TIMIKA, Koranpapua.id- Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, mengeluarkan ultimatum kepada kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) usai penembakan yang menewaskan empat pekerja PT Sutan Harauli Jaya (SHJ) di Distrik Kanggime, Kabupaten Tolikara.
Ia meminta kelompok tersebut menghentikan aksi kekerasan terhadap warga sipil dan menyerahkan diri.
“Segera menyerahkan diri dan senjata ke pos keamanan TNI terdekat, kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi, sebelum TNI mengambil tindakan tegas,” tegas Letjen TNI Lucky Avianto dalam keterangan resminya yang diterima di Timika, Selasa 4 Agustus 2026.
Saat kejadian, para korban dilaporkan sedang beristirahat di camp perusahaan setelah menyelesaikan pekerjaan jalan.
Berdasarkan keterangan Kogabwilhan III, kelompok bersenjata datang ke lokasi dan melepaskan tembakan ke arah camp pekerja. Tiga korban meninggal di tempat, sementara satu korban lainnya ditemukan tidak jauh dari lokasi.
Kogabwilhan III menyebut pelaku diduga merupakan kelompok bersenjata yang dipimpin Serius Wanimbo alias Joni Wanimbo alias Botak Wanimbo bersama Teranus Enumbi.
Usai insiden, sebanyak 20 personel Satgas TNI dari Koops Habema diterjunkan untuk mengevakuasi korban sekaligus melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Aparat juga menyatakan berhasil menyelamatkan tujuh pekerja yang selamat dari serangan.
Selain itu, Kogabwilhan III mengklaim menemukan satu magasin senapan serbu SS1 yang diduga ditinggalkan pelaku saat melarikan diri. Selama proses pengejaran, aparat juga melaporkan sempat terdengar sekitar enam kali letusan senjata api dari arah kelompok bersenjata.
Menurut Letjen Lucky, serangan terhadap para pekerja merupakan upaya mengganggu pembangunan infrastruktur di wilayah pegunungan Papua. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru








