TIMIKA, Koranpapua.id- Progres pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika tahun anggaran 2026 dinilai masih berjalan lambat.
Kondisi ini terlihat dari masih rendahnya jumlah paket yang telah masuk ke Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Sekretariat Daerah Mimika hingga awal Juni 2026.
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Setda Mimika, Anton Pasoro, membenarkan kondisi tersebut saat ditemui di Kantor BPKAD Mimika, Rabu 3 Juni 2026.
“Dari total 206 paket tender, yang baru dalam proses hanya tiga paket. Jadi masih ada 203 paket yang belum berproses,” ujar Anton.
Ia menjelaskan, paket yang telah berproses merupakan paket yang sudah diserahkan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kepada BPBJ untuk ditindaklanjuti melalui mekanisme tender.
Namun, hingga saat ini sebagian besar OPD belum menyampaikan paket pengadaan tersebut.
“Artinya, 203 paket masih berada di OPD masing-masing dan belum diserahkan ke PBJ untuk diproses lebih lanjut,” jelasnya.
Kondisi serupa juga terjadi pada paket seleksi jasa konsultansi. Dari total 130 paket yang direncanakan, baru 54 paket yang masuk ke BPBJ, sementara 76 paket lainnya belum diajukan untuk diproses.
Menurut Anton, keterlambatan pengajuan paket ini berpotensi mengganggu pelaksanaan kegiatan di lapangan, khususnya pekerjaan fisik yang membutuhkan waktu pengerjaan relatif panjang.
“Ini sudah bulan Juni 2026, artinya sudah pertengahan tahun. Kalau paket-paket ini belum juga disampaikan, dikhawatirkan pelaksanaannya akan terhambat dan berisiko tidak selesai tepat waktu di akhir tahun anggaran,” katanya.
Meski demikian, Anton menegaskan bahwa secara regulasi tidak terdapat batas waktu spesifik untuk pengajuan paket pengadaan.
Namun, dari sisi efektivitas pelaksanaan anggaran, percepatan proses menjadi hal yang sangat penting.
Ia menambahkan, secara keseluruhan total paket pengadaan Kabupaten Mimika tahun 2026 mencapai lebih dari 9.000 paket.
Namun hingga kini, sebagian besar masih berada di masing-masing OPD. “Totalnya kurang lebih lebih dari 9.000 paket pengadaan,” ujarnya.
Di tengah waktu yang telah memasuki pertengahan tahun anggaran, BPBJ Mimika mengimbau seluruh OPD agar segera mempercepat penyerahan paket pengadaan.
Langkah ini dinilai penting untuk menghindari penumpukan pekerjaan di akhir tahun serta memastikan seluruh program dapat terlaksana secara optimal. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru










