TIMIKA, Koranpapua.id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika memperkuat kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui penandatanganan nota kesepahaman.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum peluncuran Mimika Innovation Week (MIW) yang digelar oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Mimika yang berlangsung di Gedung Eme Neme Yauware, Selasa 9 Juni 2026.
Bupati Mimika, Johannes Rettob, menyampaikan apresiasi atas peningkatan Indeks Inovasi Daerah Kabupaten Mimika pada tahun 2025 yang menunjukkan tren signifikan.
Meski masih berada pada kisaran peringkat 300-an secara nasional, posisi tersebut telah menempatkan Mimika di 50 persen daerah terbaik di Indonesia serta peringkat kedua di Tanah Papua.
“Kami saat ini tidak lagi berpikir hanya di lingkungan Papua. Kita harus bersaing dengan daerah lain di Indonesia. Kita harus mampu membuktikan bahwa dari Mimika, kita bisa berkontribusi untuk Indonesia,” katanya.
Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa setiap organisasi perangkat daerah (OPD) wajib menghasilkan minimal dua inovasi dalam satu tahun.
Ia juga membuka ruang partisipasi inovasi tidak hanya dari birokrasi, tetapi juga masyarakat luas, termasuk perguruan tinggi, pelaku UMKM, jurnalis, hingga penyandang disabilitas.
Saat ini, lanjutnya, telah terdata sekitar 118 inovasi yang masuk dalam sistem pemerintah daerah. Inovasi yang terbukti efektif dalam meningkatkan pelayanan publik akan diadopsi dan diperkuat melalui regulasi daerah.
Bupati juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan pembangunan.
Dari pihak BRIN, Deputi BRIN Yopi menilai BRIDA Mimika perlu diperkuat sebagai pusat koordinasi inovasi daerah dalam menyusun arah pembangunan jangka panjang hingga 2045 yang selaras dengan kebijakan nasional.
Ia menjelaskan bahwa BRIN membuka akses kolaborasi dengan sekitar 10.000 peneliti dan tenaga ahli untuk mendukung pengembangan daerah.
“Tantangan inovasi saat ini adalah memangkas jarak antara penghasil inovasi dan pengguna. Kami mendorong penguatan hilirisasi melalui konsep ‘Rumah Inovasi’ dan layanan satu pintu atau one stop service inovasi,” jelasnya.
Sementara itu, Plt Kepala BRIDA Mimika, Slamet Sutejo, menyampaikan bahwa perkembangan riset dan inovasi di Mimika menunjukkan peningkatan yang konsisten berbasis data.
Ia memaparkan jumlah kajian riset yang terus meningkat, yakni 16 kajian pada 2022, 25 kajian pada 2023, 23 kajian pada 2024, dan 36 kajian pada 2025.
Seiring penguatan kelembagaan BRIDA, sejak Januari hingga Juni 2026 telah tercatat 104 inovasi baru yang masuk ke dalam sistem.
Untuk memperkuat tata kelola data, BRIDA juga telah mengembangkan aplikasi Sistem Riset dan Inovasi Daerah.
“Melalui sistem ini, seluruh hasil kajian terdokumentasi secara digital, tidak lagi tersebar di masing-masing unit kerja, dan dapat digunakan sebagai dasar kebijakan maupun referensi akademik,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebanyak 10 inovasi terbaik akan diikutsertakan dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru







