ADVERTISEMENT
Sabtu, September 5, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

“Kalau Tidak Beli Beras, Kami Mau Makan Apa”, Jeritan Warga Timika di Tengah Harga Pangan yang Tinggi

“Meski harga tidak mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir, Hendrik mengakui keuntungan yang diperoleh tidak terlalu besar”.

18 Juli 2026
0
“Kalau Tidak Beli Beras, Kami Mau Makan Apa”, Jeritan Warga Timika di Tengah Harga Pangan yang Tinggi

Salah satu stand yang menjual beras di Pasar Central Timika. Gambar diambil Sabtu 18 Juli 2026. (foto redaksi koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Harga beras di Pasar Central Timika, Kabupaten Mimika, masih bertahan di level yang cukup tinggi.

Kondisi tersebut membuat daya beli masyarakat melemah sehingga para pedagang mengaku penjualan mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir.

ADVERTISEMENT

Salah seorang pedagang beras, Mas Hendrik, saat ditemui Koranpapua.id, Sabtu 18 Juli 2026, mengatakan harga beras saat ini relatif stabil, namun berbeda-beda tergantung merek yang dijual.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Menurutnya, beras Bulog dijual sekitar Rp15 ribu per kilogram, sementara beras merek lain berkisar antara Rp17 ribu hingga Rp19 ribu per kilogram.

Baca Juga

Satgas Pasgat Belanja Hasil Bumi Warga Nduga, Dorong Ekonomi Lokal

YLBH Papua Tengah Apresiasi Polres Mimika dan TNI Tertibkan 9 Warga di Kwamki Narama

“Kalau harga sekarang masih stabil. Yang membedakan hanya mereknya. Beras Bulog sekitar Rp15 ribu per kilogram, sedangkan merek lain ada yang Rp17 ribu, Rp18 ribu sampai Rp19 ribu per kilogram,” ujarnya.

Untuk penjualan dalam bentuk karung, Hendrik menjelaskan harga juga bervariasi. Beras Bulog dijual sekitar Rp700 ribu per karung, sedangkan merek Pandan Wangi mencapai Rp870 ribu dan merek Mawar Merah sekitar Rp950 ribu per karung.

Ia mengatakan sebagian besar masyarakat kini lebih memilih membeli beras dalam kemasan 10 kilogram dibandingkan membeli eceran per kilogram.

“Yang paling banyak dicari sekarang kemasan 10 kilogram. Harganya sekitar Rp170 ribu sampai Rp180 ribu. Itu yang paling sering dibeli masyarakat,” katanya.

Meski harga tidak mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir, Hendrik mengakui keuntungan yang diperoleh tidak terlalu besar. Seluruh stok beras dipasok dari distributor di Sulawesi.

Ia juga mengungkapkan harus membayar biaya sewa kios sekitar Rp3 juta setiap bulan. Menurutnya, penghasilan dari berjualan masih cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga, meski tidak terlalu besar.

“Alhamdulillah masih cukup untuk makan, minum dan bayar kontrakan. Bantuan dari pemerintah sampai sekarang belum pernah ada,” ungkapnya.

Penjual Lain Keluhkan Omzet Menurun

Keluhan serupa disampaikan Rahma (25), pedagang beras lainnya di Pasar Baru.

Ia mengaku penjualan semakin sepi karena hampir seluruh harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan sehingga masyarakat lebih berhati-hati dalam berbelanja.

“Jualan sekarang memang sepi. Mungkin karena semua harga barang naik, jadi pembeli berkurang,” katanya.

Menurut Rahma, meskipun setiap hari masih ada pembeli yang datang, jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan sebelumnya sehingga pendapatan pedagang ikut menurun.

Pembeli: Beras Tetap Dibeli Meski Mahal

Sementara itu, seorang pembeli beras, Riki, mengatakan masyarakat tidak memiliki pilihan selain tetap membeli beras karena merupakan kebutuhan pokok sehari-hari.

“Beras ini kebutuhan pokok. Walaupun harganya naik, kami tetap harus beli. Kalau tidak beli, kami mau makan apa?” ujarnya.

Riki berharap Pemerintah Kabupaten Mimika dapat mencari solusi agar harga bahan pokok lebih terjangkau bagi masyarakat.

