
Menurut Merlyn, keberadaan koordinator KONI di tingkat distrik penting untuk mendekatkan pembinaan olahraga kepada masyarakat.
Struktur tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi perangkat organisasi, tetapi mampu mengidentifikasi potensi atlet sejak dari sekolah, kampung, hingga kelurahan.
“Pembinaan olahraga juga bagian dari pembangunan sumber daya manusia,” katanya.
Merlyn menyebut Pekan Olahraga Antar-Cabang (PORCAP) yang dijadwalkan berlangsung Oktober 2026 dapat menjadi salah satu momentum untuk mencari dan memetakan bibit atlet, khususnya di Distrik Mimika Baru.
Meski demikian, Mimika Baru tidak ingin pembinaan hanya berorientasi pada target mengikuti kejuaraan.
Konsolidasi organisasi dan pemetaan potensi atlet akan dilakukan lebih dahulu dengan menyesuaikan sumber daya serta kondisi di lapangan.
“Kami rapikan struktur dan komunikasi dulu. Target dan keterlibatan dalam event kabupaten akan disesuaikan dengan sumber daya, anggaran, dan kondisi di lapangan,” ujar Merlyn.
Selanjutnya, pihak distrik akan membangun komunikasi dengan kelurahan, kampung, sekolah, dan komunitas olahraga untuk mengidentifikasi anak-anak yang memiliki potensi di berbagai cabang olahraga.
Merlyn berharap pola pembinaan tersebut dapat membuat pengembangan atlet di Mimika tidak lagi terpusat di kota.
“Harapan kami, pembinaan olahraga bisa menjangkau masyarakat sampai ke kampung dan tidak hanya terpusat di kota,” pungkasnya. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru







