ADVERTISEMENT
Minggu, November 1, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Keamanan

Konflik Sengketa Pilkada Puncak Jaya, Sembilan Warga Meninggal Dunia, 428 Luka-Luka dan 179 Bangunan Terbakar

”Dari kegiatan razia juga dilakukan penangkapan terhadap kepala perang, ada enam orang yang kita amankan dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan”.

12 Maret 2025
0

Brigjend Pol. Alfred Papare, Kapolda Papua Tengah didampingi Yopi Murib, Pj Bupati Puncak Jaya dan AKBP Kuswara, Kapolres Puncak Jaya saat menyampaikan press release, Selasa 11 Maret 2025. (foto:Ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

PUNCAK JAYA, Koranpapua.id- Konflik sengketa Pilkada Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah sudah berakhir.

Dua Paslon Bupati dan Wakil Bupati Puncak Jaya telah sepakat berdamai dan mengakhiri konflik tersebut.

Kesepatan ditandai dengan penandatangan pernyataan diatas materai 10 ribu yang disaksikan Meki Nawipa, Gubernur Papua Tengah, Senin 10 Maret 2025.

Meski dua pendukung Paslon sudah sepakat berdamai, namun konflik tersebut mengakibatkan banyak kerugian yang dialami masyarakat di wilayah itu.

Baca Juga

Drainase 138 Meter Rampung, Mawokauw Jaya Masih Butuh Pembangunan Jalan

Pengurus Tak Aktif, BUMDes Mawokauw Jaya Berupaya Bangkit

Brigjen Pol. Alfred Papare, S.I.K, Kapolda Papua Tengah ketika memimpin press release di Mako Polres Puncak Jaya, Selasa 12 Maret 2025 mengatakan, konflik tersebut tidak saja memakan korban jiwa, tetapi juga mengakibatkan kerugian material yang cukup besar.

Dalam penyampaian press release yang juga dihadiri Yopi Murib, S.E, Pj Bupati Puncak Jaya itu, Kapolda menyebutkan, dampak dari konflik mengakibatkan korban meninggal dunia dari dua kubu sebanyak sembilan orang.

Untuk korban luka-luka tercatat 428 orang, bangunan yang terbakar 179 unit, kendaraan yang terbakar 18 unit.

Konflik tersebut juga telah membuat 1.933 orang mengungsi di beberapa tempat di Puncak Jaya.

Kapolda Alfred dalam kesempatan itu juga menyampaikan, aparat kepolisian dan TNI juga telah melakukan penyitaan alat-alat yang digunakan dalam konflik tersebut.

Disebutkan, untuk anak panah sebanyak 8.789 buah, busur panah 497, 460 tali busur, 18 buah kapak, dua pucuk senapan angin, 2.500 katapel, katapel rakitan satu buah, satu unit HT, 10 atribut perang, meriam kaleng dan 512 parang.

”Dari kegiatan razia juga dilakukan penangkapan terhadap kepala perang, ada enam orang yang kita amankan dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan,” ujar Kapolda.

Dikatakan, semua kejadian akibat konflik sampai dengan pelaksanaan razia alat perang oleh TNI-Polri itu, terhitung sejak pecah konflik pertama terjadi tanggal 27 November 2024.

Dilanjutkan saat tahapan pemungutan suara, kemudian terjadi lagi pada tanggal 5 Februari dan tanggal 12 Februari 2025 dan yang terakhir tanggal 3 Maret 2025.

“Untuk kesepakatan yang sudah dibuat oleh Paslon 01 dan 02 yang dimediasi oleh bapak Gubernur Papua Tengah itu telah dilaksanakan, tetapi proses hukum akan kita lanjutkan karena kita juga ingin pertanggungjawaban hukum terhadap dampak dari konflik tersebut,” tegas Kapolda Alfred.

Pada kesempatan itu, AKBP Kuswara, S.H, S.I.K, M.H, Kapolres Polres Puncak Jaya menghimbau kepada seluruh masyarakat terutama pendukung Paslon 01 dan 02 untuk mematuhi kesepakatan yang sudah dibuat bersama.

Dan kepada masyarakat yang bukan domisili di Kota Mulia agar segera kembali ke kampungnya masing-masing.

”TNI-Polri dan pemerintah daerah akan terus melakukan razia sampai dengan situasi Kamtibmas di Puncak Jaya ini betul-betul kondusif, jadi kami berharap stop dengan peperangan dan juga tidak ada lagi bakar-bakar bangunan,” tandasnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Transfer Pusat ke Mimika Tersalur Rp1,08 Triliun hingga Oktober 2026

Transfer Pusat ke Mimika Tersalur Rp1,08 Triliun hingga Oktober 2026

31 Oktober 2026
Polisi Ungkap Kronologi Pembakaran Mobil Anggota Brimob di Kwamki Narama

Polisi Ungkap Kronologi Pembakaran Mobil Anggota Brimob di Kwamki Narama

31 Oktober 2026
DPO Penembakan Karyawan Freeport Ditangkap, FK Nusantara Apresiasi Aparat

DPO Penembakan Karyawan Freeport Ditangkap, FK Nusantara Apresiasi Aparat

31 Oktober 2026
Dipicu Kesalahpahaman, Massa Serang Pos Keamanan dan Bakar Mobil di Kwamki Narama

Dipicu Kesalahpahaman, Massa Serang Pos Keamanan dan Bakar Mobil di Kwamki Narama

31 Oktober 2026
Bahasa Kamoro Terancam Dilupakan, Rumah Transit Iwaka Diharapkan Jadi Ruang Belajar

Bahasa Kamoro Terancam Dilupakan, Rumah Transit Iwaka Diharapkan Jadi Ruang Belajar

31 Oktober 2026
YPMAK Dukung Pembangunan Rumah Transit untuk Anak-anak di Iwaka

YPMAK Dukung Pembangunan Rumah Transit untuk Anak-anak di Iwaka

31 Oktober 2026

POPULER

  • TPNPB Klaim Eksekusi Tiga Perempuan di Dekai, Ancam Operasi Lanjutan

    TPNPB Klaim Eksekusi Tiga Perempuan di Dekai, Ancam Operasi Lanjutan

    543 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
  • Dugaan Penyimpangan Dana Pilkada Mimika Rp54 Miliar, Penyidik Tunggu Audit BPKP

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Dua Pekerja Sumur di Mimika Tewas Saat Hendak Memperdalam Sumur

    521 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • BNN Mimika Identifikasi Dua Tanaman Diduga Ganja di Timika

    521 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Menko Polkam Dudung Kunjungi Mimika, Bahas Stabilitas Keamanan Papua Tengah

    517 shares
    Bagikan 207 Tweet 129
  • DPO Penembakan Karyawan Freeport Ditangkap di Timika

    517 shares
    Bagikan 207 Tweet 129
  • Polisi Ungkap Kronologi Pembakaran Mobil Anggota Brimob di Kwamki Narama

    515 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
Next Post

Wagub Papua Selatan: HAM Melekat Sejak Lahir, Karenanya Wajib Dihormati dan Dijunjung Tinggi

Situasi Kamtibmas di Puncak Jaya Berangsur Aman, Gubernur Meki Nawipa Ingatkan Tidak Boleh Ada Gerakan Tambahan

Alokasikan Rp19 Miliar untuk Pengobatan Gratis, Bupati Samaun Ingatkan Jangan Ada Pasien yang Terlantar

Alokasikan Rp19 Miliar untuk Pengobatan Gratis, Bupati Samaun Ingatkan Jangan Ada Pasien yang Terlantar

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id