ADVERTISEMENT
Kamis, Mei 14, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah Mimika

DPR RI Prihatin Belum Optimalnya Realisasi Afirmasi 80 Persen Formasi ASN untuk Putra-Putri Papua

Masih adanya penempatan ASN non-Papua yang tidak bertahan lama di daerah tugas, karena memilih mengundurkan diri, dan enggan tinggal jauh dari kampung halaman.

5 Mei 2025
0
DPR RI Prihatin Belum Optimalnya Realisasi Afirmasi 80 Persen Formasi ASN untuk Putra-Putri Papua

Kamarudin Watubun, Anggota Komisi II DPR RI. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Komisi II DPR RI menyuarakan keprihatinan atas belum optimalnya realisasi afirmasi 80 persen formasi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk putra-putri asli Papua.

Karena itu DPR RI kembali menegaskan komitmennya terhadap pelaksanaan Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus) Papua, khususnya dalam hal pengisian formasi ASN.

ADVERTISEMENT

Hal ini ditegaskan Kamarudin Watubun, Anggota Komisi II DPR RI ketika melakukan kunjungan kerja Panitia Kerja (Panja) Evaluasi Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua di Timika, pekan kemarin.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Angka 80 persen itu angka afirmatif. Kalau kita bilang mereka belum siap, maka itu tanggung jawab kita untuk mempersiapkan mereka,” tegas Kamarudin.

Baca Juga

Putusan RUPS-RUPSLB BUMD: Pemda Puncak Berencana Beli Satu Unit Pesawat untuk Layani Masyarakat

Freeport Tingkatkan Proporsi Tenaga Kerja Papua ke Angka 40,9 Persen

Senator asal Papua itu menilai, pelaksanaan di lapangan masih menyisakan banyak pekerjaan rumah. Salah satunya adalah ketimpangan dalam rekrutmen dan penempatan ASN.

Ia menyoroti masih adanya penempatan ASN non-Papua yang tidak bertahan lama di daerah tugas, karena memilih mengundurkan diri, dan enggan tinggal jauh dari kampung halaman.

“Kalau akhirnya kosong, siapa yang dirugikan, masyarakat Papua. Karena pelayanan publik terganggu,” tegasnya.

Terkait ini, Kamarudin mendorong pemerintah daerah agar lebih aktif dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal.

Dikatakan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) harus mengambil peran strategis dengan rutin menggelar pelatihan dan program peningkatan kapasitas bagi masyarakat asli Papua.

Kamarudin juga menyoroti pola rekrutmen ASN oleh kementerian seperti Kemendikbudristek, di mana sejumlah dosen ditempatkan di Papua namun akhirnya memilih mundur.

Fenomena ini disebutnya sebagai bentuk ketidaksiapan sistemik yang harus segera dibenahi, agar penempatan ASN benar-benar berdampak bagi pelayanan publik yang berkelanjutan.

Ia berharap perlu ritme dan kebijakan khusus dalam penanganan ini, bukan hanya soal angka, tapi soal keberlanjutan pelayanan dan keadilan bagi masyarakat Papua. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Putusan RUPS-RUPSLB BUMD: Pemda Puncak Berencana Beli Satu Unit Pesawat untuk Layani Masyarakat

Putusan RUPS-RUPSLB BUMD: Pemda Puncak Berencana Beli Satu Unit Pesawat untuk Layani Masyarakat

13 Mei 2026
Freeport Tingkatkan Proporsi Tenaga Kerja Papua ke Angka 40,9 Persen

Freeport Tingkatkan Proporsi Tenaga Kerja Papua ke Angka 40,9 Persen

13 Mei 2026
Penyelundupan Empat Ekor Burung Cenderawasih Berhasil Digagalkan Karantina Papua

Penyelundupan Empat Ekor Burung Cenderawasih Berhasil Digagalkan Karantina Papua

13 Mei 2026
Kunjungi Polres Mimika: Komisi III DPR RI Buka Ruang Dialog dengan Jajaran Kepolisian Papua Tengah

Kunjungi Polres Mimika: Komisi III DPR RI Buka Ruang Dialog dengan Jajaran Kepolisian Papua Tengah

13 Mei 2026
Komoditas Unggulan Mimika, Ratusan Kilogram Kepiting Bakau Diekspor ke Malaysia

Komoditas Unggulan Mimika, Ratusan Kilogram Kepiting Bakau Diekspor ke Malaysia

13 Mei 2026
Ingin Jadi ASN, Pemprov Papua Selatan Dorong Putra-Putri OAP Masuk Sekolah Kedinasan

Ingin Jadi ASN, Pemprov Papua Selatan Dorong Putra-Putri OAP Masuk Sekolah Kedinasan

13 Mei 2026

POPULER

  • Bupati Johannes Rettob Teken SK Perpanjangan Jabatan 133 Kepala Kampung di Mimika

    Bupati Johannes Rettob Teken SK Perpanjangan Jabatan 133 Kepala Kampung di Mimika

    950 shares
    Bagikan 380 Tweet 238
  • Panik Saat Belok, Pikap Angkut Puluhan Galon Terjun ke Parit di Timika

    683 shares
    Bagikan 273 Tweet 171
  • Enam Gubernur dan 42 Bupati se-Papua Raya Kumpul di Timika, Ini yang Dibahas

    573 shares
    Bagikan 229 Tweet 143
  • Dana Desa 133 Kampung di Mimika Belum Cair, Bakri Athoriq: Tunggu Pengukuhan Kepala Kampung

    556 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Anggota KKB Nopison Ditembak Mati, Ini Perjelasan Kapolda Papua Tengah Brigjen Jermias Rontini

    552 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • OPM Pimpinan Guspi Waker Diduga Pelaku Penembakan yang Menewaskan Warga di Tembagapura

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
  • Polisi di Timika Lakukan Penyelidikan Misteri Kematian Pria di Bawah Truk

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
Next Post

Bentrok di Pilkada Puncak Jaya, Penetapan Paslon Terpilih Berpotensi di Lakukan di Jakarta

Wakil Bupati Mimika Sayangkan Papua Tengah Menjadi Provinsi Termiskin Ekstrem di Indonesia

Wakil Bupati Mimika Sayangkan Papua Tengah Menjadi Provinsi Termiskin Ekstrem di Indonesia

Gubernur Meki Nawipa Usulkan Pemekaran Delapan Kabupaten Baru di Provinsi Papua Tengah, Berikut Daftarnya

Gubernur Meki Nawipa Usulkan Pemekaran Delapan Kabupaten Baru di Provinsi Papua Tengah, Berikut Daftarnya

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id