ADVERTISEMENT
Selasa, Juni 2, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua

Papua Episentrum Utama Kasus Malaria di Indonesia, Total Capai 674.046 Kasus

Curah hujan yang tinggi dan banyaknya genangan air di kawasan hutan menciptakan habitat sempurna bagi nyamuk Anopheles.

2 Juni 2026
0
Papua Episentrum Utama Kasus Malaria di Indonesia, Total Capai 674.046 Kasus

Nyamuk Anopheles. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

JAKARTA, Koranpapua.id- Malaria masih menjadi salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh parasit Plasmodium.

Penyakit ini disebarkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi. Malaria menyerang sel darah merah dan dapat berakibat fatal jika tidak segera diobati.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, penyakit ini bisa disembuhkan dengan penanganan medis yang tepat.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Bagaimana perkembangan malaria di Indonesia? Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan lonjakan signifikan kasus malaria di Indonesia sepanjang tahun 2025.

Baca Juga

Bersembunyi di Timika, Pelaku Pencabulan Anak di Sikka Berhasil Ditangkap

Sterilisasi Lokasi Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II, Tim Jibom Gegana Polda Papua Bertolak ke Biak

Data menunjukkan jumlah kasus mencapai 706.297, meningkat sekitar 30 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 543.965 kasus.

Dari total jumlah kasus tersebut, wilayah Papua tetap menjadi pusat perhatian utama (episentrum), karena menyumbang hampir seluruh kasus nasional.

Kenaikan angka ini menempatkan Indonesia pada posisi waspada dalam peta jalan eliminasi malaria 2030.

Seperti dikutip media ini, Selasa 2 Juni 2026, berdasarkan laporan resmi Kemenkes, konsentrasi kasus masih sangat tinggi di wilayah timur Indonesia.

Perbandingan data kasus dalam dua tahun terakhir menyebutkan, dari total kasus positif 543.965 (tahun 2024) dan 706.297 (tahun 2025) berarti mengalami kenaikan sebesar 30 persen dengan kontribusi wilayah Papua 90 persen (2024) dan 95 persen (2025).

Plt. Dirjend Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, dr. Andi Saguni, menyatakan kenaikan ini dipengaruhi oleh perbaikan sistem pelaporan melalui Sistem Informasi Surveilans Malaria (SISMAL).

“Peningkatan ini dipicu oleh masifnya upaya penemuan kasus secara aktif di lapangan sehingga data yang masuk jauh lebih akurat,” ujarnya.

Dijelaskan, tanah Papua yang mencakup enam provinsi, menjadi episentrum dengan total sekitar 674.046 kasus, dipicu beberapa faktor.

Di antaranya, kondisi lingkungan sebagai dampak curah hujan yang tinggi dan banyaknya genangan air di kawasan hutan menciptakan habitat sempurna bagi nyamuk Anopheles.

Pemicu lainnya, faktor geografis yakni medan yang sulit membuat jangkauan layanan kesehatan dan distribusi kelambu menjadi lebih mahal dan menantang secara logistik.

Mobilitas penduduk juga menjadi faktor tingginya penderita malaria, pasalnya aktivitas warga di sektor primer seperti perambahan hutan dan pertambangan meningkatkan intensitas kontak dengan vektor penyakit.

Untuk mengejar target eliminasi 2030, Kemenkes memperkuat sinergi lintas sektor, termasuk kolaborasi dengan TNI-Polri dan mitra internasional.

Strategi utama meliputi penguatan surveilans migrasi, distribusi obat antimalaria gratis, serta peningkatan kesadaran masyarakat untuk menggunakan kelambu dan menjaga kebersihan lingkungan guna menekan populasi nyamuk. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Papua Episentrum Utama Kasus Malaria di Indonesia, Total Capai 674.046 Kasus

Papua Episentrum Utama Kasus Malaria di Indonesia, Total Capai 674.046 Kasus

2 Juni 2026
Jalin Kedekatan dengan Warga Puncak Jaya, Satgas ODC-2026 Gelar Patroli Jalan Kaki

Jalin Kedekatan dengan Warga Puncak Jaya, Satgas ODC-2026 Gelar Patroli Jalan Kaki

2 Juni 2026
32 Persen Warga Papua Tengah Masih Kekurangan Pangan, Tertinggi di Indonesia Timur

32 Persen Warga Papua Tengah Masih Kekurangan Pangan, Tertinggi di Indonesia Timur

2 Juni 2026
Atasi Ketimpangan Tenaga Pengajar, Disdik Mimika Atur Penempatan Guru Demi Pemerataan

PPDB 2026 Wajib Melalui Empat Jalur, Kadisdik Mimika Ingatkan Tidak Boleh Terima Titipan Pejabat

2 Juni 2026
Bersembunyi di Timika, Pelaku Pencabulan Anak di Sikka Berhasil Ditangkap

Bersembunyi di Timika, Pelaku Pencabulan Anak di Sikka Berhasil Ditangkap

1 Juni 2026
Sterilisasi Lokasi Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II, Tim Jibom Gegana Polda Papua Bertolak ke Biak

Sterilisasi Lokasi Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II, Tim Jibom Gegana Polda Papua Bertolak ke Biak

1 Juni 2026

POPULER

  • Tahun 2026 ASN Pemprov Papua Tengah Diingatkan Disiplin Waktu dan Tinggalkan Pola Kerja Berbelit-belit

    Pelajar SMP Negeri dan Swasta di Papua Tengah Bebas Biaya Pendidikan, Berlaku Tahun Ini

    825 shares
    Bagikan 330 Tweet 206
  • Bersembunyi di Timika, Pelaku Pencabulan Anak di Sikka Berhasil Ditangkap

    597 shares
    Bagikan 239 Tweet 149
  • Ledakan Diduga Bom Terjadi di Biak, Lima Orang Tewas dan Tiga Lainnya Hilang

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • 42 Kepala Daerah di Papua akan Hadiri Deklarasi Eliminasi Tuberkulosis di Kota Sorong

    528 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Satgas ODC Ringkus ‘EK’ Anggota KKB Kodap VIII Intan Jaya, Ini Berbagai Aksi Kriminalnya

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Papua Mahkota Keanekaragaman Hayati, Ditengah Maraknya Pemburuan Liar

    518 shares
    Bagikan 207 Tweet 130
  • Paulus Waterpauw Desak Komunikasi Pemerintah dan Masyarakat Adat Lebih Aktif

    517 shares
    Bagikan 207 Tweet 129
Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id