ADVERTISEMENT
Sabtu, Agustus 8, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Agama

Menteri Haji dan Umrah RI: Papua Barat Daya Jadi Titik Awal Reformasi Layanan

"Masa puji-pujian sudah selesai. Sekarang saatnya kita fokus pada evaluasi. Kementerian yang baik bukan yang sibuk berbangga diri, tetapi kementerian yang terus memperbaiki diri”.

19 Juli 2026
0
Menteri Haji dan Umrah RI: Papua Barat Daya Jadi Titik Awal Reformasi Layanan

Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf (tengah) saat membuka Rapat Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji di Sorong, Papua Barat Daya, Jumat 17 Juli 2026. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

SORONG, Koranpapua.id– Penyelenggaraan ibadah haji nasional memasuki babak baru. Setelah berbagai apresiasi terhadap pelaksanaan haji 1447 Hijriah/2026 M, pemerintah mulai menggeser fokus dari narasi keberhasilan menuju budaya evaluasi menyeluruh.

Pergeseran paradigma ini dinilai penting agar kualitas pelayanan jemaah tidak berhenti pada pencapaian sesaat, tetapi terus meningkat secara sistematis dari musim ke musim.

ADVERTISEMENT

Pesan tersebut menjadi inti kunjungan kerja Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, ke Sorong, Papua Barat Daya, Jumat 17 Juli 2026.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dalam kegiatan acara Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji yang berlangsung di Sorong, Menhaj menegaskan reformasi pelayanan haji hanya dapat diwujudkan, jika seluruh jajaran berani mengidentifikasi kelemahan secara terbuka, bukan sekadar merayakan keberhasilan.

Baca Juga

Pencari Kerja Lokal Mimika Galang Seribu Rupiah, Sindir Lambannya Perda Perlindungan Tenaga Kerja

Hampir 30 Tahun Menjahit Sepatu di Timika, Pa Kumis Bertahan di Tengah Penertiban

Menurutnya, kunjungan ini memiliki makna strategis. Pasalnya, Papua Barat Daya menjadi salah satu daerah yang dikunjungi Menhaj setelah transformasi Badan Penyelenggara Haji menjadi Kementerian Haji dan Umrah.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa proses pembenahan pelayanan haji tidak hanya berpusat di Jakarta, tetapi juga dimulai dari daerah yang menjadi ujung tombak pelayanan jemaah.

Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau, Sekretaris Daerah Papua Barat Ali Baham Temongmere, unsur Forkopimda, serta jajaran Kementerian Haji dan Umrah di Papua Barat Daya.

Mengawali arahannya, Menhaj mengaku memiliki komitmen moral untuk menyapa langsung seluruh jajaran kementerian di daerah sejak perubahan kelembagaan dari Badan Penyelenggara Haji menjadi Kementerian Haji dan Umrah.

“Alhamdulillah, hari ini saya dapat bersilaturahmi langsung dengan keluarga besar Kemenhaj di Papua Barat Daya. Terus terang saya merasa memiliki utang kunjungan,” ujarnya.

“Sejak Badan Penyelenggara Haji dibentuk hingga menjadi Kementerian Haji dan Umrah, baru hari ini saya bisa hadir di sini,” ujar Menhaj dalam sambutannya.

Menurut Irfan, Papua Barat Daya tidak hanya dikenal melalui Raja Ampat sebagai destinasi wisata dunia, tetapi juga memiliki modal sosial.

Seperti persaudaraan, toleransi, dan budaya gotong royong yang menjadi kekuatan penting dalam menghadirkan pelayanan publik, termasuk pelayanan kepada jemaah haji.

Dalam kesempatan itu, meski memberikan apresiasi atas dedikasi seluruh jajaran dalam menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, namun Menhaj mengingatkan bahwa penghargaan tidak boleh membuat institusi berhenti melakukan pembenahan.

“Masa puji-pujian sudah selesai. Sekarang saatnya kita fokus pada evaluasi. Kementerian yang baik bukan yang sibuk berbangga diri, tetapi kementerian yang terus memperbaiki diri,” tegas Menhaj.

