ADVERTISEMENT
Jumat, September 11, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Guru asal Flores Meninggal di Mappi, Mama Mina Ingin Memeluk Anaknya untuk Terakhir Kali

"Saya ingin anak saya kembali ke pangkuan saya. Rahim saya yang melahirkan, saya ingin memeluknya untuk terakhir kali sebelum dimakamkan”.

10 Juni 2026
0
Guru asal Flores Meninggal di Mappi, Mama Mina Ingin Memeluk Anaknya untuk Terakhir Kali

Almarhum Polikarpus Lewohala Hayon. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Satu lagi putra Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang melaksanakan tugas pengabdian sebagai pendidik meninggal di Papua.

Kali ini kabar duka itu datang dari keluarga Mama Mia Fernandez yang berdomisi di Kabupaten Flores Timur.

ADVERTISEMENT

Putra terkasihnya Polikarpus Lewohala Hayon dikabarkan meninggal dunia di tanah pengabdiannya di Papua Selatan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Tidak banyak permintaan dan tuntutan terkait dengan peristiwa duka ini, permintaan Mama Mia hanya satu yakni meminta agar putranya bisa dipulangkan untuk dimakamkan di tanah kelahirannya.

Baca Juga

Kader Posyandu di Mimika Dituntut Tak Sekadar Aktif Saat Hari Buka

Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya, Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku

“Saya ingin anak saya kembali ke pangkuan saya. Rahim saya yang melahirkan, saya ingin memeluknya untuk terakhir kali sebelum dimakamkan”.

“Tolonglah saya. Bantulah kami supaya anak saya bisa dipulangkan ke Flores Timur,” demikian ungkapan hati Mama Mia seperti dikutip, Rabu 10 Juni 2026.

Bagi Mama Mina dan keluarganya, kehilangan ini bukan sekadar sebuah peristiwa. Ini adalah luka mendalam yang datang begitu tiba-tiba dan meninggalkan duka yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Ditengah kesedihan mendalam, Mama Mia menuturkan, sebelum mendapatkan kabar duka ini, putranya masih sempat menelepon keluarga.

Dalam obrolan di telepon, Polikarpus seperti biasa bercerita tentang pekerjaan dan menyampaikan keinginannya untuk berlibur dan kembali berkumpul bersama keluarga di Flores Timur.

“Kami berkomunikasi seperti biasa. Anak saya sehat-sehat saja. Tiba-tiba kami mendapat kabar bahwa dia meninggal dunia. Kami benar-benar syok. Saya tidak kuat menerima cobaan ini,” ungkap Mama Mina.

Di tengah suasana duka itu, satu harapan besar terus diperjuangkan untuk membawa pulang Polikarpus ke tanah kelahirannya di Flores Timur.

Mereka ingin almarhum dimakamkan di kampung halaman, di tengah keluarga dan orang-orang yang mencintainya.

Namun harapan tersebut tidak mudah diwujudkan karena keterbatasan biaya dan berbagai proses yang harus ditempuh untuk pemulangan jenazah dari Papua Selatan ke Nusa Tenggara Timur.

“Kami dengar berita dia meninggal dalam keadaan tertelungkup. Jadi kami tidak tahu alasan apa. Kami juga tidak tahu kondisinya bagaimana,” kata ibu korban, Mina Fernandez.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada informasi lanjutan mengenai perkembangan peristiwa ini pasca dikabarkan meninggal pada Senin 8 Juni 2026.

Apakah almarhum sudah dipulangkan ke Flores Timur, termasuk informasi mengenai penyebab kematian Polikarpus juga belum diketahui secara pasti.

Polikarpus adalah putra Flores Timur yang memilih jalan pengabdian. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Yogyakarta, ia tidak mencari pekerjaan di kota besar.

Ia justru berangkat ke Papua untuk menjadi guru honorer. Di sana, ia mengajar anak-anak di daerah yang jauh dari berbagai fasilitas pendidikan.

