ADVERTISEMENT
Kamis, September 10, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Lemasa dan Lemasko Jalin Kerjasama dengan PT Matahari Putra Primo Promosikan Atribut Budaya AMOR

Melalui kerjasama promosi ini, diharapkan dapat memperluas jangkauan informasi tentang kekayaan budaya berupa ornamen karya anak-anak Kamoro sehingga kedepan dapat memberikan manfaat ekonomi.

9 April 2025
0

Erik Kushadiwijaya, Distric Manager PT Matahari Putra Primo Area Dataran Tinggi dan Rendah PTFI (baju merah) foto bersama Fredy Sony Atiamona, Ketua Lemasko, Karel Kuum, Ketua Lemasa, Ruben Lafiar, Superintendent Departement Comercial Divisi SBST PTFI usai penyerahan ornamen budaya Kamoro dan Amungme, Selasa 9 April 2025. (foto:redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Lembaga Masyarakat Adat Suku Kamoro (Lemasko) Timika versi Fredy Sony Atiamona dan Lembaga Masyarakat Adat Suku Amungme (Lemasa) versi Karel Kuum jalin kerjasama dengan PT Matahari Putra Primo.

Kerjasama yang ditandai dengan penyerahan ukiran Patung Mbitoro, noken, tifa dan cawak yang berlangsung di Max Cafe Kuala Kencana, Selasa 9 April 2025, dalam rangka mempromosikan atribut budaya Kamoro dan Amungme (AMOR).

ADVERTISEMENT

Penyerahan ornamen budaya ini oleh Fredy Sony Atiamona dan Karel Kuum secara bergantian kepada Erik Kushadiwijaya, Distric Manager PT Matahari Putra Primo Area Dataran Tinggi dan Rendah PT FI dan Surya Irawan, Supplier Relation Local Timika PT Matahari Putra Primo.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Karel juga menyematkan tas noken khas Kamoro kepada Ruben Kafiar, Superintendent Departement Comercial Divisi SBST PT Freeport Indonesia (PTFI).

Baca Juga

Tiga Petugas Tewas Ditembak OTK Saat Distribusi Bahan Pangan di Jayawijaya

Cegah Campak, Warga Mawokauw Jaya Didorong Lengkapi Imunisasi Anak

Ruben Kafiar menjelaskan PTFI sangat mendukung bahkan menjadi sponsor kegiatan-kegiatan promosi ornamen khas budaya Papua khususnya Kamoro dan Amungme beberapa tahun sebelumnya. Namun saat ini dilihat hampir sudah sangat jarang dilakukan.

Ruben mengungkapkan semua pesan dan harapan yang disampaikan Lemasa dan Lemasko akan dilanjutkan kepada manajemen melalui departemen yang menangani hal ini.

Fredy Sony Atiamona, Ketua Lemasko mengucapkan terima kasih dan bersyukur kepada Tuhan, karena telah memberikan kesempatan Lemasko dan Lemasa bertemu dengan PT Matahari Putra Primo.

Dikatakan, Matahari Putra Primo telah menerima asesoris adat dan budaya Suku Kamoro dan Amungme untuk dipromosikan di setiap unit kerja di area PT Freeport.

Melalui kerjasama promosi ini, Fredy berharap dapat memperluas jangkauan informasi tentang kekayaan budaya berupa ornamen karya anak-anak Kamoro sehingga kedepan dapat memberikan manfaat ekonomi.

Dikatakan, kehadiran PT Freeport Indonesia di tanah Mimika hingga diusia 58 tahun telah membagikan kekayaan hasil tambang hingga dunia.

Namun kenyataan di lapangan masyarakat pemilik hak ulayat hidup masih dibawah garis kemiskinan di atas emasnya sendiri.

“Saya harap Freeport jangan hanya lihat orang di luar rumah tetapi mari lihat orang yang ada di dalam rumah kita sendiri dulu,” harap Fredy.

Fredy menyampaikan itu dengan alasan masyarakat Kamoro dan Amungme selama hidupnya sangat susah bahkan saat  meninggalpun juga susah.

Menurutnya, ungkapan hidup susah dan matipun susah seharusnya dapat dicermati secara baik oleh pihak-pihak di Freeport dan Pemerintah Kabupaten Mimika.

Ia mengharapkan melalui kerjasama ini membangkitkan semangat pelaku karya seni pahat maupun anyam, karena kedepan akan ikut berdampak pada nilai ekonomi.

Penyerahan beberapa ornamen budaya secara simbolis menunjukan mempererat tali persaudaraan dalam kerjasama untuk diperkenalkan kepada dunia luar.

“Ini menjadi jembatan kita sekaligus membawa makna bagi kita. Terutama untuk hidup kedepan lebih baik. Karena ada orang pesan lewat Primo hasilnya dapat kami rasakan,” katanya.

Kerjasama ini diawali dengan penyerahan ornamen budaya dan akan dilanjutkan dengan penandatanganan kerjasama secara tertulis.

Karel Kuum, Ketua Lemasa mengapresiasi kepada PT Matahari Putra Primo yang sudah bersedia membuka diri untuk bekerjasama dengan Lemasa dan Lemasko untuk  pengembangan budaya dengan mempromosikan kekayaan asesoris budaya Amungme dan Kamoro.

Karel mengakui dalam pengembangan memperluas jangkauan promosi ornamen budaya Amungme dan Kamoro hingga saat ini belum ada.

“Hari ini kami bersepakat bekerjasama dengan Primo dalam hal promosi karya seni masyarakat Kamoro dan Amungme,” katanya.

Karel menyampaikan Suku Amungme mempunyai karya seni ukiran namun sejauh ini belum dipublis untuk diketahui oleh orang.

Ia mengungkapkan sejauh ini Freeport belum memberikan ruang bagi Amungme dalam melestarikan budaya. Salah satu contoh sapaan khas ‘Amolongo’ dari Amungme.

Amungme juga memiliki ukiran disebut ‘pamoho’, pakaian adat yang disebut ‘cawak’ yang perlu dilestarikan.

Ia berharap ornamen khas Kamoro dan Amungme dapat dipajang di setiap unit kerja Primo dan Freeport.

“Di Freeport ini banyak orang luar datang. Dengan promosi ini ketika pulang mereka bisa beli sebagai ole-ole untuk dibawa di daerahnya. Ini bagian dari melestarikan serta menghidupkan ekonomi masyarakat lokal,” pungkasnya.

Erik Kushadiwijaya, Distric Manager Area Dataran Tinggi dan Rendah PT FI dalam sambutan menyampaikan, PT Matahari Putra Primo bersedia bekerjasama membantu mempromosikan kekayaan karya seni budaya Amungme dan Kamoro.

Kerjasama dalam promosi ini lebih kepada memajang ornamen-ornamen tersebut di area kerja Primo baik di Tembagapura maupun di Kuala Kencana.

Kerjasama ini dilakukan setelah mendapat dukungan dari PT FI maupun manajemen PT Matahari Putra Primo pusat di Jakarta.

Surya Irawan, Supplier Relation Local Timika PT Matahari Putra Primo menjelaskan kerjasama ini lebih pada mempromosikan atribut budaya di setiap unit kerja Primo di area kerja Freeport.

Dalam kerjasama ini, Primo akan membina dan mendampingi masyarakat lokal sebagai vendor untuk menyiapkan ornamen-ornamen tersebut untuk dipasarkan. Sehingga suatu waktu ketika ada yang mau membeli, barangnya sudah tersedia.

Ia menambahkan selain kolaborasi promosi, Primo telah menjalin kerjasama dalam pembelian udang hasil tangkapan masyarakat Kamoro.

