ADVERTISEMENT
Minggu, Agustus 16, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika

Dinkes Mimika Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Kejar Target 95 Persen POPM Kecacingan untuk Cegah Stunting

Kecacingan tidak boleh dianggap sebagai penyakit ringan karena dapat mengganggu penyerapan zat gizi dan vitamin penting yang dibutuhkan tubuh.

13 Juli 2026
0
Dinkes Mimika Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Kejar Target 95 Persen POPM Kecacingan untuk Cegah Stunting

Kegiatan pertemuan sosialisasi dan advokasi POPM yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Senin 13 Juli 2026. (foto:redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika menggelar Pertemuan Sosialisasi dan Advokasi Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis dan Kecacingan Tahun 2026, Senin 13 Juli 2026.

Kegiatan ini digelar sebagai langkah memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya menekan angka kecacingan yang masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat, khususnya pada Balita dan anak usia sekolah.

ADVERTISEMENT

Pertemuan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Dr. Sisma HL, S.ST., Bd., M.Keb, diikuti oleh 26 Kepala Puskesmas se-Kabupaten Mimika, perwakilan Dinas Pendidikan, Kementerian Agama Kabupaten Mimika, serta jajaran Dinas Kesehatan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dalam sambutannya, Dr. Sisma menegaskan bahwa keberhasilan program POPM tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan agar cakupan pemberian obat cacing dapat mencapai target nasional.

Baca Juga

KNPB Kepung DPRK Mimika, Tuntut Papua Jadi Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan, Aspirasi Akhirnya Diterima

SATP Timika Siapkan Generasi Muda Papua Berdaya Saing Global, Montessori hingga Kurikulum Internasional

“Keterlibatan sekolah, tenaga kesehatan, tokoh agama, hingga keluarga sangat menentukan keberhasilan program ini. Semakin tinggi cakupan pemberian obat, semakin besar peluang kita memutus rantai penularan kecacingan di Mimika,” ujarnya.

Pada sesi pemaparan materi, Regina Areim, S.ST., M.H. menjelaskan kebijakan nasional terkait program pengendalian kecacingan serta strategi implementasinya di daerah.

Sementara itu, Kepala Seksi P2M Dinas Kesehatan Mimika, Kamaludin, S.Kep., Ns., memaparkan perkembangan capaian program POPM kecacingan di Kabupaten Mimika.

Ia menyebutkan bahwa pada Februari 2026, sebanyak 50.171 anak atau 81,6 persen dari target 61.472 anak usia 1–12 tahun telah memperoleh obat cacing.

Meski capaian tersebut tergolong baik, angka itu masih berada di bawah target nasional sebesar 95 persen.

Sebelumnya, pada Februari 2025 cakupan POPM mencapai 45.190 anak atau 82,5 persen dari target 54.799 anak, sedangkan pada Agustus 2025 sebanyak 46.485 anak atau 81,9 persen dari target 56.778 anak menerima obat cacing.

Narasumber berikutnya, dr. Susana Namsa, MKM, menyoroti dampak infeksi kecacingan terhadap tumbuh kembang anak.

Menurutnya, kecacingan tidak boleh dianggap sebagai penyakit ringan karena dapat mengganggu penyerapan zat gizi dan vitamin penting yang dibutuhkan tubuh.

“Kecacingan berkaitan erat dengan malnutrisi, anemia, hingga keterlambatan pertumbuhan atau stunting. Pencegahan sejak dini merupakan investasi penting bagi kualitas sumber daya manusia di masa depan,” jelasnya.

Kecacingan Berkontribusi terhadap Stunting

Dinas Kesehatan Mimika juga menemukan bahwa kecacingan masih menjadi salah satu penyakit menular yang perlu mendapat perhatian serius.

Penyakit ini banyak menyerang Balita dan anak usia sekolah, bahkan diperkirakan berkontribusi hingga 40 persen terhadap kasus stunting.

Karena itu, pemerintah melalui program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) menargetkan penurunan prevalensi kecacingan hingga di bawah 10 persen sehingga penyakit tersebut tidak lagi menjadi masalah kesehatan masyarakat.

Sejak tahun 2025, pelaksanaan POPM kecacingan tidak lagi digabung dengan program filariasis.

Kini kegiatan dilakukan secara mandiri pada Februari dan Agustus bersamaan dengan pemberian Vitamin A sehingga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan bagi anak-anak.

Perkuat Kolaborasi untuk Capai Target Nasional

Melalui pertemuan sosialisasi dan advokasi ini, Dinkes Mimika menargetkan meningkatnya dukungan lintas sektor, kesamaan persepsi seluruh pemangku kepentingan, serta meningkatnya cakupan pemberian obat cacing hingga minimal 95 persen.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat edukasi kepada masyarakat dan memutus rantai penularan kecacingan.

Termasuk mengoptimalkan integrasi program pemberian obat cacing dengan distribusi Vitamin A di seluruh Puskesmas di Kabupaten Mimika.

Pertemuan berlangsung dengan metode presentasi dan diskusi interaktif, sehingga seluruh peserta dapat menyampaikan masukan dan menyusun strategi bersama dalam menyukseskan pelaksanaan POPM Kecacingan Tahun 2026 di Kabupaten Mimika. (*)

Penulis: Ril Minggu

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

KNPB Kepung DPRK Mimika, Tuntut Papua Jadi Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan, Aspirasi Akhirnya Diterima

KNPB Kepung DPRK Mimika, Tuntut Papua Jadi Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan, Aspirasi Akhirnya Diterima

15 Agustus 2026
SATP Timika Siapkan Generasi Muda Papua Berdaya Saing Global, Montessori hingga Kurikulum Internasional

SATP Timika Siapkan Generasi Muda Papua Berdaya Saing Global, Montessori hingga Kurikulum Internasional

15 Agustus 2026
Siswi SATP Timika Wakili Papua Tengah ke Tingkat Nasional, Widi Siap Berlaga di Jakarta

Siswi SATP Timika Wakili Papua Tengah ke Tingkat Nasional, Widi Siap Berlaga di Jakarta

15 Agustus 2026
YPMAK Dorong Pokja Tinggalkan Program Padat Karya, Fokus ke Usaha Produktif dan Berkelanjutan

YPMAK Bidik Potensi Kopi Jadi Program Unggulan di Wilayah Pegunungan Mimika 

15 Agustus 2026
Arel Kerja Freeport Kembali Terusik, Satu Karyawan Tewas Ditembak OTK di Area Tambang Grasberg

Willem Assem Sebut Tiga Warga yang Ditembak di Maybrat Bukan OPM, Dua Korbannya Perempuan 

15 Agustus 2026
Kemenkeu Tetapkan Dana Desa 2025 untuk Papua Tengah, Puncak Jaya Terbesar Rp275.517.473.000

Di Hadapan Ratusan Kepala Kampung, Gubernur Meki Nawipa Paparkan Besaran Dana Desa Delapan Kabupaten. Ini Rinciannya

15 Agustus 2026

POPULER

  • Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    901 shares
    Bagikan 360 Tweet 225
  • “Kami Siap Perang” KKB Ingatkan Tidak Boleh Gelar Perayaan HUT RI ke-81 di Kota Wamena

    674 shares
    Bagikan 270 Tweet 169
  • Aksi Gerakan Seribu Rupiah: Dinsos Mimika Minta Rekomendasi, APELCAMI Pertanyakan Dasar Hukumnya 

    589 shares
    Bagikan 236 Tweet 147
  • YPMAK Dorong Pokja Tinggalkan Program Padat Karya, Fokus ke Usaha Produktif dan Berkelanjutan

    566 shares
    Bagikan 226 Tweet 142
  • 13 Kantor Pemerintah di Puncak Dirusak dan Dibakar: Komisi II DPR RI  Desak Mendagri segera Turun Tangan 

    553 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • TPS Liar Dirubah Menjadi Jadi Taman Bunga, RT 04 Wanagon Sulap Titik Kumuh Jadi Ruang Cantik 

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Awalnya Sempat Pesimis: Gladys Manuella Aibekob, Wakili Papua Tengah Kibarkan Merah Putih di Istana Negara 

    547 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
Next Post
Pemkab Mimika Siapkan Pembangunan 353 Rumah Layak Huni, Fisik Dimulai Usai Perencanaan Rampung

Pemkab Mimika Siapkan Pembangunan 353 Rumah Layak Huni, Fisik Dimulai Usai Perencanaan Rampung

Serapan APBD Mimika Naik 26 Persen, Pemkab Evaluasi Proyek Fisik yang Tertinggal

Serapan APBD Mimika Naik 26 Persen, Pemkab Evaluasi Proyek Fisik yang Tertinggal

Serapan APBD Mimika Naik 26 Persen, Pemkab Evaluasi Proyek Fisik yang Tertinggal

Dinkes Mimika Klaim 50.171 Anak Ikut POPM Kecacingan, Capaian Masih Tertahan di 81 Persen, Apa Kendalanya?

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id