TIMIKA, Koranpapua.id- Untuk mendukung pusat kendali komando operasi nirawak (drone), Tentara Nasional Indonesia (TNI) kini memiliki Markas Komando dan Pengendalian (kodal) kendaraan nirawak yang berkedudukan di Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.
Markas Kodal yang diberi nama Gedung Centralized Drone Command Center telah diresmikan penggunaannya oleh Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto pada Minggu 5 Juli 2026.
Markas tersebut berlokasi di kompleks Batalion Infanteri (Yonif) 754/ENK-Timika, Kabupaten Mimika.
Selanjutnya untuk pengoperasian sarana tersebut langsung di bawah kendali Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Muhammad Nas mengatakan, Centralized Drone Command Center merupakan fasilitas yang dibangun untuk mendukung pemanfaatan teknologi nirawak dalam pelaksanaan tugas TNI secara lebih efektif, terintegrasi, dan modern.
“Kehadirannya diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pemantauan, pengumpulan informasi, serta mendukung proses pengambilan keputusan di lapangan,” ujarnya seperti dikutip dari Indonesia Defense Magazine, Jumat 10 Juli 2026.
Nas mengatakan, fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan sistem komando dan pengendalian berbasis teknologi.
“Pemanfaatannya disesuaikan dengan kebutuhan operasional dan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku,” tutur Kapuspen TNI.
Selain itu, Menhan Sjafrie dan Panglima Agus juga meresmikan Markas Kogabwilhan III pada hari yang sama.
“Peresmian Makogabwilhan III dan Central Drone Command Center sebagai bagian dari upaya penguatan sistem pertahanan nasional,” tulis siaran pers Pusat Penerangan TNI.
Lewat peresmian Makogabwilhan III dan markas Kodal drone, Kemhan dan TNI berkomitmen dalam mempercepat modernisasi fasilitas pertahanan.
Serta meningkatkan kesiapan operasional satuan, serta memberikan penghargaan kepada prajurit yang menunjukkan dedikasi dan prestasi dalam pelaksanaan tugas.
“Penguatan infrastruktur dan fasilitas pendukung di Papua diharapkan semakin meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas prajurit sekaligus memperkokoh postur pertahanan negara dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tulis Puspen TNI. (Redaksi)









