ADVERTISEMENT
Selasa, Oktober 27, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim Info Terkini

Rekrutmen Honorer Amungme-Kamoro Tidak Boleh Dihentikan, Marianus: Mereka Berhak Bekerja di Tanahnya Sendiri

Hal itu mengingat selama bertahun-tahun jumlah honorer yang ‘menumpuk’ di kantor pemerintahan di Mimika sebagian besar bukan orang asli Papua.

10 Juni 2026
0
“Johannes Rettob Itu Kepala Daerah, Tidak Mungkin Ikut Memperkeruh Situasi di Kapiraya”, Lemasko Kecewa Pernyataan Sejumlah Pihak

Marianus Maknaepeku, Wakil Ketua Lemasko (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah diingatkan untuk tetap memprioritaskan putra-putra Orang Asli Papua (OAP), khususnya Amungme dan Kamoro untuk bekerja di lingkungan pemerintah.

Pasalnya, penerimaan anak-anak Papua untuk mengembangkan karir di pemerintahan, baik sebagai honorer, tenaga kontrak maupun Aparatur Sipil Negara (ASN), merupakan bagian dari kebijakan afirmasi UU Otonomi Khusus (Otsus).

Afirmasi itu sendiri menyangkut dengan perlindungan, pemberdayaan dan prioritas penempatan tenaga kerja OAP di sekotor publik (termasuk di pemerintahan), maupun di sektor swasta, termasuk perusahaan yang beroperasi di wilayah Mimika.

Hal itu disampaikan Marianus Maknaepeku, SE, M.Si, Tokoh Masyarakat Mimika yang juga Wakil Ketua Lembaga Masyasrakat Adat Suku Kamoro (Lemasko) kepada koranpapua.id, Rabu 10 Juni 2026.

Baca Juga

Dekranasda Mimika Minta PTFI Perluas Promosi Produk Pengrajin Lokal

Penjualan Produk UMKM Dekranasda Mimika Tembus Rp12,5 Juta Sehari di Event PTFI

Pernyataan Marianus ini menanggapi peringatan keras Menteri Dalam Negeri (Kemendagri) Tito Karnavian kepada seluruh kepala daerah agar tidak lagi merekrut tenaga honorer baru seperti diberitakan sejumlah portal berita, Senin 8 Juni 2026.

“Kami mendukung instruksi Kemendagri, tetapi untuk di Papua, secara khusus di Kabupaten Mimika penerimaan honorer anak Amungme dan Kamoro harus tetap berjalan. Ini sesuai dengan kebijakan afirmasi Otsus,” ujar Marianus.

Menurutnya, yang perlu dilakukan Pemda Mimika adalah berhenti menerima honorer yang didatangkan dari luar Mimika.

Hal itu mengingat selama bertahun-tahun jumlah honorer yang ‘menumpuk’ di kantor pemerintahan di Mimika sebagian besar bukan orang asli Papua.

Marianus juga mengingatkan instansi pemerintah yang berkaitan dengan tenaga kerja di Mimika, untuk menyelenggarakan program bimbingan, pendidikan dasar dan sertifikasi keahlian untuk memastikan OAP dapat bersaing di dunia kerja.

Dikatakan, peringatan keras yang dilontarkan Menteri Tito Karnavian bisa dibenarkan, dengan tujuan agar Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tidak dihabiskan untuk gaji honorer. Meski demikian, khusus instruksi tersebut tidak berlaku untuk putra-putri Papua.

“Anak-anak asli Mimika ini tidak pergi melamar di daerah lain. Mereka sekolah dan kemudian kembali untuk mengabdi di daerah tempat tanah kelahiran”.

“Jadi jangan hentikan mereka untuk bisa berkarir di pemerintahan, meski hanya sebatas sebagai tenaga honor,” tegas Marianus yang juga pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Mimika itu.

Marianus mengingatkan bahwa, dengan adanya kebijakan afirmatif sesuai UU Otsus No 21 Tahun 2001, kuota penerimaan pegawai di lingkungan pemerintahan harus memproritaskan OAP.

“Kebijakan ini tidak boleh disepelekan, karena sudah diatur dalam UU Otsus,” tandasnya.