Menurutnya, evaluasi tidak lagi diposisikan sebagai kegiatan administratif setelah musim haji berakhir, melainkan menjadi instrumen utama untuk memperkuat kualitas pelayanan pada musim berikutnya.

Pendekatan itu dinilai strategis karena tantangan penyelenggaraan haji terus berkembang, mulai dari pelayanan jemaah, koordinasi lintas lembaga, penguatan sumber daya manusia, hingga penyesuaian kebijakan dengan dinamika Arab Saudi. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Pencari Kerja Lokal Mimika Galang Seribu Rupiah, Sindir Lambannya Perda Perlindungan Tenaga Kerja

Pencari Kerja Lokal Mimika Galang Seribu Rupiah, Sindir Lambannya Perda Perlindungan Tenaga Kerja

7 Agustus 2026
Ganja 735 Gram Disembunyikan di Dalam Sepatu, Satgas Pasgat Gagalkan Pengiriman ke Sorong

Ganja 735 Gram Disembunyikan di Dalam Sepatu, Satgas Pasgat Gagalkan Pengiriman ke Sorong

7 Agustus 2026
Hampir 30 Tahun Menjahit Sepatu di Timika, Pa Kumis Bertahan di Tengah Penertiban

Hampir 30 Tahun Menjahit Sepatu di Timika, Pa Kumis Bertahan di Tengah Penertiban

7 Agustus 2026
Lima Kali Tak Berangkat, 22 Calon Jemaah Haji Mimika Terancam Dihapus dari Sistem

Lima Kali Tak Berangkat, 22 Calon Jemaah Haji Mimika Terancam Dihapus dari Sistem

7 Agustus 2026
PN Timika Tunda Eksekusi Sengketa Tanah SP II Demi Keamanan, Putusan Tetap Inkrah

PN Timika Tunda Eksekusi Sengketa Tanah SP II Demi Keamanan, Putusan Tetap Inkrah

7 Agustus 2026
DLH Sibuk Sosialisasi AMDALnet, Sampah Timika Tak Kunjung Teratasi: Kepala Dinas Akui Belum Ada Solusi

DLH Sibuk Sosialisasi AMDALnet, Sampah Timika Tak Kunjung Teratasi: Kepala Dinas Akui Belum Ada Solusi

7 Agustus 2026

POPULER

  • Oknum Polisi Tembak Warga di Timika, Kapolres Ungkap Dugaan Perselingkuhan Jadi Motif

    Oknum Polisi Tembak Warga di Timika, Kapolres Ungkap Dugaan Perselingkuhan Jadi Motif

    662 shares
    Bagikan 265 Tweet 166
  • Pria 37 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Timika, Penyebab Belum Diketahui

    573 shares
    Bagikan 229 Tweet 143
  • Lima Pekerja Proyek Jalan PT SHJ Tewas Ditembak di Tolikara, Satu Korban Belum Dievakuasi

    545 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • APBD Triliunan: Mama Martina Bertahan dengan Anyaman Papua di Tengah Minimnya Perhatian Pemkab Mimika

    541 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Polres Mimika Tolak Izin Demo KNPB 3 Agustus, Massa Terancam Ditangkap Jika Memaksa

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
  • Pulihkan Pendidikan Wa Banti, Freeport Bangun PAUD dan SD Dua Lantai Beroperasi 2027

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Kecelakaan Tunggal di Jalan Irigasi Timika, Pengendara Kabur Tinggalkan Motor

    535 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
Next Post
Dorong Pelayanan Publik Berkelas, Pemkab Mimika Resmi Gelar Mimika Innovation Week 2026

Dorong Pelayanan Publik Berkelas, Pemkab Mimika Resmi Gelar Mimika Innovation Week 2026

Teror di Jalan Kwamki Narama, Mobil Maxim Dilempari Batu hingga Kaca Pecah Saat Jemput Dokter

Teror di Jalan Kwamki Narama, Mobil Maxim Dilempari Batu hingga Kaca Pecah Saat Jemput Dokter

Kejar Pelaku Begal, Pria di Timika Malah Dikeroyok Sekelompok Orang

Kejar Pelaku Begal, Pria di Timika Malah Dikeroyok Sekelompok Orang

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id