Ketekunan dan dedikasinya kemudian mengantarkannya menjadi Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Sehari-hari, Polikarpus bertugas di SD Negeri Upin, Distrik Minyamur, Kabupaten Mappi, Provinsi Papua Selatan.

Ia tinggal di Keppi dan dikenal sebagai pribadi yang sederhana, ramah, serta memiliki semangat besar untuk mendidik anak-anak di wilayah terpencil.

Baginya, menjadi guru bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan hidup.

Karena itu, kabar kepergiannya tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga. Orang tua, istri, anak, sahabat, rekan guru, hingga masyarakat pendidikan turut merasakan kehilangan.

Seorang guru muda yang sedang mengabdikan dirinya bagi masa depan anak-anak bangsa kini telah pergi untuk selamanya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya, Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku

Kader Posyandu di Mimika Dituntut Tak Sekadar Aktif Saat Hari Buka

11 September 2026
Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya, Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku

Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya, Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku

11 September 2026
Razia THM di Mimika, Satu Pramuria Terindikasi Positif Narkotika

Razia THM di Mimika, Satu Pramuria Terindikasi Positif Narkotika

10 September 2026
Pemkab Mimika Perkuat Pengembangan UMKM untuk Dorong Ekonomi Daerah

Pemkab Mimika Perkuat Pengembangan UMKM untuk Dorong Ekonomi Daerah

10 September 2026
Dalam Dua Hari, 6 Anggota dan Simpatisan OPM Ikrar Setia kepada NKRI

Dalam Dua Hari, 6 Anggota dan Simpatisan OPM Ikrar Setia kepada NKRI

10 September 2026
Soal Anggaran Konflik, Bupati Mimika Sebut Rp10 Miliar lalu Membantah

Soal Anggaran Konflik, Bupati Mimika Sebut Rp10 Miliar lalu Membantah

10 September 2026

POPULER

  • Pertamina Sanksi 19 SPBU di Papua-Maluku, Dua di Antaranya di Mimika

    Bermodal Nomor Togel, 3 Pelaku Hipnotis Korban dan Kuras Uang di Sentani

    589 shares
    Bagikan 236 Tweet 147
  • Tiga Petugas Tewas Ditembak OTK Saat Distribusi Bahan Pangan di Jayawijaya

    567 shares
    Bagikan 227 Tweet 142
  • Dana Pembangunan TK Fajar Baru Muare Mimika Disorot, Bendahara dan Kepala Sekolah Beda Keterangan

    557 shares
    Bagikan 223 Tweet 139
  • Polisi Beberkan Kronologi Penembakan Tiga Pegawai Dinas Pertanian di Jayawijaya

    556 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Pria Ditemukan Tewas di Jalan Kelimutu Timika, Motor dan HP Diduga Dibawa Pelaku

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • YLBH Papua Tengah Apresiasi Polres Mimika dan TNI Tertibkan 9 Warga di Kwamki Narama

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • APELCAMI Soroti Peserta Pelatihan OAP, Nama Peserta 2025 Kembali Muncul

    617 shares
    Bagikan 247 Tweet 154
Next Post
Kejari Mimika Selesaikan Tiga Perkara Lewat Restorative Justice, Utamakan Perdamaian dan Pemulihan

Dugaan Korupsi Proyek Rumah Senilai Rp8,75 Miliar, Kejari Mimika Kumpul Data Nilai Kerugian Negara

145 Mahasiswa Beasiswa Afirmasi di Papua Selatan Dilepas ke Sejumlah Kampus di Indonesia

145 Mahasiswa Beasiswa Afirmasi di Papua Selatan Dilepas ke Sejumlah Kampus di Indonesia

Warning! Gubernur Mathius Fakhiri Ancam Copot Direktur RS dan Kapus yang Menolak Pasien

Gedung Sarinah akan Dijadikan Pusat Pemasaran Produk Unggulan Papua, Dukung Perluasan Usaha UMKM

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id