Pembelian setiap minggu disesuaikan dengan ketersediaan hasil tangkapan dan kemampuan serta kebutuhan Primo dalam memenuhi permintaan komunitas yang ada di Freeport.

Fredy Magai selaku juru bicara Lemasa dan Lemasko menjelaskan, Ketua Lemasko dan Lemasa menyerahkan ornamen adat kepada Primo sebagai bentuk promosi budaya Amungme dan Kamoro untuk diketahui oleh orang luar.

Melalui kerjasama ini setiap unit kerja Primo diletakan atau dipajang atribut khas adat Kamoro dan Amungme.

Hibah beberapa peralatan ini menjadi bagian promosi dan bisnis. Diharapkan kedepan menjadi jembatan untuk mengadakan pameran budaya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Polisi Beberkan Kronologi Penembakan Tiga Pegawai Dinas Pertanian di Jayawijaya

Polisi Beberkan Kronologi Penembakan Tiga Pegawai Dinas Pertanian di Jayawijaya

10 September 2026
Tiga Petugas Tewas Ditembak OTK Saat Distribusi Bahan Pangan di Jayawijaya

Tiga Petugas Tewas Ditembak OTK Saat Distribusi Bahan Pangan di Jayawijaya

9 September 2026
Cegah Campak, Warga Mawokauw Jaya Didorong Lengkapi Imunisasi Anak

Cegah Campak, Warga Mawokauw Jaya Didorong Lengkapi Imunisasi Anak

9 September 2026
Hari Keempat Pencarian, Empat Korban Perahu Ketinting di Asmat Belum Ditemukan

Hari Keempat Pencarian, Empat Korban Perahu Ketinting di Asmat Belum Ditemukan

9 September 2026
Dana Desa Dipangkas, Program Prioritas Mawokauw Jaya Tetap Berjalan

Dana Desa Dipangkas, Program Prioritas Mawokauw Jaya Tetap Berjalan

9 September 2026
Dana Desa Dipangkas, Penerima BLT di Mawokauw Jaya Berkurang Jadi 14 KK

Dana Desa Dipangkas, Penerima BLT di Mawokauw Jaya Berkurang Jadi 14 KK

9 September 2026

POPULER

  • APELCAMI Soroti Peserta Pelatihan OAP, Nama Peserta 2025 Kembali Muncul

    APELCAMI Soroti Peserta Pelatihan OAP, Nama Peserta 2025 Kembali Muncul

    615 shares
    Bagikan 246 Tweet 154
  • Bermodal Nomor Togel, 3 Pelaku Hipnotis Korban dan Kuras Uang di Sentani

    562 shares
    Bagikan 225 Tweet 141
  • Dana Pembangunan TK Fajar Baru Muare Mimika Disorot, Bendahara dan Kepala Sekolah Beda Keterangan

    553 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • YLBH Papua Tengah Apresiasi Polres Mimika dan TNI Tertibkan 9 Warga di Kwamki Narama

    538 shares
    Bagikan 215 Tweet 135
  • Tiga Petugas Tewas Ditembak OTK Saat Distribusi Bahan Pangan di Jayawijaya

    531 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
  • 18 Koordinator KONI Distrik Dibentuk, Merlyn Dorong Pembinaan Atlet Mimika hingga Kampung

    528 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Bupati Rettob Ungkap Hasil Profiling ASN Mimika, Mayoritas Masih Bernilai Rendah

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
Next Post

Tragedi Berdarah di Yahukimo, 11 Pendulang Tewas, Dua Warga di Sandra KKB, 35 Orang Selamat

Setelah Membunuh 11 Pendulang, Kemarin TPNPB-OPM Kembali Eksekusi Mati Lima Orang di Yahukimo

Freeport Gandeng Dinas Kesehatan Mimika Datangkan 6.000 Fiel Vaksin DBD

Freeport Gandeng Dinas Kesehatan Mimika Datangkan 6.000 Fiel Vaksin DBD

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id