“Kami berharap pemerintah bisa melihat kondisi kami dan membantu mencari solusi. Kami ini masyarakat kecil yang sangat merasakan beratnya harga kebutuhan pokok,” pintanya.

Ia juga berharap mudah-mudahan melalui pemberitaan dui media, pemerintah bisa menindaklanjuti keluhan masyarakat.

Kondisi di Pasar Baru Central Timika menunjukkan bahwa meski harga beras saat ini cenderung stabil, tingginya harga kebutuhan pokok tetap menjadi beban bagi masyarakat.

Di sisi lain, pedagang juga ikut terdampak karena daya beli masyarakat melemah, sehingga omzet penjualan terus menurun.

Situasi ini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Mimika untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat. (*)

Penulis: Ril Minggu

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Bupati Mimika Lantik 18 Koordinator KONI Distrik, Pembinaan Atlet Didorong hingga Kampung

Satgas Pasgat Belanja Hasil Bumi Warga Nduga, Dorong Ekonomi Lokal

5 September 2026
Bupati Mimika Lantik 18 Koordinator KONI Distrik, Pembinaan Atlet Didorong hingga Kampung

YLBH Papua Tengah Apresiasi Polres Mimika dan TNI Tertibkan 9 Warga di Kwamki Narama

5 September 2026
Bupati Mimika Lantik 18 Koordinator KONI Distrik, Pembinaan Atlet Didorong hingga Kampung

Bupati Mimika Lantik 18 Koordinator KONI Distrik, Pembinaan Atlet Didorong hingga Kampung

5 September 2026
Dinkes Mimika Gelar Aksi Bergizi di SMPN 8, Cegah Anemia Sejak Remaja

Dinkes Mimika Gelar Aksi Bergizi di SMPN 8, Cegah Anemia Sejak Remaja

5 September 2026
Aksi Bergizi di SMPN 8 Mimika: Sekolah Tegaskan Komitmen Cegah Anemia Sejak Remaja

Aksi Bergizi di SMPN 8 Mimika: Sekolah Tegaskan Komitmen Cegah Anemia Sejak Remaja

5 September 2026
Dinkes Mimika Kampanyekan Hidup Sehat Tanpa Rokok dan Vape di SMPN 8

DPO Kasus Penembakan di Puncak Ditangkap Satgas Damai Cartenz

5 September 2026

POPULER

  • APELCAMI Soroti Peserta Pelatihan OAP, Nama Peserta 2025 Kembali Muncul

    APELCAMI Soroti Peserta Pelatihan OAP, Nama Peserta 2025 Kembali Muncul

    599 shares
    Bagikan 240 Tweet 150
  • Rentetan Pembunuhan Kembali Hantui Mimika, YLBH Desak Polisi Bertindak, Kesbangpol Bergerak

    596 shares
    Bagikan 238 Tweet 149
  • Dikejar Avanza Hitam, Pria Diserang Tiga Orang di Jalan Freeport Lama Timika

    584 shares
    Bagikan 234 Tweet 146
  • Dua Pelajar Magang Tewas di Bengkel SP3 Timika, Polisi Selidiki Penyebabnya

    566 shares
    Bagikan 226 Tweet 142
  • Terendus di Panti Asuhan, Begini Kronologi Penangkapan Mantan Bupati Minahasa Utara di Timika

    561 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • 2 Tahun Buron Korupsi Rp20 Miliar, Eks Bupati Minut Diciduk di Timika

    550 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Dua Orang Tewas dalam Kecelakaan Mobil Terbakar di Ring Road Jayapura

    543 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
Next Post
Presenter TVRI Hilang Terseret Arus Sungai, Turunkan 45 Personel, Kapolres Pegaf Pimpin Proses Pencarian

Presenter TVRI Hilang Terseret Arus Sungai, Turunkan 45 Personel, Kapolres Pegaf Pimpin Proses Pencarian

Bersamaan dengan Agenda Pemprov, Perayaan Puncak HUT Papua Tengah Dimajukan

Bersamaan dengan Agenda Pemprov, Perayaan Puncak HUT Papua Tengah Dimajukan

Menteri Haji dan Umrah RI: Papua Barat Daya Jadi Titik Awal Reformasi Layanan

Menteri Haji dan Umrah RI: Papua Barat Daya Jadi Titik Awal Reformasi Layanan

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id