ADVERTISEMENT
Kamis, Agustus 13, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

“Kalau Tidak Beli Beras, Kami Mau Makan Apa”, Jeritan Warga Timika di Tengah Harga Pangan yang Tinggi

“Meski harga tidak mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir, Hendrik mengakui keuntungan yang diperoleh tidak terlalu besar”.

18 Juli 2026
0
“Kalau Tidak Beli Beras, Kami Mau Makan Apa”, Jeritan Warga Timika di Tengah Harga Pangan yang Tinggi

Salah satu stand yang menjual beras di Pasar Central Timika. Gambar diambil Sabtu 18 Juli 2026. (foto redaksi koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Harga beras di Pasar Central Timika, Kabupaten Mimika, masih bertahan di level yang cukup tinggi.

Kondisi tersebut membuat daya beli masyarakat melemah sehingga para pedagang mengaku penjualan mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir.

ADVERTISEMENT

Salah seorang pedagang beras, Mas Hendrik, saat ditemui Koranpapua.id, Sabtu 18 Juli 2026, mengatakan harga beras saat ini relatif stabil, namun berbeda-beda tergantung merek yang dijual.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Menurutnya, beras Bulog dijual sekitar Rp15 ribu per kilogram, sementara beras merek lain berkisar antara Rp17 ribu hingga Rp19 ribu per kilogram.

Baca Juga

Mimika Innovation Week 2026 Pamerkan 19 Inovasi Terbaik, BRIDA Dorong Inovasi Tak Berhenti di Perlombaan

Lurah Wanagon Apresiasi Kekompakan Warga Sambut HUT ke-81 RI, Kebersihan Jadi Tolok Ukur

“Kalau harga sekarang masih stabil. Yang membedakan hanya mereknya. Beras Bulog sekitar Rp15 ribu per kilogram, sedangkan merek lain ada yang Rp17 ribu, Rp18 ribu sampai Rp19 ribu per kilogram,” ujarnya.

Untuk penjualan dalam bentuk karung, Hendrik menjelaskan harga juga bervariasi. Beras Bulog dijual sekitar Rp700 ribu per karung, sedangkan merek Pandan Wangi mencapai Rp870 ribu dan merek Mawar Merah sekitar Rp950 ribu per karung.

Ia mengatakan sebagian besar masyarakat kini lebih memilih membeli beras dalam kemasan 10 kilogram dibandingkan membeli eceran per kilogram.

“Yang paling banyak dicari sekarang kemasan 10 kilogram. Harganya sekitar Rp170 ribu sampai Rp180 ribu. Itu yang paling sering dibeli masyarakat,” katanya.

Meski harga tidak mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir, Hendrik mengakui keuntungan yang diperoleh tidak terlalu besar. Seluruh stok beras dipasok dari distributor di Sulawesi.

Ia juga mengungkapkan harus membayar biaya sewa kios sekitar Rp3 juta setiap bulan. Menurutnya, penghasilan dari berjualan masih cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga, meski tidak terlalu besar.

“Alhamdulillah masih cukup untuk makan, minum dan bayar kontrakan. Bantuan dari pemerintah sampai sekarang belum pernah ada,” ungkapnya.

Penjual Lain Keluhkan Omzet Menurun

Keluhan serupa disampaikan Rahma (25), pedagang beras lainnya di Pasar Baru.

Ia mengaku penjualan semakin sepi karena hampir seluruh harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan sehingga masyarakat lebih berhati-hati dalam berbelanja.

“Jualan sekarang memang sepi. Mungkin karena semua harga barang naik, jadi pembeli berkurang,” katanya.

Menurut Rahma, meskipun setiap hari masih ada pembeli yang datang, jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan sebelumnya sehingga pendapatan pedagang ikut menurun.

Pembeli: Beras Tetap Dibeli Meski Mahal

Sementara itu, seorang pembeli beras, Riki, mengatakan masyarakat tidak memiliki pilihan selain tetap membeli beras karena merupakan kebutuhan pokok sehari-hari.

“Beras ini kebutuhan pokok. Walaupun harganya naik, kami tetap harus beli. Kalau tidak beli, kami mau makan apa?” ujarnya.

Riki berharap Pemerintah Kabupaten Mimika dapat mencari solusi agar harga bahan pokok lebih terjangkau bagi masyarakat.

“Kami berharap pemerintah bisa melihat kondisi kami dan membantu mencari solusi. Kami ini masyarakat kecil yang sangat merasakan beratnya harga kebutuhan pokok,” pintanya.