Seperti diketahui, Mendagri Tito Karnavian melontarkan peringatan keras kepada seluruh kepala daerah agar tidak lagi merekrut tenaga honorer baru.

Ia menilai praktik tersebut selama ini telah menjadi salah satu penyebab membengkaknya belanja pegawai daerah dan bahkan kerap dijadikan sarana balas jasa politik pasca Pilkada oleh kepala daerah.

Pernyataan tegas itu disampaikan Tito usai menghadiri rapat kerja bersama Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 8 Juni 2026.

Menurut Tito, banyak daerah kini menghadapi persoalan serius karena jumlah tenaga honorer terus bertambah tanpa perencanaan yang matang.

Akibatnya, belanja pegawai menggerus ruang fiskal yang seharusnya digunakan untuk pembangunan dan pelayanan publik.

“Kami minta kepala daerah tidak lagi menarik tenaga honorer baru, khususnya tenaga administrasi yang bukan berbasis keterampilan tertentu. Karena pada akhirnya mereka menjadi beban belanja pegawai dan membebani kepala daerah berikutnya,” beber Tito. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Dekranasda Mimika Minta PTFI Perluas Promosi Produk Pengrajin Lokal

Dekranasda Mimika Minta PTFI Perluas Promosi Produk Pengrajin Lokal

27 Oktober 2026
Penjualan Produk UMKM Dekranasda Mimika Tembus Rp12,5 Juta Sehari di Event PTFI

Penjualan Produk UMKM Dekranasda Mimika Tembus Rp12,5 Juta Sehari di Event PTFI

27 Oktober 2026
Pemkab Mimika Perkuat P4GN, Generasi Muda Jadi Sasaran Pencegahan Narkoba

Pemkab Mimika Perkuat P4GN, Generasi Muda Jadi Sasaran Pencegahan Narkoba

27 Oktober 2026
Dugaan Penyimpangan Dana Pilkada Mimika Rp54 Miliar, Penyidik Tunggu Audit BPKP

Dugaan Penyimpangan Dana Pilkada Mimika Rp54 Miliar, Penyidik Tunggu Audit BPKP

27 Oktober 2026
BNN Mimika Ajak Pengguna Narkoba Berani Jalani Rehabilitasi

BNN Mimika Ajak Pengguna Narkoba Berani Jalani Rehabilitasi

27 Oktober 2026
Dukcapil Mimika Sosialisasikan Perda Administrasi Kependudukan

Dukcapil Mimika Sosialisasikan Perda Administrasi Kependudukan

27 Oktober 2026

POPULER

  • Pemkab Mimika tetapkan Jadwal Libur dan Cuti Bersama Mimika Oktober–Desember 2026

    Pemkab Mimika tetapkan Jadwal Libur dan Cuti Bersama Mimika Oktober–Desember 2026

    576 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • Kajian Dokumen Lemasa Belum Tuntas, Sem Bukaleng Minta Kepastian

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Uang Transportasi Peserta Belum Dibayar, Pelatihan Public Speaking di Mimika Disorot

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Freeport Gelar IFRC 2026 di Mimika, 17 Tim Adu Kemampuan

    530 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
  • Baru Satu Sekolah Ajukan PJJ, Disdik Mimika Pantau Kondisi Siswa

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Monev Malam Hari di Puskesmas Ipaya, Dinkes Mimika Tekankan Inovasi dan Disiplin Pelayanan

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Dinsos Mimika Sosialisasikan Kampung Siaga Bencana

    521 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Viral Nakes Jalan Kaki 12 Jam ke Banti, Bupati Mimika: Saya Marah, Tidak Ada Maaf

Viral Nakes Jalan Kaki 12 Jam ke Banti, Bupati Mimika: Saya Marah, Tidak Ada Maaf

Herman Gafur: ASN Wajib Utamakan Pelayanan, Keluhan Harus Disampaikan Berjenjang

Herman Gafur: ASN Wajib Utamakan Pelayanan, Keluhan Harus Disampaikan Berjenjang

Delapan Eks TPNPB-OPM Kiwirok Kembali ke Pangkuan NKRI

Delapan Eks TPNPB-OPM Kiwirok Kembali ke Pangkuan NKRI

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id