TIMIKA, Koranpapua.id– Puluhan tahun menunggu bukan waktu yang singkat. Namun bagi 75 pasangan Orang Asli Papua (OAP) di Kampung Ohotya, Distrik Mimika Timur Jauh, penantian panjang itu akhirnya berbuah kebahagiaan.
Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) mendatangi langsung masyarakat melalui program pelayanan jemput bola administrasi kependudukan, Kamis 6 Agustus 2026.
Kali ini, pelayanan diwujudkan melalui pencatatan perkawinan massal bagi 75 pasangan OAP yang sebelumnya telah menerima pemberkatan pernikahan di Gereja Katolik.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Disdukcapil Mimika bersama Gereja Katolik Paroki Mapurujaya yang dipimpin Pastor Agustinus Yerwuan, OFM.
Bagi pemerintah, kegiatan ini bukan sekadar menyerahkan dokumen administrasi. Lebih dari itu, negara hadir memastikan keluarga-keluarga di wilayah terpencil memperoleh hak administrasi kependudukan tanpa harus mengeluarkan waktu dan biaya besar untuk datang ke pusat kota.
Menikah Sejak 1989, Baru Kini Punya Akta Perkawinan
Salah satu kisah yang paling menyentuh datang dari pasangan Kasimirus Aniparo (65) dan istrinya, Lince Irahewa.
Keduanya telah menerima pemberkatan pernikahan di gereja sejak 1989. Namun selama puluhan tahun, pernikahan mereka belum tercatat secara resmi dalam administrasi negara.
Kini, setelah hampir empat dekade, pasangan tersebut akhirnya mengantongi dokumen perkawinan yang selama ini mereka nantikan.
Kasimirus mengaku sangat bersyukur karena pelayanan pemerintah kali ini datang langsung ke kampung mereka.
“Kami sangat senang dan mengapresiasi pelayanan yang langsung datang ke kampung seperti ini. Kami tidak perlu lagi ke kota,” ujar Kasimirus.
Ia mengatakan, seluruh dokumen penting keluarganya kini telah dilengkapi.
“Sekarang kami sudah memiliki Akta Perkawinan, KTP suami istri, Kartu Keluarga, hingga Akta Kelahiran anak-anak. Semua dokumen keluarga kami kini sudah lengkap,” katanya.
Bagi Kasimirus dan Lince, dokumen tersebut bukan sekadar lembaran administrasi. Dokumen itu menjadi bukti bahwa perjalanan rumah tangga mereka selama puluhan tahun kini telah tercatat secara resmi oleh negara.
Tidak Perlu Harus ke Kota
Melalui pelayanan jemput bola tersebut, setiap pasangan tidak hanya memperoleh Akta Perkawinan.
Disdukcapil Mimika juga langsung melakukan pembaruan dokumen kependudukan, mulai dari KTP suami dan istri, Kartu Keluarga, hingga Akta Kelahiran anak-anak.
Langkah ini dinilai penting karena kepemilikan dokumen kependudukan menjadi dasar bagi masyarakat untuk mengakses berbagai pelayanan publik dan program pemerintah.
Dengan mendatangi langsung masyarakat, pemerintah juga berupaya memangkas hambatan geografis yang selama ini menjadi salah satu kendala masyarakat di wilayah terpencil dalam mengurus dokumen administrasi kependudukan.
Negara Hadir di Kampung
Program pencatatan perkawinan massal ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Mimika.
Pesan yang ingin disampaikan cukup jelas: kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan upacara dan berbagai perlombaan, tetapi juga melalui kehadiran pelayanan negara yang benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke kampung-kampung.
Selain menyerahkan dokumen kependudukan, Disdukcapil Mimika juga memberikan tali asih berupa bahan makanan dan uang transportasi kepada seluruh 75 pasangan OAP yang mengikuti pencatatan perkawinan massal.
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian dan dukungan pemerintah kepada masyarakat yang mengikuti program tersebut.
Kegiatan di Kampung Ohotya pun menjadi gambaran bahwa pelayanan administrasi kependudukan tidak seharusnya hanya menunggu masyarakat datang ke kantor pemerintah.
Justru pemerintah dituntut bergerak mendatangi masyarakat, terutama mereka yang berada jauh dari pusat pelayanan.
Dan bagi 75 pasangan OAP di Ohotya, dokumen yang mereka terima hari itu bukan sekadar kartu dan akta melainkan bukti bahwa setelah puluhan tahun, negara akhirnya mencatat perjalanan keluarga mereka. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru







