TIMIKA, Koranpapua.id- Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, menyoroti lambatnya realisasi anggaran dan pelaksanaan proyek fisik di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika.
Meski terjadi kenaikan serapan anggaran dalam sepekan terakhir, menurutnya laju peningkatan tersebut masih jauh dari harapan.
Hal itu disampaikan Emanuel Kemong saat memimpin apel bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Mimika yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Mimika, Papua Tengah, Senin 20 Juli 2026.
Mengawali arahannya, Wabup mengajak seluruh ASN bersyukur karena masih diberikan kesehatan untuk menjalankan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
“Kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena hari ini kita semua dalam keadaan sehat sehingga dapat mengikuti apel dan memulai aktivitas selama satu minggu ke depan,” ujar Emanuel.
Namun, fokus utama arahannya tertuju pada evaluasi kinerja pemerintah daerah, khususnya terkait realisasi anggaran dan progres proyek fisik yang dinilai masih belum maksimal.
Menurut Emanuel, hingga 17 Juli 2026 realisasi anggaran Kabupaten Mimika baru mencapai 26,56 persen.
Angka tersebut memang meningkat dibandingkan pekan sebelumnya yang berada di angka 24,89 persen, tetapi kenaikannya hanya sekitar 2 persen.
“Kalau dibandingkan minggu lalu memang ada kenaikan, tetapi masih lambat. Artinya, kenaikannya tidak terlalu signifikan, hanya sekitar dua persen,” tegas Emanuel.
Sementara itu, progres pelaksanaan proyek fisik baru mencapai 34,93 persen. Capaian tersebut dinilai masih perlu dipacu mengingat tahun anggaran terus berjalan dan masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.
Karena itu, rapat evaluasi mingguan yang biasanya digelar diputuskan ditunda hingga pekan depan.
Penundaan tersebut dimaksudkan agar seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memiliki waktu lebih untuk mempercepat pelaksanaan program dan meningkatkan realisasi anggaran.
“Kami memberikan waktu kepada seluruh pimpinan OPD beserta jajarannya agar menindaklanjuti pekerjaan yang masih tertunda. Harapan saya, minggu depan sudah ada kemajuan yang lebih baik,” kata Emanuel.
Wabup juga menekankan pentingnya membangun koordinasi dan komunikasi antarlembaga agar berbagai hambatan dalam pelaksanaan program pemerintah dapat segera diselesaikan.
“Harapan saya ada koordinasi dan komunikasi lintas OPD sehingga target-target yang sudah ditetapkan bisa tercapai,” ujarnya.
Pernyataan Wabup Emanuel menjadi sinyal bahwa Pemerintah Kabupaten Mimika mulai memberikan perhatian serius terhadap rendahnya laju serapan anggaran.
Dengan realisasi yang baru menyentuh 26,56 persen hingga pertengahan Juli, tantangan OPD ke depan adalah mempercepat pelaksanaan program.
Ini bertujuan agar anggaran yang telah dialokasikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak menumpuk di akhir tahun anggaran. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru










