ADVERTISEMENT
Sabtu, Juli 25, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Guru asal Flores Meninggal di Mappi, Mama Mina Ingin Memeluk Anaknya untuk Terakhir Kali

"Saya ingin anak saya kembali ke pangkuan saya. Rahim saya yang melahirkan, saya ingin memeluknya untuk terakhir kali sebelum dimakamkan”.

10 Juni 2026
0
Guru asal Flores Meninggal di Mappi, Mama Mina Ingin Memeluk Anaknya untuk Terakhir Kali

Almarhum Polikarpus Lewohala Hayon. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Satu lagi putra Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang melaksanakan tugas pengabdian sebagai pendidik meninggal di Papua.

Kali ini kabar duka itu datang dari keluarga Mama Mia Fernandez yang berdomisi di Kabupaten Flores Timur.

ADVERTISEMENT

Putra terkasihnya Polikarpus Lewohala Hayon dikabarkan meninggal dunia di tanah pengabdiannya di Papua Selatan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Tidak banyak permintaan dan tuntutan terkait dengan peristiwa duka ini, permintaan Mama Mia hanya satu yakni meminta agar putranya bisa dipulangkan untuk dimakamkan di tanah kelahirannya.

Baca Juga

Pria Ditemukan Tewas Tergantung di Area Pendulangan Emas Mile 21 Mimika

Hari Tanpa Sembako Sedunia: Ratusan Warga Mimika Meriahkan Jalan Sehat, Dinkes Gencarkan Edukasi Bahaya Rokok

“Saya ingin anak saya kembali ke pangkuan saya. Rahim saya yang melahirkan, saya ingin memeluknya untuk terakhir kali sebelum dimakamkan”.

“Tolonglah saya. Bantulah kami supaya anak saya bisa dipulangkan ke Flores Timur,” demikian ungkapan hati Mama Mia seperti dikutip, Rabu 10 Juni 2026.

Bagi Mama Mina dan keluarganya, kehilangan ini bukan sekadar sebuah peristiwa. Ini adalah luka mendalam yang datang begitu tiba-tiba dan meninggalkan duka yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Ditengah kesedihan mendalam, Mama Mia menuturkan, sebelum mendapatkan kabar duka ini, putranya masih sempat menelepon keluarga.

Dalam obrolan di telepon, Polikarpus seperti biasa bercerita tentang pekerjaan dan menyampaikan keinginannya untuk berlibur dan kembali berkumpul bersama keluarga di Flores Timur.

“Kami berkomunikasi seperti biasa. Anak saya sehat-sehat saja. Tiba-tiba kami mendapat kabar bahwa dia meninggal dunia. Kami benar-benar syok. Saya tidak kuat menerima cobaan ini,” ungkap Mama Mina.

Di tengah suasana duka itu, satu harapan besar terus diperjuangkan untuk membawa pulang Polikarpus ke tanah kelahirannya di Flores Timur.

Mereka ingin almarhum dimakamkan di kampung halaman, di tengah keluarga dan orang-orang yang mencintainya.

Namun harapan tersebut tidak mudah diwujudkan karena keterbatasan biaya dan berbagai proses yang harus ditempuh untuk pemulangan jenazah dari Papua Selatan ke Nusa Tenggara Timur.

“Kami dengar berita dia meninggal dalam keadaan tertelungkup. Jadi kami tidak tahu alasan apa. Kami juga tidak tahu kondisinya bagaimana,” kata ibu korban, Mina Fernandez.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada informasi lanjutan mengenai perkembangan peristiwa ini pasca dikabarkan meninggal pada Senin 8 Juni 2026.

Apakah almarhum sudah dipulangkan ke Flores Timur, termasuk informasi mengenai penyebab kematian Polikarpus juga belum diketahui secara pasti.

Polikarpus adalah putra Flores Timur yang memilih jalan pengabdian. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Yogyakarta, ia tidak mencari pekerjaan di kota besar.

Ia justru berangkat ke Papua untuk menjadi guru honorer. Di sana, ia mengajar anak-anak di daerah yang jauh dari berbagai fasilitas pendidikan.

Ketekunan dan dedikasinya kemudian mengantarkannya menjadi Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Sehari-hari, Polikarpus bertugas di SD Negeri Upin, Distrik Minyamur, Kabupaten Mappi, Provinsi Papua Selatan.

Ia tinggal di Keppi dan dikenal sebagai pribadi yang sederhana, ramah, serta memiliki semangat besar untuk mendidik anak-anak di wilayah terpencil.

Baginya, menjadi guru bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan hidup.

Karena itu, kabar kepergiannya tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga. Orang tua, istri, anak, sahabat, rekan guru, hingga masyarakat pendidikan turut merasakan kehilangan.

Seorang guru muda yang sedang mengabdikan dirinya bagi masa depan anak-anak bangsa kini telah pergi untuk selamanya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Pria Ditemukan Tewas Tergantung di Area Pendulangan Emas Mile 21 Mimika

Pria Ditemukan Tewas Tergantung di Area Pendulangan Emas Mile 21 Mimika

25 Juli 2026
Hari Tanpa Sembako Sedunia: Ratusan Warga Mimika Meriahkan Jalan Sehat, Dinkes Gencarkan Edukasi Bahaya Rokok

Hari Tanpa Sembako Sedunia: Ratusan Warga Mimika Meriahkan Jalan Sehat, Dinkes Gencarkan Edukasi Bahaya Rokok

25 Juli 2026
Prestasi Membanggakan! Siswa SMKN 6 Mimika Wakili Papua Tengah di LKS Nasional 2026

Prestasi Membanggakan! Siswa SMKN 6 Mimika Wakili Papua Tengah di LKS Nasional 2026

25 Juli 2026
Dalam Sehari, Satgas Pasgat Pos Jayapura Gagalkan Dua Kasus Penyelundupan Narkotika Seberat 794 Gram

Dalam Sehari, Satgas Pasgat Pos Jayapura Gagalkan Dua Kasus Penyelundupan Narkotika Seberat 794 Gram

25 Juli 2026
Pengemudi Ojek di Timika Tewas dengan Sejumlah Luka Tusukan, Polisi Selidiki Motif Pembunuhan

Pengemudi Ojek di Timika Tewas dengan Sejumlah Luka Tusukan, Polisi Selidiki Motif Pembunuhan

25 Juli 2026
Di Ujung Perbatasan, Satgas Pasgat Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis Bagi Warga Sekitar Bandara Oksibil

Di Ujung Perbatasan, Satgas Pasgat Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis Bagi Warga Sekitar Bandara Oksibil

24 Juli 2026

POPULER

  • Diwarnai Kontak Tembak, TNI Berhasil Evakuasi Jenazah Tiga Korban Penembakan di Yahukimo

    Diwarnai Kontak Tembak, TNI Berhasil Evakuasi Jenazah Tiga Korban Penembakan di Yahukimo

    699 shares
    Bagikan 280 Tweet 175
  • Terekam CCTV! Aksi Begal di SP2 Timika, IRT Terjatuh hingga Kepalanya Membentur Aspal

    638 shares
    Bagikan 255 Tweet 160
  • Kemenkeu Soroti Penggunaan Dana Transfer di Mimika, Laporan akan Dicocokkan dengan Fakta Lapangan

    904 shares
    Bagikan 362 Tweet 226
  • Pabrik Daur Ulang Sampah DLH Mimika: Dua Tahun Beroperasi, Produksi Belum Dijual, Satu Mesin Menganggur

    574 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • Proyek IPA Rp3,87 Miliar di SP5 Mimika Empat Tahun Mangkrak, Warga Belum Nikmati Air Bersih

    541 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Teror di Jalan Kwamki Narama, Mobil Maxim Dilempari Batu hingga Kaca Pecah Saat Jemput Dokter

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Kasus Rudapaksa Anak 12 Tahun: Polres Mimika Tetapkan Tersangka, Korban Diancam Dibunuh

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
Next Post
Kejari Mimika Selesaikan Tiga Perkara Lewat Restorative Justice, Utamakan Perdamaian dan Pemulihan

Dugaan Korupsi Proyek Rumah Senilai Rp8,75 Miliar, Kejari Mimika Kumpul Data Nilai Kerugian Negara

145 Mahasiswa Beasiswa Afirmasi di Papua Selatan Dilepas ke Sejumlah Kampus di Indonesia

145 Mahasiswa Beasiswa Afirmasi di Papua Selatan Dilepas ke Sejumlah Kampus di Indonesia

Warning! Gubernur Mathius Fakhiri Ancam Copot Direktur RS dan Kapus yang Menolak Pasien

Gedung Sarinah akan Dijadikan Pusat Pemasaran Produk Unggulan Papua, Dukung Perluasan Usaha UMKM

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id