ADVERTISEMENT
Rabu, Juli 22, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Harga Bahan Bangunan di Timika Melonjak, Pemilik Toko Mengeluh Omzet Turun Drastis

Imbasnya juga akan berdampak terhadap pekerjaan kontraktor lokal hingga sektor konstruksi secara keseluruhan yang berpotensi mengalami perlambatan akibat meningkatnya biaya pembangunan.

22 Juli 2026
0
KPU Mimika Perkuat Validasi Data Pemilih di TPS Khusus Freeport, Mobilitas Ribuan Karyawan Jadi Tantangan Utama

Berbagai bahan bangunan yang dijual di beberapa toko di Timika. (foto:redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id – Kenaikan harga bahan bangunan dalam dua bulan terakhir mulai dirasakan pelaku usaha di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Tidak hanya berdampak pada meningkatnya harga jual berbagai material, kondisi ini juga menyebabkan penurunan omzet penjualan dan berkurangnya daya beli masyarakat.

ADVERTISEMENT

Tiga pemilik toko bangunan di Timika yang ditemui Koranpapua.id, Rabu 22 Juli 2026 mengeluhkan hal yang sama.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Mereka mengaku aktivitas penjualan kini jauh lebih sepi dibandingkan sebelumnya, karena hampir seluruh jenis bahan bangunan mengalami kenaikan harga.

Baca Juga

Festival Budaya Nasional di Lombok: Pemkab Gelontorkan Rp2,5 Miliar Dukung Persiapan Sanggar Seni di Mimika

KPU Mimika Perkuat Validasi Data Pemilih di TPS Khusus Freeport, Mobilitas Ribuan Karyawan Jadi Tantangan Utama

Pemilik Toko Lia mengatakan, kenaikan harga mulai terasa sejak sekitar dua bulan terakhir dan memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan usaha.

“Pengaruhnya sangat terasa. Omzet kami turun cukup banyak karena hampir semua bahan bangunan mengalami kenaikan harga. Akibatnya pembeli juga mulai mengurangi pembelian,” ujarnya.

Menurutnya, sebelum terjadi kenaikan harga, kondisi penjualan relatif stabil. Namun setelah harga berbagai material naik, usaha toko bangunan ikut terdampak.

“Setelah ada kenaikan harga barang dari distributor dan pabrik maka harga jual di Timika juga ikut naik. Kami sebagai penjual hanya menyesuaikan harga yang sudah ditetapkan pemasok,” jelasnya.

Ia mencontohkan beberapa produk yang mengalami kenaikan, mulai dari semen, kloset, cat, hingga berbagai bahan bangunan lainnya.

Harga cat, terutama cat campuran dengan warna tertentu, kini harus disesuaikan berdasarkan daftar harga terbaru dari pabrik.

“Hampir semua produk naik. Cat naik, material sanitasi naik, dan bahan bangunan lainnya juga ikut naik. Kami tidak bisa menentukan harga sendiri karena semuanya mengikuti harga dari distributor maupun pabrik,” katanya.

Kenaikan harga tersebut dinilai berkaitan dengan meningkatnya biaya distribusi dan transportasi, termasuk dampak dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Kondisi ini membuat biaya operasional usaha semakin tinggi.

Berbagai bahan bangunan yang dijual di beberapa toko di Timika. (foto:redaksi/koranpapua.id)

Selain menghadapi penurunan omzet, para pemilik toko juga mengaku sering menerima keluhan dari pelanggan yang terkejut dengan harga material yang terus meningkat.

“Pembeli banyak yang mengeluh karena harga sekarang lebih mahal. Kami selalu menjelaskan bahwa kenaikan ini bukan karena toko menaikkan harga sendiri, tetapi memang harga dari pabrik dan distributor sudah naik,” ungkapnya.

Para pelaku usaha berharap pemerintah tidak hanya memperhatikan stabilitas harga kebutuhan pokok.

Tetapi juga memberikan perhatian terhadap harga bahan bangunan yang memiliki pengaruh besar terhadap sektor konstruksi dan perekonomian daerah.

“Pemerintah bisa mengendalikan harga agar kembali normal seperti sebelumnya. Selama ini perhatian lebih banyak tertuju pada harga bahan makanan,” usulnya.

