ADVERTISEMENT
Rabu, Oktober 28, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Guru asal Flores Meninggal di Mappi, Mama Mina Ingin Memeluk Anaknya untuk Terakhir Kali

"Saya ingin anak saya kembali ke pangkuan saya. Rahim saya yang melahirkan, saya ingin memeluknya untuk terakhir kali sebelum dimakamkan”.

10 Juni 2026
0
Guru asal Flores Meninggal di Mappi, Mama Mina Ingin Memeluk Anaknya untuk Terakhir Kali

Almarhum Polikarpus Lewohala Hayon. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Satu lagi putra Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang melaksanakan tugas pengabdian sebagai pendidik meninggal di Papua.

Kali ini kabar duka itu datang dari keluarga Mama Mia Fernandez yang berdomisi di Kabupaten Flores Timur.

Putra terkasihnya Polikarpus Lewohala Hayon dikabarkan meninggal dunia di tanah pengabdiannya di Papua Selatan.

Tidak banyak permintaan dan tuntutan terkait dengan peristiwa duka ini, permintaan Mama Mia hanya satu yakni meminta agar putranya bisa dipulangkan untuk dimakamkan di tanah kelahirannya.

Baca Juga

Dekranasda Mimika Minta PTFI Perluas Promosi Produk Pengrajin Lokal

Penjualan Produk UMKM Dekranasda Mimika Tembus Rp12,5 Juta Sehari di Event PTFI

“Saya ingin anak saya kembali ke pangkuan saya. Rahim saya yang melahirkan, saya ingin memeluknya untuk terakhir kali sebelum dimakamkan”.

“Tolonglah saya. Bantulah kami supaya anak saya bisa dipulangkan ke Flores Timur,” demikian ungkapan hati Mama Mia seperti dikutip, Rabu 10 Juni 2026.

Bagi Mama Mina dan keluarganya, kehilangan ini bukan sekadar sebuah peristiwa. Ini adalah luka mendalam yang datang begitu tiba-tiba dan meninggalkan duka yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Ditengah kesedihan mendalam, Mama Mia menuturkan, sebelum mendapatkan kabar duka ini, putranya masih sempat menelepon keluarga.

Dalam obrolan di telepon, Polikarpus seperti biasa bercerita tentang pekerjaan dan menyampaikan keinginannya untuk berlibur dan kembali berkumpul bersama keluarga di Flores Timur.

“Kami berkomunikasi seperti biasa. Anak saya sehat-sehat saja. Tiba-tiba kami mendapat kabar bahwa dia meninggal dunia. Kami benar-benar syok. Saya tidak kuat menerima cobaan ini,” ungkap Mama Mina.

Di tengah suasana duka itu, satu harapan besar terus diperjuangkan untuk membawa pulang Polikarpus ke tanah kelahirannya di Flores Timur.

Mereka ingin almarhum dimakamkan di kampung halaman, di tengah keluarga dan orang-orang yang mencintainya.

Namun harapan tersebut tidak mudah diwujudkan karena keterbatasan biaya dan berbagai proses yang harus ditempuh untuk pemulangan jenazah dari Papua Selatan ke Nusa Tenggara Timur.

“Kami dengar berita dia meninggal dalam keadaan tertelungkup. Jadi kami tidak tahu alasan apa. Kami juga tidak tahu kondisinya bagaimana,” kata ibu korban, Mina Fernandez.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada informasi lanjutan mengenai perkembangan peristiwa ini pasca dikabarkan meninggal pada Senin 8 Juni 2026.

Apakah almarhum sudah dipulangkan ke Flores Timur, termasuk informasi mengenai penyebab kematian Polikarpus juga belum diketahui secara pasti.

Polikarpus adalah putra Flores Timur yang memilih jalan pengabdian. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Yogyakarta, ia tidak mencari pekerjaan di kota besar.

Ia justru berangkat ke Papua untuk menjadi guru honorer. Di sana, ia mengajar anak-anak di daerah yang jauh dari berbagai fasilitas pendidikan.

