ADVERTISEMENT
Selasa, September 29, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah Mimika

Siapa Pengganti Paus Fransiskus, Konklaf Pemilihan Paus Baru Akan Dimulai Tanggal 7 Mei 2025

Beberapa kardinal memilih berbicara santai di restoran sekitar Vatikan, sambil menikmati hidangan khas Italia seperti carbonara, jauh dari suasana formal.

2 Mei 2025
0
Siapa Pengganti Paus Fransiskus, Konklaf Pemilihan Paus Baru Akan Dimulai Tanggal 7 Mei 2025

Paus baru akan dipilih tanggal 7 Mei 2025. (foto:ilustrasi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Umat Katolik di dunia saat ini sedang menunggu siapa yang nantinya menjadi Paus baru menggantikan mendiang Paus Fransiskus yang wafat tanggal 21 April 2025.

Untuk menjawab itu, saat ini Gereja Katolik bersiap menghadapi salah satu momen terpenting dalam tradisinya, yakni pemilihan Paus baru.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari dari berbagai sumber menyebutkan, pemilihan Paus baru akan dimulai tanggal 7 Mei, diawali dengan para kardinal dari seluruh dunia akan berkumpul di bawah fresko megah karya Michelangelo di Kapel Sistina.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Para Kardinal akan memulai konklaf, proses pemilihan rahasia yang akan menentukan arah masa depan Gereja Katolik.

Baca Juga

Kabut Asap Selimuti Timika, Anggota DPRK Mariunus Tandiseno Desak Dinkes Bagikan Masker

233 Liter Sopi Diamankan dari KM Sirimau di Pomako, Diduga untuk Dijual di Timika

Setelah para Kardinal mengadakan pertemuan pra-konklaf pertama mereka sejak pemakaman Paus Fransiskus pada Sabtu lalu.

Kini Kapel Sistina abad ke-16 telah ditutup untuk wisatawan guna mempersiapkan tempat bagi acara sakral tersebut.

Terdapat 135 kardinal yang memiliki hak pilih dalam konklaf kali ini, meskipun laporan menyebutkan dua diantaranya mungkin tidak dapat hadir.

Para kardinal akan menjalani isolasi antara Kapel Sistina dan Casa Santa Marta, wisma tamu tempat Paus Fransiskus menetap selama 12 tahun masa kepausannya

Kardinal Reinhard Marx dari Jerman menyatakan kepada para wartawan bahwa ia memperkirakan konklaf akan berlangsung hanya beberapa hari.

Namun, Kardinal Anders Arborelius dari Swedia, salah satu kandidat yang disebut-sebut, mengingatkan bahwa prosesnya bisa lebih panjang.

“Karena kami tidak saling mengenal satu sama lain,” katanya, dilansir The Guardian, Kamis 1 Mei 2025.

Hal ini memang masuk akal, mengingat delapan dari sepuluh pemilih dalam konklaf adalah para kardinal yang diangkat oleh Paus Fransiskus, termasuk 20 orang yang baru diangkat pada bulan Desember lalu.

Paus Fransiskus sendiri sengaja memilih kardinal dari wilayah-wilayah yang sebelumnya belum pernah memiliki perwakilan seperti, Myanmar, Haiti, dan Rwanda.

Banyak diantara mereka yang baru bertemu secara langsung dalam beberapa hari terakhir.

Kardinal Gualtiero Bassetti, mantan ketua Konferensi Waligereja Italia, juga optimistis bahwa konklaf akan cepat selesai.

Dalam wawancara dengan Corriere della Sera, ia menggambarkan suasana di antara para kardinal sebagai penuh kehangatan dan “rasa kohesi yang kuat”.

“Saya benar-benar percaya bahwa konklaf ini dapat memberikan kesaksian indah di dunia yang penuh perang, perpecahan, dan kebencian. Tentu saja, mungkin akan ada sedikit kesulitan karena belum pernah ada jumlah pemilih sebanyak ini, dan tidak semua saling mengenal,” tutur Bassetti.

Untuk diketahui, sebagian besar kardinal pemilih, 53 orang, berasal dari Eropa, diikuti oleh 23 dari Asia, 18 dari Afrika, 17 dari Amerika Selatan, 16 dari Amerika Utara, serta masing-masing empat dari Amerika Tengah dan Oseania.