“Padahal kenaikan harga bahan bangunan juga sangat berdampak terhadap usaha kami, karyawan, dan masyarakat yang sedang membangun rumah,” pungkasnya.

Para pemilik toko menilai apabila kenaikan harga terus berlanjut, bukan hanya toko bangunan yang terdampak, tetapi juga masyarakat yang berencana membangun atau merenovasi rumah.

Imbasnya juga akan berdampak terhadap pekerjaan kontraktor lokal hingga sektor konstruksi secara keseluruhan yang berpotensi mengalami perlambatan akibat meningkatnya biaya pembangunan. (*)

Penulis: Ril Minggu

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

KPU Mimika Perkuat Validasi Data Pemilih di TPS Khusus Freeport, Mobilitas Ribuan Karyawan Jadi Tantangan Utama

Festival Budaya Nasional di Lombok: Pemkab Gelontorkan Rp2,5 Miliar Dukung Persiapan Sanggar Seni di Mimika

22 Juli 2026
KPU Mimika Perkuat Validasi Data Pemilih di TPS Khusus Freeport, Mobilitas Ribuan Karyawan Jadi Tantangan Utama

Harga Bahan Bangunan di Timika Melonjak, Pemilik Toko Mengeluh Omzet Turun Drastis

22 Juli 2026
KPU Mimika Perkuat Validasi Data Pemilih di TPS Khusus Freeport, Mobilitas Ribuan Karyawan Jadi Tantangan Utama

KPU Mimika Perkuat Validasi Data Pemilih di TPS Khusus Freeport, Mobilitas Ribuan Karyawan Jadi Tantangan Utama

22 Juli 2026
Ratusan Buruh Sawit di Iwaka-Mimika Mengadu Tiga Bulan Hidup Tanpa Listrik, Upah Rp100 Ribu Sehari

Lemasa Ingatkan PT KBV Perhatihan Keluhan Ratusan Karyawan, Siap Demo Susulan dengan Jumlah Besar

22 Juli 2026
Menjaga Negeri, Mencerdaskan Generasi: Satgas Pasgat Hadir Membawa Harapan di Perbatasan Bomakia

Menjaga Negeri, Mencerdaskan Generasi: Satgas Pasgat Hadir Membawa Harapan di Perbatasan Bomakia

22 Juli 2026
Ironis! Depan Kantor BPKAD Mimika Disulap Jadi Tempat Pembuangan Sampah Liar

Ironis! Depan Kantor BPKAD Mimika Disulap Jadi Tempat Pembuangan Sampah Liar

22 Juli 2026

POPULER

  • Kemenkeu Soroti Penggunaan Dana Transfer di Mimika, Laporan akan Dicocokkan dengan Fakta Lapangan

    Kemenkeu Soroti Penggunaan Dana Transfer di Mimika, Laporan akan Dicocokkan dengan Fakta Lapangan

    902 shares
    Bagikan 361 Tweet 226
  • Terekam CCTV! Aksi Begal di SP2 Timika, IRT Terjatuh hingga Kepalanya Membentur Aspal

    632 shares
    Bagikan 253 Tweet 158
  • Kemenkeu Evaluasi Penggunaan Dana Ratusan Miliar di Mimika, Fokus pada Layanan Kesehatan dan Infrastruktur

    576 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • Pabrik Daur Ulang Sampah DLH Mimika: Dua Tahun Beroperasi, Produksi Belum Dijual, Satu Mesin Menganggur

    561 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • 33 Siswa SMKN 6 Mimika PKL di Delapan Industri, Albertus Alto: Ini Langkah Awal Cetak Tenaga Kerja Profesional

    555 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Konflik Bersenjata Papua: Gereja-gereja Kompak Bersuara, Desak Pemerintah Buka Jalur Dialog, bukan Militerisasi

    553 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • Terduga Pelaku Penikaman Maut di Poumako Berhasil Diringkus Hanya 15 Menit Usai Beraksi

    543 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
Next Post
KPU Mimika Perkuat Validasi Data Pemilih di TPS Khusus Freeport, Mobilitas Ribuan Karyawan Jadi Tantangan Utama

Festival Budaya Nasional di Lombok: Pemkab Gelontorkan Rp2,5 Miliar Dukung Persiapan Sanggar Seni di Mimika

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id