Ketekunan dan dedikasinya kemudian mengantarkannya menjadi Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Sehari-hari, Polikarpus bertugas di SD Negeri Upin, Distrik Minyamur, Kabupaten Mappi, Provinsi Papua Selatan.

Ia tinggal di Keppi dan dikenal sebagai pribadi yang sederhana, ramah, serta memiliki semangat besar untuk mendidik anak-anak di wilayah terpencil.

Baginya, menjadi guru bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan hidup.

Karena itu, kabar kepergiannya tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga. Orang tua, istri, anak, sahabat, rekan guru, hingga masyarakat pendidikan turut merasakan kehilangan.

Seorang guru muda yang sedang mengabdikan dirinya bagi masa depan anak-anak bangsa kini telah pergi untuk selamanya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Dekranasda Mimika Minta PTFI Perluas Promosi Produk Pengrajin Lokal

Dekranasda Mimika Minta PTFI Perluas Promosi Produk Pengrajin Lokal

27 Oktober 2026
Penjualan Produk UMKM Dekranasda Mimika Tembus Rp12,5 Juta Sehari di Event PTFI

Penjualan Produk UMKM Dekranasda Mimika Tembus Rp12,5 Juta Sehari di Event PTFI

27 Oktober 2026
Pemkab Mimika Perkuat P4GN, Generasi Muda Jadi Sasaran Pencegahan Narkoba

Pemkab Mimika Perkuat P4GN, Generasi Muda Jadi Sasaran Pencegahan Narkoba

27 Oktober 2026
Dugaan Penyimpangan Dana Pilkada Mimika Rp54 Miliar, Penyidik Tunggu Audit BPKP

Dugaan Penyimpangan Dana Pilkada Mimika Rp54 Miliar, Penyidik Tunggu Audit BPKP

27 Oktober 2026
BNN Mimika Ajak Pengguna Narkoba Berani Jalani Rehabilitasi

BNN Mimika Ajak Pengguna Narkoba Berani Jalani Rehabilitasi

27 Oktober 2026
Dukcapil Mimika Sosialisasikan Perda Administrasi Kependudukan

Dukcapil Mimika Sosialisasikan Perda Administrasi Kependudukan

27 Oktober 2026

POPULER

  • Pemkab Mimika tetapkan Jadwal Libur dan Cuti Bersama Mimika Oktober–Desember 2026

    Pemkab Mimika tetapkan Jadwal Libur dan Cuti Bersama Mimika Oktober–Desember 2026

    576 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • Kajian Dokumen Lemasa Belum Tuntas, Sem Bukaleng Minta Kepastian

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Uang Transportasi Peserta Belum Dibayar, Pelatihan Public Speaking di Mimika Disorot

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Freeport Gelar IFRC 2026 di Mimika, 17 Tim Adu Kemampuan

    530 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
  • Baru Satu Sekolah Ajukan PJJ, Disdik Mimika Pantau Kondisi Siswa

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Monev Malam Hari di Puskesmas Ipaya, Dinkes Mimika Tekankan Inovasi dan Disiplin Pelayanan

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Dinsos Mimika Sosialisasikan Kampung Siaga Bencana

    521 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Kejari Mimika Selesaikan Tiga Perkara Lewat Restorative Justice, Utamakan Perdamaian dan Pemulihan

Dugaan Korupsi Proyek Rumah Senilai Rp8,75 Miliar, Kejari Mimika Kumpul Data Nilai Kerugian Negara

145 Mahasiswa Beasiswa Afirmasi di Papua Selatan Dilepas ke Sejumlah Kampus di Indonesia

145 Mahasiswa Beasiswa Afirmasi di Papua Selatan Dilepas ke Sejumlah Kampus di Indonesia

Warning! Gubernur Mathius Fakhiri Ancam Copot Direktur RS dan Kapus yang Menolak Pasien

Gedung Sarinah akan Dijadikan Pusat Pemasaran Produk Unggulan Papua, Dukung Perluasan Usaha UMKM

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id