Secara keseluruhan, mereka mewakili 17 negara yang berbeda. Meski banyak spekulasi beredar, belum ada kandidat yang jelas unggul.

Nama Kardinal Luis Antonio Tagle dari Filipina dan Kardinal Pietro Parolin dari Italia termasuk diantara yang paling banyak disebut sebagai calon kuat.

Adapun dalam hari-hari menjelang pemilihan, para kardinal menggunakan waktu untuk saling mengenal lebih dalam. Pecorari, seorang veteran konklaf, menggambarkan bagaimana proses informal ini berjalan.

“Kami berkenalan satu sama lain, mengamati, sebelum perlahan-lahan mulai membentuk gambaran tentang siapa paus berikutnya,” katanya.

Pecorari menceritakan bahwa beberapa kardinal memilih berbicara santai di restoran sekitar Vatikan, sambil menikmati hidangan khas Italia seperti carbonara, jauh dari suasana formal dan “telinga yang mengintai” di Casa Santa Marta.

Namun, tak semua memilih cara yang sama. Ada juga kardinal yang mengundang rekan-rekannya berkumpul di kamarnya seusai makan malam. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Kabut Asap Selimuti Timika, Anggota DPRK Mariunus Tandiseno Desak Dinkes Bagikan Masker

Kabut Asap Selimuti Timika, Anggota DPRK Mariunus Tandiseno Desak Dinkes Bagikan Masker

28 September 2026
233 Liter Sopi Diamankan dari KM Sirimau di Pomako, Diduga untuk Dijual di Timika

233 Liter Sopi Diamankan dari KM Sirimau di Pomako, Diduga untuk Dijual di Timika

28 September 2026
Kejari Mimika Tetapkan Penyedia PT FJP Tersangka Korupsi Gerai Maritim

Kejari Mimika Tetapkan Penyedia PT FJP Tersangka Korupsi Gerai Maritim

28 September 2026
Kapal LCT Cahaya Permata Hati Tenggelam di Puriri, 8 Orang Dicari Tim SAR

Kapal LCT Cahaya Permata Hati Tenggelam di Puriri, 8 Orang Dicari Tim SAR

28 September 2026
Delapan Fraksi Setujui APBD-P Mimika Rp6,1 Triliun, Pemkab Diminta Percepat Realisasi

Delapan Fraksi Setujui APBD-P Mimika Rp6,1 Triliun, Pemkab Diminta Percepat Realisasi

28 September 2026
Kabut Asap Selimuti Timika, Jarak Pandang Turun di Bawah 2 Kilometer

Kabut Asap Selimuti Timika, Jarak Pandang Turun di Bawah 2 Kilometer

28 September 2026

POPULER

  • Tragedi Jila: Siswi Diduga Tewas Kelaparan, 7 Anak Masih Disandera, Tokoh Amungme Desak TNI Tarik Pos Baru

    Tragedi Jila: Siswi Diduga Tewas Kelaparan, 7 Anak Masih Disandera, Tokoh Amungme Desak TNI Tarik Pos Baru

    585 shares
    Bagikan 234 Tweet 146
  • TPNPB Klaim Enam Anggotanya Terluka dalam Serangan Udara di Nduga

    556 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Pria 25 Tahun Tewas dalam Dugaan Penganiayaan, Parang dan Anak Panah Diamankan Polisi

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Sekolah Mengajarkan Ilmu, Rumah Membentuk Jiwa Anak

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Polisi Tangkap Tersangka Penembakan Konsultan BPKAD di Yahukimo

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Kebakaran Hutan dan Rawa-Rawa Merusak Ekosistem Tanah Papua

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • “Rumah Nyabu” di Timika Digerebek, Polisi Sita Sabu dan Uang Rp4,45 Juta

    518 shares
    Bagikan 207 Tweet 130
Next Post

Bapenda Mimika Gandeng Bank dan Posindo, Pendapatan Pajak Secara Online Meningkat

Pemilihan Duta Pajak Daerah, 24 Pasangan Pelajar SMA-SMK di Mimika Ikuti Tes Tertulis dan Wawancara

DPR RI Prihatin Belum Optimalnya Realisasi Afirmasi 80 Persen Formasi ASN untuk Putra-Putri Papua

DPR RI Prihatin Belum Optimalnya Realisasi Afirmasi 80 Persen Formasi ASN untuk Putra-Putri Papua

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id