Ia juga berharap mudah-mudahan melalui pemberitaan dui media, pemerintah bisa menindaklanjuti keluhan masyarakat.

Kondisi di Pasar Baru Central Timika menunjukkan bahwa meski harga beras saat ini cenderung stabil, tingginya harga kebutuhan pokok tetap menjadi beban bagi masyarakat.

Di sisi lain, pedagang juga ikut terdampak karena daya beli masyarakat melemah, sehingga omzet penjualan terus menurun.

Situasi ini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Mimika untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat. (*)

Penulis: Ril Minggu

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Lurah Wanagon Apresiasi Kekompakan Warga Sambut HUT ke-81 RI, Kebersihan Jadi Tolok Ukur

Mimika Innovation Week 2026 Pamerkan 19 Inovasi Terbaik, BRIDA Dorong Inovasi Tak Berhenti di Perlombaan

13 Agustus 2026
Lurah Wanagon Apresiasi Kekompakan Warga Sambut HUT ke-81 RI, Kebersihan Jadi Tolok Ukur

Lurah Wanagon Apresiasi Kekompakan Warga Sambut HUT ke-81 RI, Kebersihan Jadi Tolok Ukur

13 Agustus 2026
Semester I Tahun 2026 Terjadi 1.755 Gangguan Kamtibmas di Papua Tengah, Mimika Tertinggi dengan 1.010 Kasus

Semester I Tahun 2026 Terjadi 1.755 Gangguan Kamtibmas di Papua Tengah, Mimika Tertinggi dengan 1.010 Kasus

13 Agustus 2026
Pastikan Prosedur Pemeriksaan Sesuai Standar, Puslabfor Polri Perkuat Akurasi Pembuktian Forensik di Papua

Pastikan Prosedur Pemeriksaan Sesuai Standar, Puslabfor Polri Perkuat Akurasi Pembuktian Forensik di Papua

13 Agustus 2026
Percepat Pembangunan Papua, Kementerian Transmigrasi Terjunkan 1.200 Patriot ke Kawasan Transmigrasi 

Percepat Pembangunan Papua, Kementerian Transmigrasi Terjunkan 1.200 Patriot ke Kawasan Transmigrasi 

13 Agustus 2026
Yosua Douw Terbitkan Buku Papua dari Hati ke Hati,  Persembahan Istimewa untuk Gerakan Literasi 

Yosua Douw Terbitkan Buku Papua dari Hati ke Hati,  Persembahan Istimewa untuk Gerakan Literasi 

13 Agustus 2026

POPULER

  • Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    863 shares
    Bagikan 345 Tweet 216
  • “Kami Siap Perang” KKB Ingatkan Tidak Boleh Gelar Perayaan HUT RI ke-81 di Kota Wamena

    662 shares
    Bagikan 265 Tweet 166
  • Aksi Gerakan Seribu Rupiah: Dinsos Mimika Minta Rekomendasi, APELCAMI Pertanyakan Dasar Hukumnya 

    586 shares
    Bagikan 234 Tweet 147
  • PN Timika Tunda Eksekusi Sengketa Tanah SP II Demi Keamanan, Putusan Tetap Inkrah

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Aktivis HAM Tantang Kapolres Mimika: Berani Tegas di Kwamki Narama dan Tuntaskan Kasus Pembunuhan oleh Oknum Polisi 

    543 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
  • TPS Liar Dirubah Menjadi Jadi Taman Bunga, RT 04 Wanagon Sulap Titik Kumuh Jadi Ruang Cantik 

    541 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Sekda Mimika Ingatkan Kepala Kampung: Dana Desa Bukan untuk Kepentingan Pribadi

    538 shares
    Bagikan 215 Tweet 135
Next Post
Presenter TVRI Hilang Terseret Arus Sungai, Turunkan 45 Personel, Kapolres Pegaf Pimpin Proses Pencarian

Presenter TVRI Hilang Terseret Arus Sungai, Turunkan 45 Personel, Kapolres Pegaf Pimpin Proses Pencarian

Bersamaan dengan Agenda Pemprov, Perayaan Puncak HUT Papua Tengah Dimajukan

Bersamaan dengan Agenda Pemprov, Perayaan Puncak HUT Papua Tengah Dimajukan

Menteri Haji dan Umrah RI: Papua Barat Daya Jadi Titik Awal Reformasi Layanan

Menteri Haji dan Umrah RI: Papua Barat Daya Jadi Titik Awal Reformasi Layanan

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id