ADVERTISEMENT
Rabu, September 16, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

32 Persen Warga Papua Tengah Masih Kekurangan Pangan, Tertinggi di Indonesia Timur

Ketika pola konsumsi terlalu bertumpu pada beras, daerah akan semakin rentan terhadap gangguan distribusi dan tingginya biaya logistik.

2 Juni 2026
0
32 Persen Warga Papua Tengah Masih Kekurangan Pangan, Tertinggi di Indonesia Timur

Slamet, Anggota Komisi IV DPR RI. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

JAKARTA, Koranpapua.id- Di balik Hari Pancasila tanggal 1 Juni 2026, makna sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, sepertinya belum diwujudkan melalui pemenuhan hak dasar masyarakat terhadap pangan.

Hal itu dapat dilihat dari masih tingginya angka ketidakcukupan konsumsi pangan di sejumlah provinsi di Indonesia Timur.

ADVERTISEMENT

Hal itu disampaikan Slamet, Anggota Komisi IV DPR RI dalam keterangannya di Jakarta seperti dilansir, Selasa 2 Juni 2026.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Menurut Slamet, secara nasional prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan tahun 2025 berada pada angka 7,89 persen.

Baca Juga

Isu Penculikan Pelajar Picu Kepanikan, Jalan di Mioko Sempat Dipalang

Jelang Hari Lalu Lintas Bhayangkara, Polisi Rangkul Pengemudi Ojek di Timika

Namun sejumlah daerah di Indonesia Timur menunjukkan kondisi jauh lebih memprihatinkan.

Ia menyebutkan, untuk Provinsi Papua Tengah mencapai 32,30 persen dengan Indeks Ketahanan Pangan (IKP) 41,6.

Sementara Papua Pegunungan 28,72 persen dengan IKP 31,9, Maluku 30,54 persen dengan IKP 57,17, Maluku Utara 27,83 persen dengan IKP 58,27, dan Papua 26,11 persen dengan IKP 57,4.

“Masih tingginya angka ketidakcukupan konsumsi pangan dan rendahnya IKP di sejumlah provinsi di Indonesia Timur menunjukkan akses pangan yang adil dan merata masih menjadi tantangan besar,” kata Slamet.

Slamet menilai persoalan pangan di kawasan timur Indonesia bukan hanya soal produksi, tetapi juga akses, distribusi, dan kemampuan masyarakat memperoleh pangan yang cukup dan bergizi.

Salah satu akar masalah yang disoroti adalah tingginya ketergantungan masyarakat pada beras sebagai satu-satunya komoditas pangan utama.

Padahal, Indonesia Timur memiliki beragam sumber pangan lokal seperti sagu, talas, umbi-umbian, jagung, dan pisang yang selama ratusan tahun menjadi sandaran hidup masyarakat.

Ketika pola konsumsi terlalu bertumpu pada beras, daerah akan semakin rentan terhadap gangguan distribusi dan tingginya biaya logistik.

Karena itu, Slamet mendorong gerakan kembali ke pangan lokal sebagai strategi memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Pangan lokal bukan makanan kelas dua, tetapi sumber ketahanan pangan yang telah terbukti menopang kehidupan masyarakat secara turun-temurun,” tegasnya.

“Semangat Pancasila mengajarkan keadilan, termasuk keadilan dalam pembangunan pangan yang menghargai potensi dan kearifan lokal setiap daerah,” pungkasnya.

Karena itu, pengembangan pangan lokal harus menjadi bagian penting dari strategi menurunkan ketidakcukupan pangan dan memperkuat ketahanan pangan. (Redaksi)

‘

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Isu Penculikan Pelajar Picu Kepanikan, Jalan di Mioko Sempat Dipalang

Isu Penculikan Pelajar Picu Kepanikan, Jalan di Mioko Sempat Dipalang

15 September 2026
Jelang Hari Lalu Lintas Bhayangkara, Polisi Rangkul Pengemudi Ojek di Timika

Jelang Hari Lalu Lintas Bhayangkara, Polisi Rangkul Pengemudi Ojek di Timika

15 September 2026
Bawa Aspirasi Papua Tengah, John Gobai Minta Komisi I DPR RI Buka Ruang Dialog

Bawa Aspirasi Papua Tengah, John Gobai Minta Komisi I DPR RI Buka Ruang Dialog

15 September 2026
Pesawat Aman Air Keluar Landasan di Mulia, Pilot Selamat

Pesawat Aman Air Keluar Landasan di Mulia, Pilot Selamat

15 September 2026
Kesbangpol Mimika Kunjungi Amungsa Cares, Bahas Kolaborasi

Kesbangpol Mimika Kunjungi Amungsa Cares, Bahas Kolaborasi

15 September 2026
Perkuat Kompetensi Bidan, RSUD Mimika Gelar Pelatihan APN Selama 10 Hari

Perkuat Kompetensi Bidan, RSUD Mimika Gelar Pelatihan APN Selama 10 Hari

15 September 2026

POPULER

  • Muhammad Ramadhani Meninggal,Keluarga Palang Jalan

    Muhammad Ramadhani Meninggal,Keluarga Palang Jalan

    621 shares
    Bagikan 248 Tweet 155
  • Polisi Beberkan Kronologi Penembakan Tiga Pegawai Dinas Pertanian di Jayawijaya

    565 shares
    Bagikan 226 Tweet 141
  • Bermodal Nomor Togel, 3 Pelaku Hipnotis Korban dan Kuras Uang di Sentani

    606 shares
    Bagikan 242 Tweet 152
  • Penikaman di KM 10 Mimika Diduga Dipicu Rokok, Polisi Buru Pelaku

    556 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Pria Ditemukan Tewas di Jalan Kelimutu Timika, Motor dan HP Diduga Dibawa Pelaku

    552 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • Tiga Petugas Tewas Ditembak OTK Saat Distribusi Bahan Pangan di Jayawijaya

    572 shares
    Bagikan 229 Tweet 143
  • Kronologi Penikaman Ramadhani, Polisi Selidiki Motif

    538 shares
    Bagikan 215 Tweet 135
Next Post
Jalin Kedekatan dengan Warga Puncak Jaya, Satgas ODC-2026 Gelar Patroli Jalan Kaki

Jalin Kedekatan dengan Warga Puncak Jaya, Satgas ODC-2026 Gelar Patroli Jalan Kaki

Papua Episentrum Utama Kasus Malaria di Indonesia, Total Capai 674.046 Kasus

Papua Episentrum Utama Kasus Malaria di Indonesia, Total Capai 674.046 Kasus

Tadi Pagi Wilayah Nduga Diguncang Gempa 4.4 Magnitudo

Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Wilayah Sarmi

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id